23, 2026
Nasional

Awas Modus Endorse Affiliate Palsu, Hati-hati Akun Sosmed Bisa Kena Hack

Konten kreator harus waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan Shopee. Pelajari cara mengenali dan menghindari modus phishing yang merugikan.]]>

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Awas Modus Endorse Affiliate Palsu, Hati-hati Akun Sosmed Bisa Kena Hack

Pengguna media sosial kembali diingatkan untuk waspada terhadap modus penipuan berkedok tawaran kerja sama endorse dan program afiliasi. Pola yang kini marak bukan sekadar penipuan uang, tetapi juga upaya pengambilalihan akun (account takeover). Pelaku menyamar sebagai perwakilan brand atau platform afiliasi, lalu memancing korban menyerahkan data akses hingga akhirnya akun dibajak dan digunakan untuk kepentingan lain.

Modus ini menyasar pemilik akun dengan jumlah pengikut menengah, termasuk pemilik usaha kecil yang aktif berjualan daring. Tawaran datang lewat pesan langsung di media sosial, surel, hingga aplikasi perpesanan. Karena dibungkus sebagai peluang pendapatan tambahan, banyak penerima tidak menaruh curiga hingga proses berlangsung.

Anatomi Modus Endorse dan Afiliasi Palsu

Dalam sejumlah kasus yang dilaporkan pengguna, pelaku memulai dengan pendekatan yang tampak profesional. Mereka mengaku dari tim pemasaran sebuah merek, menawarkan sejumlah produk gratis atau komisi tetap per unggahan. Nominal yang dijanjikan biasanya dibuat menarik, namun tidak terlalu besar agar tidak terkesan mengada-ada.

Setelah korban menunjukkan minat, pelaku mengirim tautan pendaftaran. Tautan itu meniru tampilan halaman resmi program afiliasi, lengkap dengan formulir berisi nama, nomor telepon, alamat surel, hingga kolom kata sandi. Di sinilah titik kritis terjadi: korban diminta memasukkan kredensial akun media sosialnya dengan alasan verifikasi kepemilikan akun.

Variasi lain menggunakan dalih pengiriman produk. Pelaku meminta korban mengisi alamat lengkap dan nomor telepon, kemudian mengirim berkas berformat APK melalui aplikasi perpesanan. Berkas itu disebut sebagai formulir pengiriman atau aplikasi pelacak kurir. Padahal, berkas tersebut merupakan aplikasi pencuri data yang dipasang di ponsel korban.

Penyalahgunaan Aplikasi Kendali Jarak Jauh

Sejumlah laporan menyebut pelaku juga membujuk korban memasang aplikasi kendali jarak jauh yang biasa dipakai untuk keperluan teknis. Korban diarahkan mengikuti instruksi langkah demi langkah, termasuk memberikan kode akses yang muncul di layar. Dengan kendali penuh, pelaku dapat membaca pesan masuk, termasuk kode verifikasi sekali pakai (OTP) yang dikirim platform.

Pencurian Kode Verifikasi

Cara paling sederhana namun efektif adalah meminta kode OTP secara langsung. Pelaku berdalih kode tersebut diperlukan untuk mengaktifkan akun afiliasi atau mengonfirmasi kerja sama. Padahal, kode itu adalah kunci pemulihan kata sandi akun korban. Begitu kode diberikan, pelaku dapat mengganti kata sandi dan mengeluarkan korban dari sesi aktif.

Modus lain adalah penyadapan sesi melalui tautan yang meminta korban masuk kembali ke akun. Halaman tiruan itu merekam nama pengguna dan kata sandi, lalu mengalihkan korban ke halaman asli agar tidak curiga.

Dampak bagi Korban

Setelah akun dikuasai, pelaku biasanya mengubah surel dan nomor pemulihan agar korban sulit mengambil alih kembali. Akun kemudian dipakai untuk menyebarkan tawaran serupa ke daftar kontak korban, sehingga rantai penipuan menyebar lebih luas dengan kredibilitas nama korban.

Pada kasus yang menyasar pemilik usaha, pelaku juga memanfaatkan akses ke pesan untuk menipu pelanggan, misalnya dengan meminta pembayaran ke rekening berbeda. Kerugian tidak hanya bersifat materiil, tetapi juga reputasi karena nama korban terlanjur dipakai untuk menipu orang lain.

Cara Mengenali Tawaran yang Mencurigakan

Beberapa tanda dapat menjadi peringatan awal. Pertama, tawaran kerja sama datang tanpa konteks yang jelas dan meminta respons cepat. Kedua, alamat surel pengirim tidak menggunakan domain resmi perusahaan. Ketiga, pelaku meminta kata sandi, kode OTP, atau kode pemulihan dengan alasan apa pun.

Keempat, adanya permintaan memasang berkas APK di luar toko aplikasi resmi. Kelima, tautan pendaftaran memiliki alamat yang mirip tetapi tidak identik dengan situs resmi. Keenam, pelaku enggan melakukan panggilan video atau komunikasi melalui kanal resmi perusahaan.

Praktik yang sehat dalam industri ini umumnya tidak pernah meminta kata sandi maupun kode verifikasi. Verifikasi kepemilikan akun pada platform resmi dilakukan melalui mekanisme di dalam platform itu sendiri, bukan melalui formulir pihak ketiga.

Langkah Pencegahan dan Penanganan

Pengguna disarankan mengaktifkan verifikasi dua langkah dengan aplikasi autentikasi, bukan hanya lewat pesan singkat. Kata sandi sebaiknya unik untuk setiap layanan dan diperbarui secara berkala. Perangkat juga perlu dilindungi dengan pembaruan sistem yang rutin.

Jika akun sudah terlanjur diambil alih, langkah pertama adalah melapor ke platform melalui mekanisme pemulihan resmi. Segera beri tahu kontak terdekat agar tidak menanggapi permintaan apa pun dari akun tersebut. Apabila terkait transaksi keuangan, korban dapat menghubungi bank penerima untuk meminta pemblokiran dan menyiapkan bukti transaksi.

Korban juga disarankan menyimpan bukti percakapan, tangkapan layar, serta tautan yang digunakan pelaku. Bukti tersebut berguna untuk pelaporan ke kanal pengaduan siber dan kepolisian. Tindakan pengambilalihan akun serta penipuan dapat dijerat dengan ketentuan pidana di bidang informasi dan transaksi elektronik, termasuk pasal tentang akses tidak sah dan pemindahan data tanpa hak.

Bagi pemilik usaha dan pembuat konten, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena akun mereka menjadi target bernilai. Verifikasi identitas pemberi kerja melalui situs resmi, menghubungi kanal layanan pelanggan perusahaan, dan menolak segala permintaan kredensial adalah langkah paling mendasar. Tawaran yang datang terlalu mudah tetap harus diperiksa, karena di balik endorse murah sering kali ada harga yang jauh lebih mahal.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter