30, 2026
Nasional

Basarnas: 123 Korban Kapal Virgo Transport 8 Masih Hilang

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/13/6aa6c4f8ca004-penampakan-kapal-virgo-transport-terbalik_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Basarnas: 123 Korban Kapal Virgo Transport 8 Masih Hilang

Kapal penumpang Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/9) menewaskan setidaknya 10 orang dengan 123 korban lainnya masih dalam status hilang. Badan SAR Nasional (Basarnas) menginformasikan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan meski kondisi cuaca di lokasi masih tidak menentu.

Kapal dengan nama Virgo Transport 8 ini tenggelam saat dalam perjalanan dari Pulau Tidung menuju Pulau Untung Jawa, Jakarta. Kapal yang membawa sekitar 150 orang penumpang ini diduga terbalik akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut. Menurut informasi yang diperoleh, kondisi laut di sekitar lokasi kejadian sedang tidak stabil dengan tinggi gelombang mencapai 2-3 meter.

Kronologi Kejadian

Kejadian bencana ini terjadi pada pukul 14.30 WIB saat kapal Virgo Transport 8 sedang dalam perjalanan dari Pulau Tidung ke Pulau Untung Jawa. Menurut saksi mata, kapal terlihat miring secara perlahan sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam di tengah laut.

"Kapal sedang dalam perjalanan normal tiba-tiba terlihat miring. Beberapa penumpang mencoba melarikan diri dengan melompat ke laut sebelum kapal benar-benar terbalik," ujar salah satu korban selamat yang berhasil dievakuasi ke Pulau Tidung.

Pihak berwenang segera merespons laporan tentang tenggelamnya kapal tersebut. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta segera dikirim ke lokasi kejadian.

Evakuasi dan Pencarian Korban

Hingga Minggu (10/9), pihak Basarnas telah berhasil menyelamatkan 37 orang yang selamat dari bencana ini. Dari jumlah tersebut, 27 orang dalam kondisi luka-luka dan dievakuasi ke rumah sakit, sedangkan 10 orang lainnya dalam kondisi sehat dan ditempatkan di posko pengungsian.

"Kami masih berfokus untuk mencari korban yang masih hilang. Saat ini tim SAR terus melakukan patroli di area sekitar kapal tenggelam dengan menggunakan beberapa kapal dan pesawat terbang," kata Kepala Basarnas Marsda TNI (Purn) M Soleh.

Proses evakuasi terkendala oleh kondisi cuaca yang tidak menentu. Gelombang setinggi 2-3 meter membuat operasi pencarian menjadi lebih sulit dilakukan. Namun, tim SAR tetap berupaya maksimal untuk menemukan korban yang masih hilang.

Kondisi Korban yang Selamat

Para korban selamat yang berhasil dievakuasi ditempatkan di posko pengungsian di Pulau Tidung dan Pulai Untung Jawa. Mereka mendapat bantuan berupa makanan, minuman, dan perlindungan kesehatan.

"Kami memberikan bantuan psikosocial bagi para korban yang mengalami trauma akibat kejadian ini. Beberapa di antara mereka masih dalam keadakan syok dan membutuhkan pendampingan khusus," ujar salah satu petugas BPDK DKI Jakarta yang terlibat dalam operasi penanganan darurat.

Rumah sakit di sekitar Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara telah siap mengantisipasi datangnya korban luka. RSUD Kepulauan Seribu, RSUD Koja, dan RS Pelni Jakarta telah menyiapkan ruang isolasi dan tim medis untuk menangani korban yang membutuhkan perawatan intensif.

Tanggapan Pemerintah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah meninjau langsung lokasi kejadian dan memberikan arahan untuk mempercepat proses evakuasi. Anies juga meminta agar seluruh pihak terkait bekerja sama secara maksimal dalam menangani bencana ini.

"Kami meminta agar seluruh instansi terkait bekerja sama dalam menangani situasi ini. Fokus utama kita adalah penyelamatan korban dan memberikan bantuan yang memadai bagi para korban dan keluarganya," ujar Anies.

Departemen Perhubungan juga telah membentuk tim investigasi untuk mengetahui penyebab tenggelamnya kapal Virgo Transport 8. Kapal tersebut didirikan pada tahun 2014 dan memiliki kapasitas maksimal 150 penumpang. Pihak Kemenhub akan memeriksa dokumen operasional kapal serta sertifikasi keselamatan yang dimiliki.

Dampak dan Tindakan Pencegahan

Insiden tenggelamnya kapal Virgo Transport 8 menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat yang sering menggunakan jasa transportasi laut di Kepulauan Seribu. Banyak pihak meminta pemerintah untuk lebih ketat dalam mengawasi operasional kapal-kapal penumpang.

"Kami akan memeriksa seluruh kapal yang beroperasi di perairan Kepulauan Seribu. Kami akan melakukan inspeksi mendadak untuk memastikan keselamatan penumpang terjamin," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Agus H Purnomo.

Basarnas mengimbau kepada masyarakat untuk selalu memeriksa kondisi kapal sebelum naik, terutama selama musim hujan seperti saat ini. Masyarakat juga diminta untuk tidak ragu melaporkan kondisi kapal yang dianggap tidak aman kepada pihak berwenang.

Operasi pencarian dan penyelamatan korban kapal Virgo Transport 8 masih terus berlangsung. Tim SAR berharap dapat menemukan korban yang masih hilang segera. Informasi terkait bencana ini akan terus diperbarui oleh pihak berwenang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter