04, 2026
Politik

Anggota DPR Dukung Gagasan Jenderal Suyudi 'Polri Bersama Masyarakat'

Anggota DPR Rudianto Lallo dukung gagasan Kapolri Jenderal Suyudi soal 'Polri Bersama Masyarakat'. Ia menekankan pentingnya keterbukaan dan integritas.]]>

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Anggota DPR Dukung Gagasan Jenderal Suyudi 'Polri Bersama Masyarakat'

Dukungan DPR terhadap Gagasan "Polri Bersama Masyarakat"

Anggota Komisi III DPR RI menyatakan dukungan terhadap gagasan yang digulirkan Jenderal Polisi Suyudi mengenai pentingnya sinergi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan masyarakat. Gagasan yang bertajuk "Polri Bersama Masyarakat" dinilai sejalan dengan semangat reformasi institusi kepolisian serta upaya memperkuat pendekatan pemolisian yang berbasis komunitas.

Dukungan tersebut disampaikan dalam forum rapat kerja yang membahas arah kebijakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurut para legislator, konsep ini bukan sekadar jargon, melainkan kerangka kerja yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan, bukan sekadar objek penegakan hukum.

Sinergi sebagai Fondasi Keamanan

Dalam pandangan Komisi III, pendekatan "Polri Bersama Masyarakat" mencerminkan pergeseran paradigma dari pemolisian yang bersifat represif menuju pemolisian yang partisipatif. Anggota dewan menilai bahwa keamanan tidak dapat sepenuhnya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan hasil kolaborasi antara negara dan warga.

"Polri tidak bisa bekerja sendirian. Masyarakat adalah mata dan telinga yang paling dekat dengan persoalan di lapangan," ujar salah satu anggota Komisi III dalam keterangan resminya. Pernyataan ini menegaskan bahwa deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan hanya efektif apabila ada kanal komunikasi yang terbuka antara warga dan aparat di tingkat terbawah.

DPR menilai gagasan ini relevan dengan kondisi Indonesia yang memiliki keragaman sosial, budaya, dan geografis. Pendekatan seragam dari pusat ke daerah dinilai tidak selalu efektif. Karena itu, pelibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda menjadi kunci dalam menerjemahkan konsep tersebut ke dalam praktik sehari-hari.

Penguatan Polsek dan Bhabinkamtibmas

Dukungan DPR juga menyoroti pentingnya penguatan struktur kepolisian di tingkat sektor. Menurut para legislator, gagasan "Polri Bersama Masyarakat" harus diwujudkan melalui peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) serta kepala polisi sektor yang bersentuhan langsung dengan warga.

Mereka menilai bahwa program-program seperti sambang desa, penyelesaian masalah secara musyawarah, dan pemberdayaan pos kamling merupakan bentuk nyata dari gagasan tersebut. Jika dijalankan secara konsisten, pendekatan ini berpotensi menurunkan angka kriminalitas serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.

Selain itu, Komisi III mendorong agar anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan pembinaan masyarakat tidak dipangkas. Menurut mereka, investasi pada aspek preventif jauh lebih murah dibandingkan biaya penindakan hukum dan pemulihan sosial pascakonflik.

Tantangan Implementasi di Lapangan

Meski mendukung, DPR mengingatkan bahwa gagasan besar ini menghadapi sejumlah tantangan. Pertama, masih adanya kesenjangan kualitas layanan kepolisian antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Kedua, budaya birokrasi yang kaku kerap menghambat inisiatif aparat di lapangan.

Ketiga, kepercayaan masyarakat yang belum sepenuhnya pulih pasca berbagai kasus yang mencoreng citra institusi. Karena itu, DPR meminta Polri tidak hanya mengandalkan sosialisasi, tetapi juga membuktikan komitmen melalui transparansi penanganan kasus dan akuntabilitas kinerja.

"Gagasan bagus harus dibarengi dengan penegakan integritas. Masyarakat akan ikut serta jika mereka melihat polisi bersih dan adil," tegas anggota dewan tersebut.

Harapan Konsistensi dan Evaluasi Berkala

DPR berharap gagasan "Polri Bersama Masyarakat" tidak berhenti sebagai wacana seremonial. Mereka mendorong adanya indikator keberhasilan yang terukur, seperti indeks kepercayaan publik, penurunan laporan gangguan keamanan, serta meningkatnya partisipasi warga dalam program keamanan lingkungan.

Evaluasi berkala dinilai penting agar konsep ini dapat disesuaikan dengan dinamika kebutuhan masyarakat. Komisi III juga membuka ruang dialog lanjutan dengan Mabes Polri untuk memastikan implementasi gagasan tersebut berjalan sesuai koridor hukum dan hak asasi manusia.

Dengan dukungan legislatif ini, gagasan Jenderal Suyudi diharapkan menjadi titik balik dalam hubungan kepolisian dan masyarakat Indonesia—hubungan yang selama ini sering diwarnai jarak, menuju kemitraan yang setara dan saling mempercayai.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter