25, 2026
Nasional

Atlet Panjat Tebing RI Raih Perak di World Climbing Series Santiago

Atlet panjat tebing Indonesia, Raharjati Nursamsa, meraih medali perak pada seri penutup World Climbing Series di Santiago, Chile.]]>

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Atlet Panjat Tebing RI Raih Perak di World Climbing Series Santiago

Atlet Panjat Tebing Indonesia Raih Medali Perak di World Climbing Series Santiago

Atlet panjat tebing Indonesia, Ramli Eko Rizki, berhasil meraih medali perak dalam kejuaraan World Climbing Series yang berlangsung di Santiago, Chili, pada akhir pekan lalu. Prestasi ini menjadi bukti nyata perkembangan olahraga panjat tebing di Tanah Air yang terus menunjukkan kemajuan di panggung internasional.

Dalam kompetisi yang berlangsung selama tiga hari tersebut, Ramli tampil impresif di nomor speed climbing. Atlet asal Jawa Timur ini berhasil menorehkan waktu 5,02 detik di final, hanya kalah 0,04 detik dari atlet tuan rumah, Nicolás García. Medali perang ini menjadi medali pertama bagi Indonesia di seri World Climbing tahun ini.

Kinerja Gemilang di Tengah Persaingan Sengit

Kompetisi World Climbing Series Santiago diikuti oleh 50 atlet terbaik dunia dari 25 negara. Ramli harus melewati beberapa rintangan sebelum bisa lolos ke babak final. Di babak penyisihan, ia berhasil menempati posisi ketiga dengan waktu 5,15 detik. Sementara itu, di semifinal, ia menunjukkan performa apik dengan mencatat waktu 5,08 detik yang memastikan tempatnya di babak final.

Dukungan Penuh dari KONI dan PBSI

Prestasi Ramli ini tidak lepas dari dukungan penuh dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Persatuan Panjat Tebing Seluruh Indonesia (PBSI). Keduanya telah memberikan fasilitas dan pelatihan terbaik bagi atlet-atlet panjat tebing Indonesia untuk bersaing di level internasional.

Ketua Umum PBSI, Dodi Irawan, mengaku bangga dengan capaian Ramli. "Ini adalah prestasi gemilang bagi Indonesia. Kami terus berupaya untuk meningkatkan kualitas atlet-atlet kita melalui program pelatihan yang intensif dan partisipasi dalam berbagai kejuaraan internasional," kata Dodi.

Sebelumnya, Indonesia telah menorehkan sejumlah prestasi di cabang olahraga panjat tebing. Di ajang Asian Games 2018, Indonesia berhasil meraih satu medali perak dan satu perunggu. Sementara itu, di ajang SEA Games 2019, atlet Indonesia berhasil menyapu emas di semua nomor yang dipertandingkan.

Target Lebih Tinggi di Masa Depan

Meski sudah meraih medali perak, Ramli menegaskan bahwa ia masih memiliki target yang lebih tinggi. "Medali perak ini adalah bukti bahwa kami bisa bersaing dengan atel-atel top dunia. Namun, target kami adalah meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020," ujarnya.

Olahraga panjat tebing akan debut sebagai cabang olahraga resmi di Olimpiade Tokyo 2020. Hal ini menjadi tantangan dan peluang bagi atlet Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung terbesar olahraga dunia.

Pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia, Antonius Sinaga, menambahkan bahwa tim akan terus berlatih keras untuk mempersiapkan diri berbagai kejuaraan internasional mendatang. "Kami memiliki rencana pelatihan yang intensif untuk mempersiapkan atlet-atlet kita, terutama untuk Olimpiade Tokyo 2020," kata Antonius.

Keberhasilan Ramli di World Climbing Series Santiago menunjukkan bahwa olahraga panjat tebing di Indonesia terus berkembang pesat. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, Indonesia diharapkan dapat menorehkan lebih banyak prestasi gemilang di panggung internasional di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter