23, 2026
Politik

Bestari Tepis Omongan Bro Ron soal Kader Ingin Jokowi Jadi Ketum PSI: Bukan

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/26/6ab7c86e86d02-presiden-ke-7-ri-joko-widodo-jokowi-kedua-kiri_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bestari Tepis Klaim Kader PSI Ingin Jokowi Jadi Ketum

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus menepis pernyataan politikus PSI yang akrab disapa Bro Ron bahwa kader partai menginginkan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo menjadi Ketua Umum PSI. Bestari menegaskan klaim tersebut bukan aspirasi kader dan tidak mencerminkan sikap resmi partai. “Bukan,” ujar Bestari saat menanggapi pernyataan Bro Ron.

Bantahan itu disampaikan Bestari di tengah munculnya pernyataan Bro Ron yang menyebut ada kader PSI yang ingin Jokowi memimpin partai. Menurut Bestari, pernyataan tersebut tidak mewakili suara kader secara umum dan tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan arah dukungan internal PSI. Ia menilai klaim semacam itu perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi publik mengenai kepemimpinan partai.

Bestari menjelaskan, PSI memiliki mekanisme organisasi yang jelas dalam menentukan ketua umum. Penentuan pemimpin partai, kata dia, dilakukan melalui forum resmi dan proses yang diatur dalam anggaran dasar serta anggaran rumah tangga partai. Karena itu, ia menegaskan tidak tepat jika aspirasi sejumlah pihak, apalagi yang disampaikan secara personal, langsung dianggap sebagai keinginan seluruh kader.

“Pernyataan itu bukan sikap partai. Tidak ada pembahasan resmi soal itu,” kata Bestari menegaskan.

Dalam pandangan Bestari, PSI tetap berpegang pada identitas sebagai partai yang mengedepankan kaderisasi, keterbukaan, dan proses organisasi yang tertib. Ia mengingatkan bahwa setiap pernyataan politik sebaiknya disampaikan dengan memperhatikan etika berorganisasi dan tidak mencampuradukkan pendapat pribadi dengan posisi partai. Menurutnya, klarifikasi diperlukan supaya publik tidak membaca pernyataan Bro Ron sebagai keputusan atau arah resmi PSI.

Klaim Bro Ron dan Respons Internal

Pernyataan Bro Ron sebelumnya mencuat ke ruang publik karena menyebut adanya keinginan kader agar Jokowi menjadi Ketua Umum PSI. Klaim itu langsung menarik perhatian karena Jokowi merupakan figur nasional yang memiliki basis pendukung besar. Namun, hingga saat ini tidak ada keputusan resmi PSI yang mengarah pada perubahan kepemimpinan partai.

Bestari menilai klaim tersebut lebih tepat dibaca sebagai pandangan personal. Ia tidak membenarkan anggapan bahwa aspirasi itu telah menjadi arus utama di tubuh partai. Menurutnya, kader PSI memiliki beragam pandangan politik, tetapi mekanisme partai tetap menjadi rujukan utama dalam mengambil keputusan strategis.

“Kader boleh punya pendapat, tetapi jangan kemudian diklaim sebagai suara partai. Itu beda,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membedakan antara diskusi informal di antara kader dan keputusan organisasi yang sah. Dalam struktur partai, lanjut Bestari, usulan mengenai kepemimpinan harus melalui jalur dan forum yang telah ditentukan. Karena itu, ia meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa PSI sedang mengarahkan dukungan kepada Jokowi untuk memimpin partai.

Bestari menambahkan, PSI saat ini fokus pada penguatan organisasi, konsolidasi kader, dan agenda politik yang telah menjadi prioritas partai. Ia menilai isu mengenai ketua umum sebaiknya tidak menjadi spekulasi yang mengganggu kerja-kerja organisasi. Menurutnya, partai perlu menjaga stabilitas internal agar dapat menjalankan fungsi politik dan pelayanan kepada masyarakat dengan baik.

Posisi Jokowi dan Dinamika Politik PSI

Nama Jokowi memang kerap muncul dalam diskusi politik nasional, termasuk ketika partai-partai membahas figur yang dianggap memiliki pengaruh elektoral. Sebagai Presiden ke-7 RI, Jokowi masih memiliki daya tarik politik yang besar. Namun, dalam konteks PSI, posisi Jokowi tidak serta-merta dapat disamakan dengan posisi kader atau calon pemimpin partai.

Jokowi selama ini tidak dikenal sebagai kader PSI. Ia merupakan figur yang berasal dari luar struktur partai dan memiliki rekam jejak politiknya sendiri. Karena itu, wacana mengenai Jokowi menjadi Ketua Umum PSI memerlukan pembahasan yang jauh lebih kompleks, termasuk soal keanggotaan, mekanisme partai, dan kesediaan yang bersangkutan.

Bestari menegaskan, PSI tidak ingin membangun wacana politik berdasarkan asumsi. Ia menilai partai harus berbicara berdasarkan fakta organisasi dan keputusan resmi. “Jangan sampai pernyataan yang tidak berdasar kemudian menjadi bola liar,” katanya.

Meski demikian, Bestari tidak menampik bahwa nama Jokowi akan terus menarik dalam dinamika politik nasional. Ia memahami bahwa setiap pernyataan yang menyangkut figur sebesar Jokowi akan mendapat perhatian luas. Namun, ia meminta agar perhatian publik diarahkan pada substansi kebijakan dan agenda partai, bukan pada spekulasi mengenai kursi ketua umum.

Menurutnya, PSI memiliki kepentingan untuk menjaga soliditas dan tidak terjebak dalam manuver pernyataan yang dapat memecah konsentrasi kader. Ia berharap seluruh kader dapat menempatkan diri dalam koridor organisasi dan menghormati proses yang berlaku. Dengan begitu, kata Bestari, PSI dapat menjaga kepercayaan publik dan tetap konsisten dalam menjalankan perannya sebagai partai politik.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Jokowi mengenai wacana tersebut. PSI juga belum menunjukkan langkah organisasi yang mengarah pada perubahan kepemimpinan. Bestari menegaskan bahwa bantahannya adalah bagian dari up

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter