13, 2026
Nasional

Balita Tewas Terbakar di Kamar Tidur Saat Ditinggal Ayah Beli Token

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Balita Tewas Terbakar di Kamar Tidur Saat Ditinggal Ayah Beli Token

Tragedi menggemparkan warga di Jalan Melati RT 04/RW 07, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat. Seorang balita berusia dua tahun, bernama Muhammad Rafi, tewas dalam kebakaran yang melanda kamarnya saat ditinggal oleh ayahnya untuk membeli token listrik.

Kebakaran terjadi pada Rabu (15/3) sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, korban sedang tidur sendirian di dalam kamar sementara ayahnya, Budi Santoso (35), pergi ke warung terdekat untuk membeli token listrik yang habis.

Kronologi Kebakaran

Menurut keterangan Kepala Polsek Panyileukan, Kompol Eko Purnomo, kejadian bermula ketika Budi meninggalkan anaknya tidur di dalam kamar sementara ia pergi membeli token. "Ayah korban pergi sekitar 15 menit untuk membeli token listrik yang habis. Saat itu korban sedang tidur nyenyak di dalam kamar," ujar Eko Purnomo.

Saat Budi sedang dalam perjalanan pulang, tetangganya yang bernama Iwan (42) melihat asap keluar dari bagian atap rumah korban. "Iwan melihat asap tebal keluar dari rumah korban dan langsung mengecek. Setelah dibuka pintu kamarnya, api sudah membesar dan menutupi seluruh bagian dalam kamar," terang Eko.

Tetangga sekitar berbondong-bondong membantu memadamkan api menggunakan ember dan selang. Namun sayangnya, upaya tersebut terlambat. Korban yang masih dalam kondisi terbaring di tempat tidur ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. "Api sudah terlalu besar dan korban sudah tidak bisa diselamatkan," tambahnya.

Penyebab Kebakaran

Berdasarkan hasil olah TKP tim penyelamat menduga api bermula dari hubung singkat listrik yang sudah aus. "Kita menemukan kabel listrik yang sudah aus dan terbakar di dekat ranjang korban. Kemungkinan besar api bermula dari situ," jelas Eko Purnomo.

Menurut ayah korban, kondisi listrik di rumahnya memang sudah lama tidak dalam keadaan baik. "Saya sudah sering mengeluhkan listrik yang sering mati sendiri. Tapi karena ekonomi terbatas, belum bisa memperbaikinya," ucap Budi dengan suara penuh penyesalan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bandung, Ahmad Fauzi, mengatakan api berhasil dipadamkan dalam waktu 30 menit oleh timnya bersama warga. "Api berhasil kita kendalikan sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah api padam, kita melakukan olah TKP dan menemukan korban dalam kondisi luka bakar parah," ucapnya.

Korban Dilarikan ke RS

Jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim Damkar dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jawa Barat untuk dilakukan otopsi. "Kita sudah mengevakuasi jenazah korban untuk dilakukan visum et vatih. Hasilnya akan menjadi bahan penyelidikan kita," kata Eko Purnomo.

Dokter RS Bhayangkara yang menangani korban, dr. Siti Aminah, mengatakan korban mengalami luka bakar hingga 90 persen di seluruh tubuh. "Luka bakar sangat parah dan sudah menyebabkan korban meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit," jelasnya.

Reaksi Warga dan Pihak Terkait

Tragedi ini membuat warga sekitar terkejut dan sedih. Tetangga korban, Ibu Siti (50), mengaku tidak menyangka kejadian seperti ini bisa terjadi. "Biasanya anaknya selalu diajak bermain di luar. Tadi pagi sih dia bilang mau tidur, gak disangka jadi begini," ucapnya sambil menangis.

Kepala Kelurahan Cipadung, Herman Suryaman, mengatakan pihaknya akan membantu keluarga korban. "Kita akan membantu biaya pemakaman dan mencari bantuan sosial untuk keluarga korban. Ini sebuah musibah yang sangat menyayat hati," kata Herman.

Sejauh ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menetapkan apakah ada unsur pidana dalam kejadian ini. "Kita masih kumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan keluarga korban. Hasilnya akan kita umumkan setelah selesai," pungkas Eko Purnomo.

Kebakaran yang melanda rumah warga ini menambah daftar kebakaran yang terjadi di kawasan pemukiman padat di Kota Bandung. Pihak kepolisian dan Damker mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di rumah dengan instalasi listrik yang sudah tua.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter