09, 2026
Teknologi

Berbayar 14 Oktober, Segini Tarif Tol Ujung Timur Jawa Gending-Paiton

Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi segmen Gending-Paiton mulai berbayar 14 Oktober 2026 dengan tarif segini.]]>

Taufik Syahputra
Taufik Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Berbayar 14 Oktober, Segini Tarif Tol Ujung Timur Jawa Gending-Paiton

Berbayar 14 Oktober, Segini Tarif Tol Ujung Timur Jawa Gending-Paiton

Pemerintah resmi menetapkan tanggal 14 Oktober 2023 sebagai hari pertama operasional berbayar untuk ruas Tol Ujung Timur Jawa Gending-Paiton. Penetapan tarif ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk menyelesaikan jaringan tol di Pulau Jawa. Ruas tol sepanjang 23,6 kilometer ini menghubungkan Gending di Probolinggo dengan Paiton di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Detail Tarif Tol Gending-Paiton

Berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 399/KPTS/M/2023, tarif untuk ruas Tol Gending-Paiton telah ditetapkan. Tarif bervariasi tergantung kelas kendaraan yang melintas. Untuk kelas I sepeda motor, tarifnya dikenakan Rp 9.000 per kilometer. Kelas II mobil penumpang dengan dua sumbu akan dikenakan tarif Rp 15.000 per kilometer. Kelas III truk dengan dua sumbu dikenakan tarif Rp 27.000 per kilometer, sedangkan kelas IV truk dengan tiga sumbu dikenakan tarif Rp 45.000 per kilometer.

Dengan panjang ruas 23,6 kilometer, tarif maksimal untuk setiap kelas kendaraan adalah sebagai berikut: Kelas I (sepeda motor) Rp 212.400, Kelas II (mobil penumpang) Rp 354.000, Kelas III (truk dua sumbu) Rp 637.200, dan Kelas IV (truk tiga sumbu) Rp 1.062.000. Tarif ini merupakan tarif normal yang berlaku selama jam-jam normal. Pemerintah juga menetapkan tarif jam padat yang akan diberlakukan pada jam-jam tertentu dengan kenaikan maksimal 50 persen dari tarif normal.

Latar Belakang Pembangunan Tol Gending-Paiton

Proyek Tol Gending-Paiton merupakan bagian dari program pembangunan Jalan Tol Trans Jawa yang bertujuan untuk menghubungkan kota-kota utama di Pulau Jawa dari Merak di Banten hingga Surabaya di Jawa Timur. Ruas tol ini menjadi bagian penting dalam menghubungkan jalur selatan Jawa dengan jalur utara, khususnya di wilayah Probolinggo yang sebelumnya mengalami kemacetan parah di ruas jalan nasional yang ada.

Pembangunan tol ini dimulai pada tahun 2019 dengan total investasi mencapai Rp 4,9 triliun. Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan menggunakan skema pembangunan operasi dan pemeliharaan (build-operate-maintain/BOM). Proyek sempat mengalami penundaan akibat pandemi COVID-19 namun berhasil diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.

Dampak Positif bagi Masyarakat dan Perekonomian

Dengan beroperasinya Tol Gending-Paiton, diharapkan dapat mengurangi beban kemacetan di ruas jalan nasional yang sebelumnya menjadi akses utama antara k Probolinggo dengan kota-kota di sekitarnya. Jarak tempuh dari Gending ke Paiton yang sebelumnya memakan waktu 60-90 menit diperkirakan dapat dipersingkat menjadi hanya 20-30 menit melalui tol ini.

Tol ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Probolinggo dan sekitarnya dengan memudahkan akses distribusi barang dan jasa. Pelaku usaha di sektor pariwisata, pertanian, dan industri di kawasan ini akan terbantu dengan adanya akses transportasi yang lebih cepat dan efisien.

Selain itu, keberadaan tol ini juga diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antara kawasan selatan dan utara Jawa, sehingga memperlancar distribusi logistik dan mempercepat pertumbuhan ekonomi regional. Pemerintah juga berencana untuk mengembangkan kawasan sekitar pintu tol sebagai pusat aktivitas ekonomi baru.

Persiapan dan Sosialisasi Tarif

Sebelum resmi beroperasi, pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama dengan operator tol telah melakukan berbagai persiapan. Persiapan tersebut antara lain penyelesaian konstruksi, instalasi sistem pendukung seperti gerbang tol (ETC), serta sosialisasi tarif kepada masyarakat.

Sosialisasi tarif dilakukan melalui berbagai media termasuk media sosial, media cetak, dan langsung ke masyarakat melalui kegiatan di sekitar wilayah tol. Selain itu, pihak operator juga telah menyiapkan layanan pelanggan untuk menangani keluhan dan pertanyaan masyarakat mengenai operasional tol.

Untuk memastikan kelancaran operasional, pihak berwenang akan menempatkan petugas di setiap gerbang tol untuk membantu pengendara dan memastikan semua berjalan sesuai rencana. Pengendara juga diimbau untuk mempersiapkan pembayaran melalui sistem elektronik (Tag) agar proses pembayaran lebih cepat dan efisien.

Dengan beroperasinya Tol Gending-Paiton, diharapkan dapat menjadi solusi bagi masalah transportasi di wilayah Probolinggo dan sekitarnya, serta memberikan kontribusi nyata dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Taufik Syahputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter