Bandara Soetta Ditutup hingga Pukul 13.30 WIB Imbas Erupsi Anak Krakatau
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) ditutup sementara mulai pukul 10.30 WIB hingga 13.30 WIB pada Rabu (11/7/2024). Penutupan ini dilakukan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan penurunan kualitas udara di sekitar bandara. Kepala Unit Penerangan Masyarakat (Kapenmas) Bandara Soetta, Hengki, mengatakan bahwa penutupan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan keselamatan penerbangan.
"Kami melakukan penutupan sementara karena adanya laporan penurunan visibilitas akibat abu vulkanis dari arah Selat Sunda. Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap operasi penerbangan," ujar Hengki dalam keterangannya.
Penyebab Penutupan Bandara
Erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada pukul 09.15 WIB dengan ketinggian kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak gunung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa arah angin saat ini membawa arus abu vulkanis menuju barat daya, yang secara tidak langsung memengaruhi wilayah Bandara Soetta.
"Kondisi ini membuat visibilitas di sekitar bandara menurun drastis. Menurut standar operasional, visibilitas minimal untuk operasi penerbangan adalah 5 kilometer. Saat ini, visibilitas di sekitar bandara hanya berkisar 1-2 kilometer," jelas Kepala BMKG Wilayah Banten, Ahmad Yani.
Dampak pada Operasi Penerbangan
Penutupan bandara ini mengakibatkan sejumlah penerbangan yang dijadwalkatelah lewat atau terlambat. Menurut data dari AirNav Indonesia, sebanyak 24 penerbangan domestik dan internasional terdampak, termasuk penerbangan dari dan ke Jakarta, Surabaya, Denpasar, Singapura, dan Kuala Lumpur.
"Kami telah menginformasikan kepada seluruh maskapai tentang situasi ini. Maskapai diminta untuk menunda keberangkatan atau mengalihkan penerbangan ke bandara alternatif seperti Bandara Halim Perdanakusuma atau Bandara Internasional Husein Sastranegara," tambah Hengki.
Tanggapan Maskapai dan Penumpang
Sejumlah maskapai telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi situasi ini. Garuda Indonesia, misalnya, telah menginformasikan kepada penumpang tentang penundaan penerbangan melalui aplikasi mobile dan SMS. "Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. Tim kami sedang bekerja keras untuk memastikan penumpang dapat diberitahukan secara cepat tentang jadwal penerbangan yang diperbarui," ujar Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan.
Para penumpang yang sudah tiba di bandara diminta untuk menunggu informasi lebih lanjut dari pihak maskapai atau bandara. Beberapa penumpang tampak mengeluhkan penundaan yang terjadi. "Saya sudah di sini sejak pukul 08.00 WIB untuk penerbangan pukul 10.00 WIB. Sekarang harus menunggu lagi," ujar Rina, penumpang yang akan terbang ke Surabaya.
Status Terkini dan Proyeksi Penutupan
Hingga pukul 12.00 WIB, BMKG terus memantau perkembangan situasi. "Kami akan terus memantau kondisi visibilitas dan arah angin. Jika kondisi memungkinkan, bandara dapat dibuka kembali sebelum jadwal yang ditetapkan," kata Ahmad Yani.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengimbau warga di sekitar bandara untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. "Abu vulkanis dapat berdampak pada kesehatan terutama bagi mereka yang memiliki masalah pernafasan. Kami sarankan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan jika memungkinkan," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti.
Sejarah Erupsi Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau telah menunjukkan aktivitas vulkanis yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Gunung ini lahi dari letusan dahsyat Gunung Krakatau pada tahun 1883 yang mengakibatkan tsunami dan ribuan korban jiwa.
"Aktivitas Anak Krakatau memang sudah lama kami pantau. Namun, erupsi hari ini termasuk dalam kategori sedang. Kami akan terus memantau perkembangannya," jelas Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan.
Bandara Soetta kembali dibuka pada pukul 13.30 WIB setelah visibilitas di sekitar bandara kembali normal. Namun, BMKG tetap meminta agar pihak terkait tetap waspada karena potensi erupsi lebih besar di kemudian hari.
Komentar (0)