08, 2026
Nasional

Awal Mula Mahasiswa Ditemukan Tewas di Indekos Jaktim

Hesti Nasution
Hesti Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Awal Mula Mahasiswa Ditemukan Tewas di Indekos Jaktim

Seorang mahasiswa ditemukan tewas dalam kondisi tak sadar di dalam indekosnya di Jakarta Timur. Kepastian kematian mahasiswa tersebut disampaikan oleh pihak kepolisian setelah tim medis konfirmasi bahwa korban telah tidak memiliki tanda kehidupan. Kasus ini kini menjadi perhatian khusus bagi pihak berwajib yang sedang menyelidiki penyebab pasti dari meninggalnya mahasiswa berinisial MH (21).

Korban, seorang mah semester empat di salah satu universitas swasta di Jakarta, ditemukan oleh teman kostnya pada Rabu pagi. Menurut keterangan saksi, korban terlihat sudah tidak bernyawa saat ditemukan di kamarnya. Teman kost yang khawatir setelah melihat korban tidak keluar kamarnya seperti biasanya, memutuskan untuk membuka pintu kamarnya dan menemukan korban dalam kondisi terbaring di lantai dengan kondisi yang sudah tidak mengenakan.

Kronologi Penemuan Korban

Kronologi penemuan korban bermula saat teman kostnya datang ke indekos untuk menjemput korban untuk berangkat kuliah. Namun setelah beberapa kali memanggil, tidak ada respon dari dalam kamarnya. Khawatir dengan kondisi tersebut, teman korban meminta bantuan pemilik kost untuk membuka pintu kamarnya.

"Setelah pintu dibuka, kami langsung melihat korban terbaring di lantar kamarnya. Saat diperiksa, tubuhnya sudah dalam kondisi kaku dan tidak bernyawa," ujar salah satu saksi mata yang tidak mau menyebutkan namanya.

Pihak kepolisian yang diberitahu tentang insiden ini segera datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim forensik juga turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengamankan barang bukti di dalam kamarnya korban.

Penyelidikan Polisi

Kepala Polsek Metro Jakarta Timur, Komisaris Polisi Ahmad Yani, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tentang ditemukannya mayat mahasiswa di indekos. "Kita sudah turun ke lokasi dan melakukan olah TKP. Tim forensik juga sudah melakukan pemeriksaan awal," ujar Ahmad Yani saat dihubungi, Kamis (15/9).

Menurut Ahmad Yani, dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ada tanda-tanda kekerasan yang terlihat pada tubuh korban. "Tidak ada luka memar atau tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Tapi kita masih harus menunggu hasil otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian," jelasnya.

Polisi juga sudah mengamankan beberapa barang bukti dari kamarnya korban untuk selanjutnya diperiksa di laboratorium forensik. "Kami mengamankan handphone korban, laptop, dan beberapa barang pribadi lainnya untuk diperiksa lebih lanjut," tambahnya.

Keluarga Korban Diberitahu

Keluarga korban yang tinggal di luar Jakarta sudah diberitahu tentang kejadian tersebut. Mereka pun segera berangkat ke Jakarta untuk menemani jenazah korban. "Kami masih syok dan belum bisa bicara banyak. Kami minta agar privasi keluarga dihormati saat ini," uang salah satu kerabat korban saat dihubungi.

Menurut informasi yang dihimpun, korban merupakan anak tunggal dalam keluarganya dan baru menempuh pendidikan semester empat di universitasnya. Korban diketahui tinggal di indekos tersebut sejak awal masuk kuliah.

Kondisi Indekos

Indekos tempat korban tinggal diketahui merupakan salah satu indekos yang sering dipilih mahasiswa karena lokasinya yang strategis dan harga yang terjangkau. Dari pengamatan di lapangan, kondisi indekos tersebut terbilang rapi dan memenuhi syarat sebagai tempat tinggal.

Ia juga menambahkan bahwa korban tidak memiliki masalah dengan teman kostnya atau pemilik indekos. "Tidak ada perselisihan atau masalah yang kami ketahui. Korban itu pemalu tapi baik," tambahnya.

Reaksi Kampus

Pihak kampus tempat korbar menempuh pendidikan juga memberikan respon terkait kejadian tersebut. Kepala Biro Humas dan Protokol Universitas tersebut, Dr. Budi Santoso, mengatakan bahwa kampus sedang berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk membantu proses penyelidikan.

"Kami prihatin dengan kejadian yang menimpa salah satu mahasiswa kita. Kampus akan memberikan dukungan psikologis kepada keluarga korban dan teman-temannya yang terkena dampak," ujar Dr. Budi Santoso dalam keterangannya, Kamis (15/9).

Ia juga menambahkan bahwa kampus akan melakukan evaluasi mengenai sistem penanganan masalah kesehatan mahasiswa. "Kami akan meningkatkan monitoring kesehatan mahasiswa, terutama yang tinggal di luar asrama," tambahnya.

Penyebab Kematian Masih Misteri

Sampai dengan berita ini dibuat, penyebab pasti kematian korban masih menjadi misteri. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menunggu hasil otopsi dari tim forensik.

Untuk sementara, jenazah korban masih disimpan di RS Polri Kramat Jati untuk menunggu hasil otopsi dan proses administrasi lebih lanjut sebelum dibawa ke tempat pemakaman.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Nasution

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter