19, 2026
Nasional

Bertemu Prabowo, Sekjen PBB Apresiasi Peran Indonesia untuk Palestina

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jakarta — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam kunjungan resmi ke Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Guterres menyampaikan apresiasi terhadap peran dan konsistensi Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, termasuk melalui jalur diplomasi multilateral dan bantuan kemanusiaan.

Pertemuan berlangsung hangat dan membahas sejumlah isu global, dengan situasi di Timur Tengah, khususnya Gaza dan Palestina, menjadi salah satu topik utama. Guterres menilai posisi Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia sekaligus anggota aktif PBB memiliki bobot penting dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai.

Menurut keterangan yang dihimpun, Sekjen PBB secara khusus menyoroti sikap Indonesia yang tidak berubah sejak lama dalam mendukung hak-hak rakyat Palestina. Dukungan itu diwujudkan bukan hanya melalui pernyataan politik, tetapi juga melalui keterlibatan konkret di forum-forum internasional serta pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah konflik.

Apresiasi atas Konsistensi Sikap Indonesia

Guterres menempatkan Indonesia sebagai salah satu mitra penting PBB dalam upaya menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Ia menilai Indonesia konsisten menyuarakan pentingnya penyelesaian konflik Palestina-Israel melalui jalan damai, menghormati hukum internasional, dan mengedepankan dialog.

Sikap tersebut, menurut Guterres, sejalan dengan prinsip-prinsip Piagam PBB. Ia berharap Indonesia terus menggunakan pengaruhnya, baik di kawasan Asia Tenggara maupun di tingkat global, untuk mendorong terciptanya kondisi yang memungkinkan tercapainya perdamaian yang berkelanjutan.

Dari pihak Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina merupakan bagian dari politik luar negeri yang bebas aktif dan merupakan amanat konstitusi. Indonesia, kata Prabowo, akan terus mendorong pengakuan internasional terhadap hak-hak rakyat Palestina dan menyerukan diakhirinya kekerasan terhadap warga sipil.

Komitmen terhadap Solusi Dua Negara

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas pentingnya solusi dua negara sebagai jalan keluar dari konflik yang telah berlangsung puluhan tahun. Solusi ini dinilai satu-satunya kerangka yang dapat diterima secara politik dan sesuai dengan berbagai resolusi PBB.

Indonesia menegaskan posisinya bahwa pembentukan negara Palestina yang merdeka, berdaulat, dan layak hidup berdampingan secara damai dengan Israel harus menjadi tujuan bersama masyarakat internasional. Pandangan tersebut berulang kali disampaikan Indonesia di forum Majelis Umum PBB, Dewan Keamanan, maupun dalam berbagai pertemuan organisasi kerja sama Islam.

Guterres menyambut baik posisi tersebut dan menilai dukungan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, memperkuat legitimasi upaya diplomatik PBB. Ia menekankan bahwa tekanan kolektif dari komunitas internasional diperlukan agar proses perdamaian tidak berjalan di tempat.

Bantuan Kemanusiaan dan Misi Perdamaian

Selain aspek politik, pertemuan membahas kontribusi Indonesia di bidang kemanusiaan. Indonesia telah menyalurkan bantuan bagi warga Gaza melalui berbagai mekanisme, termasuk kerja sama dengan lembaga-lembaga PBB. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pokok seperti pangan, obat-obatan, serta dukungan bagi layanan kesehatan yang lumpuh akibat konflik.

Indonesia juga dikenal sebagai salah satu negara penyumbang terbesar pasukan penjaga perdamaian PBB. Kontribusi itu dipandang Guterres sebagai bukti nyata komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia, termasuk dalam upaya menjaga stabilitas di kawasan yang rawan konflik.

Kedua pihak sepakat bahwa akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan ke Gaza harus dijamin. Penyaluran bantuan dinilai tidak boleh terhambat oleh pertimbangan politik, mengingat kebutuhan warga sipil yang semakin mendesak.

Agenda Regional dan Kerja Sama Multilateral

Selain Palestina, pertemuan membahas sejumlah agenda lain, antara lain kerja sama di bidang pembangunan berkelanjutan, perubahan iklim, serta reformasi tata kelola multilateral. Guterres menilai lembaga-lembaga internasional perlu diperkuat agar mampu merespons tantangan global secara lebih adil dan efektif, terutama bagi negara berkembang.

Indonesia menyampaikan pandangan bahwa negara-negara berkembang membutuhkan ruang yang lebih besar dalam pengambilan keputusan global. Ketimpangan dalam arsitektur keuangan dan politik internasional, menurut Indonesia, perlu dikoreksi agar menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif.

Kunjungan Sekjen PBB ini juga menjadi bagian dari rangkaian dialognya dengan para pemimpin negara di kawasan Asia Tenggara. Indonesia dipandang sebagai mitra strategis karena posisinya di ASEAN serta peran aktifnya dalam berbagai inisiatif perdamaian.

Pengamat hubungan internasional menilai pertemuan tersebut mengukuhkan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif menjembatani kepentingan negara berkembang dengan agenda PBB. Namun, tantangan tetap besar karena konflik di Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian dalam waktu dekat.

Di akhir pertemuan, kedua pihak menegaskan komitmen untuk terus berkoordinasi dalam mendorong perdamaian, termasuk melalui dukungan terhadap lembaga-lembaga kemanusiaan PBB yang bekerja di lapangan. Indonesia menyatakan kesiapannya berkontribusi lebih lanjut, baik melalui diplomasi maupun bantuan kemanusiaan, sepanjang diperlukan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter