Anwar Abbas Desak Houthi-Arab Saudi Damai: Perang Ganggu Jemaah Umrah
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Anwar Abbas mengajak pihak Houthi dan Arab Saudi untuk segera mencapai perdamaian. Menurutnya, konflik yang terjadi di Yaman menjadi penghalang utama bagi jemaah umrah dan haji untuk melaksanakan ibadah di Tanah Suci.
Dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Anwar Abbas menekankan pentingnya stabilitas di kawasan Timur Tengah, terutama bagi kelancaran ibadah umat Islam. "Kita desak kedua belah pihak menghentikan pertempuran dan kembali ke meja perundingan. Perang ini tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga mengganggu ibadah jutaan umat Islam," ujar Anwar Abbas pada Kamis (15/9).
Dampak Konflik terhadap Jemaah
Anwar Abbas menjelaskan bahwa konflik antara Houthi dan Arab Saudi telah berdampak signifikan terhadap kegiatan umrah. Banyak agen travel yang membatasi operasionalnya ke Arab Saudi karena keamanan yang tidak menentu. "Banyak jemaah yang membatalkan rencana umrah mereka karena merasa tidak aman. Ini tentu saja merugikan mereka yang ingin melaksanakan ibadah," kata dia.
DMI mencatat bahwa sejak konflik memanas pada 2015, jumlah jemaah umrah dari Indonesia mengalami penurunan drastis. Jika sebelumnya rata-rata mencapai 800 ribu hingga satu juta jemaah per tahun, kini angkanya turun hingga 40 persen.
Inisiatif Perdamaian
Sebagai upaya mendorong perdamaian, DMI bersama beberapa organisasi Islam lainnya telah menginisiasi gerakan "Damai untuk Umrah". Gerakan ini bertujuan menggalang dukungan dari berbagai pihak agar konflik di Yaman dapat segera diselesaikan secara damai.
"Kami telah mengirimkan surat kepada pihak Houthi dan pemerintah Arab Saudi melalui beberapa perantara. Isinya adalah ajakan untuk berdamai dan memprioritaskan keamanan serta kelancaran ibadah umat Islam," jelas Anwar Abbas.
DMI juga berencana mengadakan konferensi internasional yang akan dihadiri oleh pemuka agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan dari kedua belah pihak konflik. "Kita ingin menciptakan ruang dialog yang inklusif di mana semua pihak dapat menyampaikan aspirasinya tanpa kekerasan," tambahnya.
Reaksi dari Pemerintah
Kementerian Agama RI menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh DMI. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi langkah konkret yang diambil oleh Anwar Abbas untuk menyelesaikan konflik di Yaman.
"Pemerintah mendukung sepenuhnya upaya perdamaian ini. Kita berharap dengan adanya gencatan senjata, jemaah Indonesia dapat kembali melaksanakan ibadah umrah dengan aman dan nyaman," ujar Yaqut dalam keterangannya terpisah.
Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan travel warning bagi warga Indonesia yang akan berangkat ke Yaman. Namun untuk Arab Saudi, pemerintah menyatakan kondisi aman bagi jemaah asalkan mengikuti arahan dan aturan yang berlaku.
Komitmen DMI
Anwar Abbas menegaskan bahwa DMI akan terus berupaya menciptakan perdamaian di Yaman. Menurutnya, konflik tersebut telah berlangsung terlalu lama dan harus dihentikan demi kepentingan umat Islam di seluruh dunia.
"Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah serta organisasi internasional untuk menekan tercapainya perdamaian. Kita percaya bahwa dialog adalah jalan terbaik untuk mengakhiri konflik," tegas Anwar Abbas.
Dengan adanya gencatan senjata, diharapkan para jemaah umrah dapat kembali melaksanakan ibadah dengan tenang. Selain itu, stabilitas di kawasan Timur Tengah juga akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian global, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada industri perjalanan ibadah.
Komentar (0)