Rekam Jejak Dua Wakil Menteri Pertahanan yang Baru Dilantik Prabowo
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto secara resmi melantik dua wakil menteri pertahanan baru dalam sebuah upacara yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Dua pejabat yang dilantik adalah Sakti Wahyu Trenggono dan Doni Monardo. Kedua figur ini dikenal memiliki pengalaman dan latar belakang yang berbeda namun saling melengkapi di dunia pertahanan dan keamanan Indonesia.
Profil Sakti Wahyu Trenggono
Sakti Wahyu Trenggono adalah mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) yang menjabat sejak September 2019 hingga September 2022. Lahir di Surabaya pada 1962, lulusan Akademi Angkatan Lalu (AAL) angkatan XXXIII/1982 ini memiliki jejak karir yang cemerlang di tubuh TNI Angkatan Laut. Sebelum menjabat sebagai Kasal, Sakti pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI (Dankodiklat TNI) serta Panglima Komando Armada RI.
Selama menjabat sebagai Kasal, Sakti dikenal sebagai tokoh yang fokus pada modernisasi TNI AL. Beberapa program strategis yang digulirkannya antara lain percepatan pembangunan kapal perang nasional dan peningkatan kualitas sumber daya manusia prajurit TNI AL. Ia juga turut mengawal proses pengembangan kapal selam buatan Indonesia yang merupakan bagian dari upaya membangun pertahanan maritim yang kuat.
Diluar dunia militer, Sakti juga aktif di dunia politik. Ia pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2009-2014 dari fraksi Partai Gerindra. Pengalaman legislatif ini diyakini akan menjadi nilai tambah bagi Sakti dalam memahami dinamika kebijakan pertahanan di tingkat nasional.
Doni Monardo: Dari Tokoh Penanggulang Bencana ke Dunia Pertahanan
Doni Monardo adalah figur yang tidak kalah menarik. Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini memiliki pengalaman panjang di bidang penanggulangan bencana dan kemanusiaan. Lahir di Bandung pada 1966, Doni adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) angkatan 1989 yang berasal dari korps Infanteri.
Karir militer Doni berjalan pesat. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Gempa dan Tsunami Palu-Donggala pada 2018. Dalam peran ini, ia berhasil memimpin operasi penyelamatan dan penanganan bencana yang skala internasional. Pada 2019, ia diangkat sebagai Kepala BNPB menggantikan Willem Rampangilei.
Di BNPB, Doni dikenal sebagai pemimpin yang proaktif dan inovatif dalam penanganan bencana. Ia berhasil mengoptimalkan sistem early warning, mempercepat respon bencana, serta mengembangkan sistem mitigasi bencana yang lebih komprehensif. Pada masa pandemi COVID-19, Doni juga turut terlibat dalam penanganan krisis kesehatan nasional.
Doni memiliki pengalaman politik yang cukup signifikan. Ia pernah menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019 dari daerah pemilihan Jawa Barat XI yang meliputi Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut. Di DPR, ia menjadi anggota Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan informatika.
Komitmen untuk Membangun Pertahanan yang Modern dan Mandiri
Dalam sambutannya setelah dilantik, Prabowo Subianto menyatakan kepercayaannya terhadap kedua wakil menterinya. Ia menegaskan bahwa pembangunan pertahanan nasional memerlukan sinergi antar unsur militer, sipil, dan teknologi.
"Kita membutuhkan pendekatan holistik dalam membangun sistem pertahanan yang tangguh. Dengan pengalaman Sakti di bidang militer laut dan Doni dalam penanggulangan bencana serta kebijakan publik, saya yakin kita dapat mencapai visi pertahanan yang lebih modern dan mandiri," ujar Prabowo.
Sementara itu, Sakti Wahyu Trenggono dalam responsnya menyatakan siap bekerja maksimal untuk mendorong modernisasi TNI dan industri pertahanan nasional. Ia menekankan pentingnya membangun kekuatan maritim sebagai bagian integral dari pertahanan Indonesia yang archipelagic.
Doni Monardo menambahkan bahwa perspektif non-militer sangat penting dalam merumuskan kebijakan pertahanan yang komprehensif. "Pertahanan bukan hanya soal militer, tapi juga soal ketahanan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Semua itu harus kita integrasikan," tegasnya.
Keputusan pengangkatan Sakti dan Doni sebagai wamenhan dianggap sebagai langkah strategis Prabowo dalam membentuk tim yang seimbang antara pengalaman militer dan keahlian manajemen krisis. Kedua pejabat ini diharapkan dapat membantu mewujudkan reformasi sektor pertahanan yang telah menjadi janji kampanye Prabowo sejak awal.
Rekruitmen ini juga menunjukkan upaya Prabowo dalam membangun koordinasi yang lebih erat antara TNI dengan lembaga sipil, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks di era digital dan ancaman non-militer yang semakin meningkat.
Komentar (0)