15, 2026
Teknologi

Bahlil Resmikan Kilang LPG Cilamaya Rp644 M Berkapasitas 160 Ton/Hari

Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia meresmikan Kilang LPG Cilamaya bernilai Rp644 miliar]]>

Mira Permata
Mira Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bahlil Resmikan Kilang LPG Cilamaya Rp644 M Berkapasitas 160 Ton/Hari

Bahlil Resmikan Kilang LPG Cilamaya Rp644 Miliar Berkapasitas 160 Ton/Hari

Minister ESDM Arifin Tasrif didampingi oleh Direktur Utama PT Pertamina Nic Dhani dan Kepala BPH Migas Dadan Kusdiana secara resmi meresmikan operasional kilang LPG (Liquefied Petroleum Gas) Cilamaya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Proyek senilai Rp644 miliar ini memiliki kapasitas produksi mencapai 160 ton per hari dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gas elpiji di wilayah Jawa dan Bali.

Kilang LPG Cilamaya merupakan bagian dari program pemerintah dalam mengakselerasi ketahanan energi nasional, khususnya dalam menyediakan gas elpiji berkualitas bagi masyarakat. Proyek ini merupakan kolaborasi antara PT Pertamina (Persero) dengan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) sebagai pengembangnya.

Dalam sambutannya, Arifin Tasrif menyatakan bahwa pengoperasian kilang LPG Cilamaya merupakan langkah strategis dalam mendukung program pemerintah mengenai transisi energi yang lebih bersih. "Kilang LPG Cilamaya ini akan menjadi pilar utama dalam penjaminan pasokan gas elpiji di Pulau Jawa dan Bali, yang merupakan dua pulau terpadat di Indonesia," ujarnya.

Menurut Arifin, proyek ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan penggunaan gas alami cair (LNG) dan LPG sebagai sumber energi bersih. "Kita harus terus mendorong pengurangan penggunaan minyak tanah dan bahan bakar fosil lainnya demi mencapai target net zero emission pada 2060," tambahnya.

Direktur Utama PT Pertamina Nic Dhani menjelaskan bahwa kilang LPG Cilamaya dilengkapi dengan teknologi terkini yang memungkinkan proses produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. "Kita menggunakan teknologi pemisahan gas alami dengan tingkat efisiensi tinggi sehingga menghasilkan LPG dengan kualitas terbaik," katanya.

Proyek kilang LPG Cilamaya telah menghabiskan waktu sekitar 24 bulan sejak pekerjaan dimulai pada tahun 2020. Selama proses pembangunannya, proyek ini juga turut memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan penggunaan jasa dari usaha-usaha kecil menengah di sekitar lokasi.

Kapasitas dan Manfaat Kilang LPG Cilamaya

Kilang LPG Cilamaya memiliki kapasitas produksi 160 ton per hari atau setara dengan 160.000 kilogram per hari. Dengan kapasitas ini, kilang mampu memenuhi sekitar 20% dari total kebutuhan LPG di Pulau Jawa dan Bali. Kilang ini memproses gas alami dari wilayah Jawa Barat dan sekitarnya untuk diolah menjadi LPG berkualitas tinggi.

Produksi LPG dari kilang ini akan disalurkan melalui jaringan distribusi Pertamina ke berbagai wilayah di Jawa dan Bali. LPG yang dihasilkan memiliki komposisi propane-butane yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional, sehingga aman dan nyaman digunakan oleh masyarakat.

Kepala BPH Migas Dadan Kusdiana menambahkan bahwa pengoperasian kilang LPG Cilamaya akan membantu stabilisasi harga LPG di pasaran. "Dengan adanya kilang ini, kita tidak lagi bergantung pada impor LPG secara keseluruhan, sehingga harga bisa lebih terkontrol dan stabil," ujarnya.

Tantangan dan Masa Depan Pengembangan Kilang LPG

Meski telah diresmikan, pengembangan infrastruktur kilang LPG di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah tantangan dalam menyediakan infrastrukur pendukung seperti jaringan pipa gas alami yang masih terbatas di beberapa wilayah.

Nic Dhani mengakui bahwa masih banyak ruang untuk pengembangan lebih lanjut. "Kita berencana untuk membangun kilang LPG serupa di beberapa lokasi strategis di Indonesia untuk meningkatkan ketahanan pasokan gas elpiji secara nasional," katanya.

Pemerintah juga terus mendorong program pemanfaatan gas alami untuk kebutuhan rumah tangga dan industri. Melalui program ini, diharapkan penggunaan minyak tanah dapat terus dikurangi dan digantikan dengan LPG yang lebih bersih dan efisien.

Arifin Tasrif menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung pengembangan infrastruktur energi di Indonesia. "Kita perlu memastikan bahwa pasokan energi di seluruh Indonesia terjamin dan merata, sehingga tidak ada daerah yang ketinggalan dalam akses energi berkualitas," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Mira Permata

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter