30, 2026
Nasional

Berau Coal Kerahkan Tim Emergency Response Group Tangani Karhutla

Budi Gunawan
Budi Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Perusahaan tambang batu bara PT Berau Coal mengerahkan tim Emergency Response Group (ERG) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah operasional dan sekitarnya. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pengendalian karhutla di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Peran Strategis Emergency Response Group

Tim Emergency Response Group Berau Coal merupakan unit khusus yang dibentuk untuk merespons situasi darurat, termasuk kebakaran lahan, banjir, dan bencana lainnya. Tim ini dilengkapi dengan peralatan pemadam serta personel terlatih yang siap dikerahkan kapan saja. Dalam penanganan karhutla, ERG bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, serta masyarakat setempat.

Keterlibatan ERG tidak hanya terbatas pada area konsesi perusahaan, tetapi juga di wilayah sekitar yang berpotensi terdampak. Hal ini sejalan dengan kebijakan perusahaan yang menempatkan aspek keselamatan lingkungan dan masyarakat sebagai prioritas. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting karena karhutla sering kali meluas dan menimbulkan dampak asap yang mengganggu kesehatan serta aktivitas warga.

Penyebab dan Dampak Karhutla di Berau

Karhutla di Kabupaten Berau umumnya dipicu oleh kombinasi faktor cuaca kering dan aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar. Kondisi ini diperparah oleh curah hujan yang rendah pada musim kemarau, sehingga api mudah menyebar ke area gambut dan lahan kering. Dampaknya meliputi kabut asap, kerusakan ekosistem, serta gangguan kesehatan pernapasan bagi masyarakat.

Selain itu, karhutla berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, baik bagi perusahaan maupun warga yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan. Asap yang tebal dapat mengganggu jalur transportasi darat dan udara, serta menutup akses menuju fasilitas umum. Oleh karena itu, respons cepat dari tim darurat sangat menentukan dalam mencegah eskalasi kebakaran.

Langkah Preventif dan Kesiapsiagaan

Berau Coal tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga menjalankan program pencegahan karhutla. Program ini mencakup patroli rutin di area rawan terbakar, pemantauan titik panas melalui teknologi satelit, serta penyuluhan kepada masyarakat sekitar mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar. Perusahaan juga membangun infrastruktur pendukung, seperti embung dan sumur bor, untuk memastikan ketersediaan air saat terjadi kebakaran.

Selain itu, pelatihan bagi personel ERG dilakukan secara berkala agar kemampuan dan kesiapan tim tetap optimal. Simulasi tanggap darurat juga digelar untuk menguji koordinasi antarunit dan kecepatan respons. Dengan demikian, ketika karhutla terjadi, tim dapat bergerak cepat dan tepat sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Kolaborasi dengan Pemerintah dan Masyarakat

Penanganan karhutla memerlukan kerja sama semua pihak. Berau Coal menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah daerah, termasuk BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup, untuk berbagi informasi dan sumber daya. Sinergi ini memungkinkan deteksi dini serta pengambilan keputusan yang lebih cepat dalam situasi darurat. Masyarakat juga dilibatkan melalui kelompok relawan pemadam kebakaran desa yang dibekali pelatihan dan peralatan sederhana.

Partisipasi masyarakat menjadi kunci karena sebagian besar titik api muncul di luar area konsesi. Dengan pemberdayaan warga, diharapkan respons terhadap karhutla dapat lebih merata dan efektif hingga ke pelosok. Perusahaan juga mendorong penerapan metode pembukaan lahan tanpa bakar sebagai alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Komitmen Berkelanjutan

Penggelaran tim Emergency Response Group merupakan wujud tanggung jawab sosial dan lingkungan Berau Coal. Perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas penanganan karhutla melalui investasi peralatan, pelatihan, dan kemitraan strategis. Upaya ini tidak hanya melindungi aset perusahaan, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Berau.

Ke depan, tantangan karhutla diprediksi masih akan berlanjut seiring perubahan iklim dan dinamika pembukaan lahan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan berkelanjutan serta kolaborasi multipihak menjadi prasyarat utama dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan secara efektif.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Gunawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter