30, 2026
Nasional

Bantah Isu Copet, Polisi Ungkap Alasan Pria Tendang Wanita di Senayan City

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/18/6aacda0b03a21-pria-berinisial-r-44-yang-menendang-seorang-wanita-di-mal-senayan-city_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Sandi Setiawan
Sandi Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bantah Isu Copet, Polisi Ungkap Alasan Pria Tendang Wanita di Senayan City

Sebuah insiden yang terjadi di mal Senayan City menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Seorang pria berinisial R (44) terlihat menendang seorang wanita dengan keras di tengah keramaian mal. Video kejadian yang merekam aksi tersebut viral di media sosial, memicu berbagai reaksi dari netizen. Banyak yang menuding korban sebagai copet yang tertangap basah, namun polisi kemudian membantah isu tersebut dan mengungkap alasan di balik aksi R.

Insiden tersebut terekam dalam sebuah video berdurasi singkat yang menunjukkan seorang pria berjaket putih menendang seorang wanita di bagian dada hingga jatuh di lantai mal. Kejadian tersebut terjadi pada siang hari di tengah keramaian pengunjung mal. Video tersebut segera menyebar di berbagai platform media sosial, memicu kehebohan dan berbagai spekulasi dari masyarakat.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan polisi, kejadian bermula ketika R sedang berada di lantai 3 mal Senayan City bersama istrinya. Tiba-tiba, seorang wanita berinisial S (35) mendekati R dan melakukan sesuatu yang dianggap mengganggu. Menurut keterangan R, S mendekatnya dengan wajah pucat dan mata menatap tajam, lalu menyentengkan pundaknya secara tidak sengaja.

R yang merasa tidak nyaman dengan perilaku S kemudian meminta wanita itu untuk menjauh. Namun, S terus mendekat dan melakukan gerakan yang sama untuk kedua kalinya. R yang merasa terancam dan panik kemudian melakukan aksi tendangan yang ditujukan kepada S. Aksi tersebut terekam oleh pengunjung lain yang berada di sekitar lokasi.

Reaksi Masyarakat dan Penyebaran Isu Copet

Video kejadian tersebut segera viral di media sosial dengan berbagai komentar dari netizen. Banyak yang menuding S sebagai copet yang tertangkap basah oleh R. Isu tersebut semakin membesar ketika beberapa akun media sosial menyebutkan bahwa S sedang mencoba mencelana R saat kejadian terjadi. Beberapa komentar bahkan menyerukan agar R dianggap sebagai pahlawan karena berhasil menggagalkan aksi copet.

Bagaimanapun, polisi dengan cepat memberikan klarifikasi mengenai kejadian tersebut. Kepala Polisi Sektor (Polsek) Setiabudi Kompol Andi Wijaya menyatakan bahwa isu S merupakan copet tidak benar. Menurutnya, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap kedua belak pihak dan tidak menemukan bukti bahwa S sedang mencoba mencelana R atau melakukan tindakan copet.

Pengakuan Pria yang Menendang

Dalam pemeriksaan, R mengakui bahwa ia merasa terprovokasi oleh perilaku S. Ia menjelaskan bahwa S mendekatnya dengan wajah pucat dan mata menatap tajam, lalu menyentengkan pundaknya secara tidak sengaja. R yang sedang bersama istrinya merasa tidak nyaman dan khawatir akan keamanan keluarganya.

"Saya merasa takut dan terancam saat dia mendekat dengan wajah seperti itu. Saya sudah memintanya untuk menjauh, tapi dia tetap mendekat. Karena panik, saya melakukan tendangan itu," ujar R saat diperiksa polisi.

Tanggapan Polisi dan Penanganan Selanjutnya

Polisi telah menangkap R setelah video kejadian viral. Ia dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan ringan dengan ancaman hukuman maksimal satu tahun penjara atau denda paling banyak Rp4,5 juta. Sementara itu, S juga diperiksa sebagai saksi untuk klarifikasi kejadian.

Kompol Andi Wijaya menyatakan bahwa pihaknya akan menyelidiki lebih lanjut latar belakang kedua belak pihak. "Kami akan memeriksa saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi," ujar Andi.

Insiden ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak terburu-buru dalam menilai suatu kejadian, terutama berdasarkan video yang viral di media sosial. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu klarifikasi resmi sebelum membuat asumsi atau menyebarkan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

Bagaimanapun, insiden ini menunjukkan pentingnya menjaga ketenangan dan menghindari tindakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah, meskipun merasa terancam atau terprovokasi. Kekerasan hanya akan memperburuk situasi dan menimbulkan masalah hukum yang lebih serius bagi pelaku.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Sandi Setiawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter