30, 2026
Teknologi

BNPB Ingatkan Masyarakat Pesisir Waspadai Hoaks Tsunami

Dimas Permana
Dimas Permana Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

BNPB Ingatkan Masyarakat Pesisir Waspadai Hoaks Tsunami

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menegaskan pentingnya masyarakat pesisir untuk selalu waspada terhadap informasi palsu atau hoaks mengenai gempa bumi dan tsunami. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengingatkan bahwa berita bohong terkait potensi bencana dapat menimbulkan kepanikan dan gangguan ketertiban masyarakat.

Dalam konferensi pers virtual yang diadakan beberapa waktu lalu, Muhari menjelaskan bahwa setelah terjadi gempa bumi di beberapa wilayah di Indonesia, seringkali beredar informasi yang tidak benar mengenai potensi tsunami. Informasi ini biasanya menyebar melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat tanpa verifikasi yang memadai.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Selalu cek kebenaran informasi melalui sumber resmi seperti BPBD, BMKG, atau BNPB sebelum membagikannya lebih lanjut," ujar Muhari.

Dampak Negatif Hoaks Bencana

Menurut Muhari, penyebaran hoaks mengenai bencana dapat menyebabkan beberapa dampak negatif. Pertama, kepanikan massal yang tidak perlu dapat terjadi dan mengganggu ketertiban umum. Kedua, masyarakat mungkin melakukan evakuasi yang tidak terkoordinasi sehingga menimbulkan kekacauan.

Ketiga, hoaks dapat mengganggu upaya penanganan bencana yang sedang berlangsung. "Tim penanggulangan bencana harus fokus pada evakuasi dan penanganan korban, bukan harus mengurus isu hoaks yang menambah beban kerja," tambahnya.

Keempat, informasi palsu dapat merusak kepercayaan masyarakat pada pemerintah dan instansi resmi. "Ketika masyarakat tidak lagi percaya pada informasi resmi, ini akan sangat berbahaya dalam situasi darurat," jelas Muhari.

Mekanisme Verifikasi Informasi Resmi

BNPB telah menyediakan beberapa platform untuk memastikan informasi bencana yang diterima masyarakat adalah akurat dan terpercaya. Platform tersebut meliputi situs resmi BNPB, aplikasi mobile, media sosial resmi, serta layanan SMS dan push notification.

"Kami juga bekerja sama dengan BMKG dalam memberikan informasi gempa bumi dan potensi tsunami secara cepat dan akurat. Data yang kami sampaikan adalah hasil analisis para ahli," ujar Muhari.

Ia menambahkan bahwa BNPB juga telah membentuk tim khusus yang berfungsi untuk memantau dan mengawasi penyebaran informasi terkait bencana. Tim ini akan segera memberikan koreksi jika menemukan informasi yang tidak benar.

Tanggung Jawab Masyarakat

Dalam situasi darurat bencana, tanggung jawab tidak hanya berada di pihak pemerintah tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Muhari mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan individu maupun kelompok terhadap potensi bencana.

"Masyarakat perlu memahami tanda-tanda awal gempa bumi yang berpotensi tsunami dan tahu langkah-langkah evakuasi yang benar. Informasi ini telah kami sampaikan melalui berbagai media dan kegiatan sosialisasi," tuturnya.

BNPB juga mendorong adanya program kebencanaan di tingkat kelurahan dan desa. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana, termasuk kemampuan dalam mengenali dan menghindari hoaks.

Langkah Pencegahan Hoaks

Untuk mencegah penyebaran hoaks, BNPB menyarankan masyarakat untuk menerapkan prinsip 3C: Check, Cross, dan Confirm. Pertama, periksa keaslian informasi sebelum membagikannya. Kedua, bandingkan informasi dengan sumber resmi lainnya. Ketiga, konfirmasi kebenaran informasi kepada pihak berwenang.

"Jika Anda ragu dengan suatu informasi, lebih baik tidak membagikannya daripaga menyebarkan kebohongan yang berbahaya," pungkas Muhari.

Seiring dengan meningkatnya frekuensi bencana alam di Indonesia, peran masyarakat dalam memfilter informasi menjadi semakin penting. Dengan kesadaran dan kewaspadaan bersama, diharapkan dampak negatif dari hoaks dapat diminimalisir dan penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dimas Permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter