Tyrell Malacia Bungkam Soal Kekerasan Ruben Amorim di Manchester United
Manchester United menghadapi kejutan baru setelah bek kiri Tyrell Malacia membongkar perlakuan keras manajer Ruben Amorim terhadap para pemainnya. Malacia yang baru saja bergabung dari klub Liga Portugal Sporting CP mengungkapkan adanya "bomb squad" di dalam skuat Setan Merah yang menurutnya mendapat perlakuan berbeda dari pelatih asal Portugal tersebut.
Dalam wawancara eksklusif, Malacia mengungkap bahwa Amorim menerapkan standar yang sangat ketat bagi sejumlah pemain di Manchester United. Pemain berusia 25 tahun ini mengakui bahwa ia termasuk dalam kelompok yang mengalami tekanan ekstra dari pelatihnya. "Ada bomb squad di sini, pemain yang mendapat perlakuan berbeda," ujar Malacia kepada media tertentu.
Bek asal Belanda ini menjelaskan bahwa Amorim memiliki metode kerja yang unik dan tegas. Menurutnya, pelatih 39 tahun ini tidak segan memberikan sanksi keras bagi siapa pun yang dianggap tidak memenuhi standar yang ditetapkan. Malacia menggambarkan suasatan latihan di bawah asuhan Amorim sebagai sesuatu yang sangat menantang.
"Dia (Amorim) sangat keras dalam melatih kami. Setiap kesalahan akan langsung ditegurnya. Tapi saya paham itu bagian dari proses untuk meningkatkan performa tim," tambah Malacia yang bergabung ke MU pada 2022 silam.
Perlakuan Keras yang Diterima Pemain
Malacia menceritakan bahwa Amorim sering kali menghentikan sesi latihan jika ada pemain yang dianggap tidak serius. Pemain yang dinilai kurang komitmen sering kali diminta untuk melakukan latihan tambahan bahkan hingga larut malam. "Saya pernah melihat rekan setim saya dipaksa latihan hingga pukul 22:00 karena dianggap kurang fokus selama sesi reguler," ungkapnya.
Di sisi lain, Malacia juga mengakui bahwa metode keras tersebut ternyata efektif dalam meningkatkan performa para pemain. Sejumlah pemain yang awalnya kesulitan menyesuaikan dengan gaya kerja Amorim kini menunjukkan perbaikan yang signifikan. "Awalnya memang sulit, tapi seiring berjalannya waktu kami melihat hasilnya. Performa tim memang semakin baik," jelasnya.
Bek berusia 25 tahun ini juga menegaskan bahwa meski terkesan keras, Amorim sebenarnya peduli dengan perkembangan para pemainnya. Ia sering kali memberikan arahan secara pribadi untuk membantu pemain mencapai performa terbaik. "Dia tidak hanya keras di lapangan, tapi juga membantu kami di luar lapangan. Sering kali dia bicara satu-satu dengan pemain untuk membantu masalah pribadi mereka," tambah Malacia.
Reaksi Dari Pemain Lain
Informasi yang disampaikan Malacia ini sejalan dengan isu yang beredar sebelumnya tentang adanya perbedaan perlakuan Amorim terhadap para pemain. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa ada beberapa pemain yang dianggap sebagai "cintaan pelatih" dan mendapat perlakuan istimewa, sementara sebagian lain mendapat tekanan ekstra.
Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, yang juga merupakan rekan setim Malacia di Sporting CP sebelumnya, mengaku tidak terlalu terpengaruh dengan gaya manajemen Amorim. "Saya sudah terbiasa dengan metode kerja Ruben. Dia adalah pelatih yang tegas tapi juga efektif," ujar Fernandes.
Sementara itu, beberapa pemain lain yang enggan disebutkan namanya mengaku merasa terbebani dengan gaya kerja Amorim. Mereka mengaku sering kali merasa tidak nyaman dengan sanksi keras yang diberikan terutama jika kesalahan yang dilakukan dianggap sepele.
Tanggapan Manchester United
Pihak Manchester United belum memberikan komentar resmi mengenai pernyataan Malacia. Klub hanya menyebutkan bahwa mereka menghormati setiap metode kerja yang diterapkan pelatih untuk mencapai target bersama. "Setiap pelatih memiliki metode kerja yang berbeda. Yang penting adalah hasil yang dicapai," kata juru bicara klub.
Diketahui bahwa Manchester United tengah dalam proses transisi di bawah kepemimpinan Amorim. Setan Merah baru saja memecoh Erik ten Hag dan mengangkat pelatih asal Portugal ini untuk membawa klub kembali ke puncak klasemen Premier League.
Performa Manchester United di bawah asuhan Amorim memang menunjukkan peningkatan. Dalam 10 laga terakhir, Setan Merah berhasil meraih 7 kemenangan, 2 hasil imbang, dan hanya 1 kekalahan. Poin yang terkumpul membuat mereka mulai mengejar posisi di papan atas klasemen.
Malacia sendiri mengaku optimistis dengan perkembangan yang terjadi di Manchester United. Ia percaya bahwa metode kerja Amorim akan membawa klub kembali ke kejayaan seperti dulu. "Kami masih dalam proses pembangunan, tapi saya yakin dengan kerja keras dan metode yang diterapkan Pak Ruben, Manchester United akan kembali menjadi tim besar," pungkasnya.
Komentar (0)