09, 2026
Nasional

Baru 54 Persen dari 210 Ponpes di di Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Timur Punya Akses Air Bersih Layak

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2025/10/08/68e6109c5d1eb-ilustrasi-air-bersih_665_374.jpeg" align="left" hspace="7" width="100" />

Galih Pratama
Galih Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Akses Air Bersih di Ponpes Masih Jadi Kehendak, Baru 54 Persen yang Memenuhi Standar

Sebanyak 54 persen dari 210 pondok pesantren (ponpes) di Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Timur telah memiliki akses air bersih yang layak konsumsi. Angka ini menunjukkan bahwa masih ada sekitar 46 persen ponpes yang menghadapi tantangan dalam mendapatkan pasokan air bersih yang memenuhi standar kesehatan. Temuan ini menjadi perhatian serius mengingat ponpes sebagai lembaga pendidikan yang menampung banyak santri dan membutuhkan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk kebersihan dan kesehatan.

Survei Kondisi Air Bersih di Ponpes

Survei yang dilakukan oleh tim independen mencakup wilayah dengan konsentrasi ponpes terbesar di Pulau Jawa. Hasilnya mengejutkan karena meskipun berada di daerah yang relatif mudah mendapatkan air, masih banyak ponpes yang mengandalkan sumber air yang tidak layak konsumsi. Beberapa ponpes masih bergantung pada sumur bor biasa, sungai, bahkan mata air yang tidak diolah sebelum digunakan.

"Kami menemukan bahwa dari 210 ponpes yang disurvei, hanya 114 ponpes yang memiliki akses air bersih layak minum. Sisanya, sekitar 96 ponpes, masih menggunakan sumber air yang tidak memenuhi standar kesehatan," jelas Koordinator survei yang tidak mau disebutkan namanya.

Faktor Penyebab Masalah Akses Air Bersih

Beberapa faktor menjadi penyebab masih rendahnya akses air bersih layak di ponpes. Pertama, kendala finansial dalam membangun sistem pengolahan air yang memadai. Kedua, minimnya pemahaman pentingnya air bersih bagi kesehatan. Ketiga, sulitnya akses terhadap teknologi pengolahan air yang sesuai untuk kondisi geografis setempat.

"Banyak ponpes yang berada di daerah pegunungan atau pedesaan yang kesulitan mendapatkan sumber air bersih. Mereka terpaksa menggunakan air dari sumur yang tidak dijaga kebersihannya atau bahkan dari sungai yang tercemar," ujar seorang aktivis lingkungan yang turut terlibat dalam survei ini.

Dampak Kekurangan Air Bersih terhadap Kesehatan Santri

Kekurangan akses air bersih yang layak memiliki dampak langsung terhadap kesehatan santri. Beberapa penyakit seperti diare, infeksi saluran pencernaan, dan masalah kulit sering kali menjadi keluhan yang dilaporkan dari ponpes yang kekurangan akses air bersih.

"Kondisi ini tentu tidak baik untuk pertumbuhan dan perkembangan santri. Selain itu, kebersihan lingkungan ponpes pun terganggu karena air yang tidak layak digunakan untuk membersihkan area sekitar," tambahkan dokter spesialis kesehatan komunitas yang turut memberikan kontribusi dalam penelitian ini.

Upaya Peningkatan Akses Air Bersih

Beberapa upaya telah dilakukan untuk meningkatkan akses air bersih di ponpes. Pemerintah daerah bersama organisasi non-pemerintah (LSM) telah membangun fasilit pengolahan air sederhana seperti filter saringan pasir dan sistem penyulingan air. Selain itu, beberapa pihak juga melakukan pelatihan kepada pengelola ponpes tentang pentingnya menjaga kebersihan sumber air.

"Kami berharap dengan adanya program bantuan ini, semakin banyak ponpes yang bisa memiliki akses air bersih yang layak. Tapi yang terpenting adalah kesadaran dari pengelola ponpes sendiri untuk memelihara fasilitas yang sudah dibangun," ungkap salah satu koordinator program bantuan.

Peran Komponen Masyarakat dalam Solusi Jangka Panjang

Solusi jangka panjang untuk masalah akses air bersih di ponpes memerlukan peran aktif dari berbagai komponen masyarakat. Pemerintah perlu menyediakan dukungan kebijakan dan anggaran yang memadai. Sedangkan masyarakat sekitar ponpes dapat terlibat dalam pelestarian sumber air di sekitarnya.

"Ponpes bukanlah lembaga yang berdiri sendiri, tetapi bagian dari masyarakat. Oleh karena itu, solusi untuk masalah air bersih harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat sekitar," kata seorang tokoh masyarakat setempat.

Dengan kondisi ini, diperlukan komitmen lebih serius dari semua pihak untuk memastikan santri di ponpes mendapatkan hak dasar berupa akses air bersih yang layak, sebagai bagian dari hak atas kesehatan yang memadai.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Pratama

Menulis tentang kesehatan lingkungan, polusi, dan gaya hidup hijau.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter