28, 2026
Teknologi

BNPB: Malaysia Tawarkan Pesawat Amfibi-Helikopter Atasi Karhutla

BNPB membahas tawaran Malaysia untuk bantuan penanganan karhutla, termasuk pesawat amfibi dan helikopter. Kerja sama teknologi juga dijajaki.]]>

Andi Prasetyo
Andi Prasetyo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

BNPB: Malaysia Tawarkan Pesawat Amfibi-Helikopter Atasi Karhutla

Malaysia Tawarkan Bantuan Pesawat Amfibi-Helikopter untuk Atasi Karhutla di Indonesia

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa pemerintah Malaysia telah menawarkan bantuan berupa pesawat amfibi-helikopter guna membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Penawaran ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Malaysia, Mohamad bin Sabu, kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Indonesia, Mahfud MD, saat pertemuan bilateral di Jakarta.

Detail Penawaran Bantuan

Menurut Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, pesawat yang ditawarkan Malaysia adalah jenis Bombardier 415 dan beberapa unit helikopter. Pesawat Bombardier 415 merupakan pesawat amfibi khusus yang dirancang khusus untuk operasi pemadam kebakaran, mampu mengangkat air dari laut atau danau untuk disemprotkan ke area terbakar. "Malaysia menawarkan tiga unit pesawat Bombardier 415 dan beberapa helikopter untuk mendukung upaya kita dalam menangani karhutla," ujar Suharyanto dalam konferensi pers di Jakarta.

Suharyanto menjelaskan bahwa bantuan ini sangat diperlukan mengingat sejumlah provinsi di Indonesia masih terdampak karhutla, terutama di Provinsi Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. "Kondisi saat ini masih sangat kritis. Angin kering dan suhu tinggi membuat upaya pemadaman menjadi semakin sulit," katanya.

Respon Pemerintah Indonesia

Pemerintah Indonesia menyambut baik tawaran bantuan dari Malaysia. Menko Polhukam Mahfud MD mengapresiasi sikap cepat dan kepedulian tetangga dekat ini. "Kita sangat mengapresiasi bantuan dari Malaysia. Ini menunjukkan solidaritas dan persahabatan yang erat antara kedua negara," ujar Mahfud.

Mahfud menambahkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan semua persiapan diperlukan untuk memaksimalkan penggunaan pesawat yang akan tiba dalam waktu dekat. "Kita akan menyiapkan tim teknis dan personel pendukung untuk mendampingi operasi pesawat tersebut agar efektif dalam menangani karhutla," jelasnya.

Situasi Karhutla Saat Ini

Data BNPB menunjukkan bahwa hingga pertengahan September 2023, terdapat 1.288 titik panas (hotspot) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak adalah Riau dengan 323 titik, diikuti Kalimantan Tengah dengan 198 titik, dan Jambi dengan 172 titik.

Dampak karhutla tidak hanya terlihat dari sisi kebakaran, tetapi juga dari kualitas udara yang semakin buruk. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di beberapa kota seperti Pekanbaru, Jambi, dan Pontianak mencapai kategori tidak sehat. Kondisi ini berdampak kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Upaya Pemerintah Dalam Penanganan Karhutla

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi karhutla, mulai dari penanganan dini hingga pemadaman langsung. Sebanyak 5.425 personel dari TNI/Polri, Basarnas, dan komponen penanggulangan bencana lainnya telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Selain itu, 40 unit kendaraan pemadam kebakaran, 20 unit pompa air, dan 29 unit water canon juga telah disiagakan.

Kepala BNPB juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang mengoptimalkan teknologi drone untuk monitoring hotspot secara real-time. "Kita menggunakan drone untuk mendeteksi dan memantau perkembangan kebakaran secara lebih akurat. Ini membantu kita dalam merencanakan strategi pemadaman yang lebih efektif," terang Suharyanto.

Kooperasi Regional

Penawaran bantuan dari Malaysia merupakan bentuk kooperasi regional dalam penanganan bencana transnasional. Indonesia dan Malaysia telah memiliki kerja sama yang erat dalam penanganan karhutla sejak lama. Pada tahun 2019, Malaysia juga pernah memberikan bantuan serupa ketika Indonesia digemparkan oleh karhutla yang melanda berbagai wilayah.

Selain Malaysia, Singapura juga telah menyatakan siap membantu dengan mengirimkan tim relawan pemadam kebakaran. "Kita bersyukur memiliki tetangga yang siap membantu dalam situasi sulit ini. Kerja sama ini akan mempercepat penanganan karhutla," kata Suharyanto.

Harapan di Masa Depan

Dengan bantuan dari Malaysia, diharapkan upaya penanganan karhutla dapat lebih maksimal. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk terus waspada dan berpartisipasi aktif dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan. "Pencegahan karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Kita perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian hutan," tegas Mahfud MD.

Pemerintah berencana untuk memperkuat aturan terkait pencegahan karhutla dan memberikan sanksi yang lebih tegas bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan. Selain itu, program penanaman kembali hutan juga akan dipercepat untuk memulihkan area yang terbakar.

Dengan berbagai upaya dan bantuan dari negara sahabat, pemerintah optimis karhutla dapat segera dikuasai. "Kita yakin dengan dukungan semua pihak, karhutla bisa kita atasi. Kesehatan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama kita," pungkas Suharyanto.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Andi Prasetyo

Kontributor bidang kebugaran dan olahraga. Menulis tips workout dan gaya hidup aktif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter