06, 2026
Teknologi

Begini Respons Airlangga Soal Penghentian Proyek Data Center AI BDx

Menkoperekonomian Airlangga Hartarto belum dapat memberikan tanggapan terkait penghentian proyek pusat data AI di Jatiluhur, Jawa Barat.]]>

Nadia Kusuma
Nadia Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Begini Respons Airlangga Soal Penghentian Proyek Data Center AI BDx

Respons Airlangga Hartarto Soal Penghentian Proyek Data Center AI BDx di Batam

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto akhirnya angkat bicara mengenai kabar penghentian proyek pusat data kecerdasan buatan atau data center AI milik BDx Indonesia di Batam, Kepulauan Riau. Airlangga menegaskan bahwa pemerintah tetap membuka ruang dialog dengan pihak investor dan tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian skema investasi di sektor ekonomi digital.

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga usai menghadiri rapat koordinasi di Jakarta. Ia menyebut bahwa pemerintah menghormati keputusan korporasi, namun pada saat yang sama memastikan bahwa iklim investasi di dalam negeri tetap kompetitif dan kondusif bagi masuknya teknologi tinggi, termasuk infrastruktur kecerdasan buatan.

Latar Belakang Penghentian Proyek

Proyek data center AI BDx di Batam sebelumnya digadang-gadang menjadi salah satu fasilitas terbesar di Asia Tenggara. Fasilitas ini dirancang untuk melayani kebutuhan komputasi berperforma tinggi, termasuk pelatihan model AI skala besar yang membutuhkan daya listrik stabil dalam jumlah besar.

Namun, sejumlah laporan menyebut bahwa proyek tersebut dihentikan atau ditunda karena sejumlah faktor, mulai dari ketersediaan pasokan listrik, perubahan prioritas bisnis perusahaan induk, hingga dinamika pasar pusat data global yang sedang mengalami kelebihan kapasitas di beberapa kawasan.

Faktor Daya dan Infrastruktur

Salah satu isu utama yang mencuat adalah kecukupan pasokan energi. Pusat data AI generasi baru memerlukan daya listrik yang jauh lebih besar dibanding pusat data konvensional. Di Batam, meskipun kawasan industri telah memiliki infrastruktur kelistrikan yang mumpuni, permintaan daya yang melonjak dari sektor AI dinilai masih memerlukan pembahasan teknis lebih lanjut antara PLN, kawasan industri, dan investor.

Airlangga menyatakan pemerintah akan memastikan bahwa setiap proyek strategis nasional di bidang digital memperoleh dukungan infrastruktur yang memadai. Menurutnya, koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci agar investasi tidak terhambat persoalan teknis di lapangan.

Dampak terhadap Target Investasi Digital

Penghentian proyek BDx menjadi sorotan karena berbarengan dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional. Sektor pusat data diproyeksikan menjadi tulang punggung transformasi digital, terutama dengan meningkatnya kebutuhan layanan komputasi awan dan AI di kalangan korporasi maupun instansi pemerintah.

Meski demikian, Airlangga menilai bahwa kondisi ini tidak serta-merta menurunkan minat investor lain. Ia menyebut masih banyak pemain global yang mengeksplorasi peluang pembangunan pusat data di Indonesia, khususnya di kawasan industri seperti Batam, Bekasi, dan Karawang.

Respons Pemerintah dan Langkah Lanjutan

Pemerintah, lanjut Airlangga, akan terus mengevaluasi kebijakan terkait insentif fiskal dan nonfiskal bagi industri pusat data. Evaluasi mencakup aspek perpajakan, kemudahan perizinan, serta penyediaan energi bersih yang kerap menjadi syarat utama perusahaan teknologi global.

Airlangga juga menyinggung pentingnya kepastian regulasi dalam menarik investasi jangka panjang. Menurutnya, stabilitas kebijakan dan transparansi prosedur menjadi pertimbangan utama bagi investor sektor teknologi yang memiliki siklus investasi panjang dan padat modal.

Komunikasi dengan Investor

Pemerintah memastikan komunikasi dengan BDx dan mitra bisnisnya tetap terjalin. Airlangga tidak merinci bentuk kompensasi atau penyesuaian kontrak apabila proyek benar-benar dihentikan. Ia hanya menegaskan bahwa pemerintah akan mengedepankan pendekatan musyawarah dengan menghormati ketentuan hukum yang berlaku.

Sejumlah pengamat menilai penghentian proyek ini menjadi pengingat bahwa pengembangan infrastruktur AI nasional tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan dan izin, tetapi juga pada kesiapan pasokan energi, sumber daya manusia, serta ekosistem rantai pasok teknologi.

Prospek Pusat Data AI Nasional

Meski ada hambatan, prospek pusat data AI di Indonesia dinilai masih cerah dalam jangka menengah. Permintaan komputasi AI diprediksi terus tumbuh seiring adopsi teknologi di sektor keuangan, kesehatan, logistik, dan pemerintahan. Pemerintah pun mendorong pembangunan pusat data yang ramah lingkungan dan terintegrasi dengan jaringan energi terbarukan.

Airlangga menutup dengan menegaskan bahwa prioritas pemerintah adalah memastikan setiap investasi memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, termasuk penciptaan lapangan kerja dan alih teknologi. Ia berharap dinamika proyek seperti BDx tidak menyurutkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Kusuma

Fokus pada kesehatan anak, imunisasi, dan tumbuh kembang.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter