30, 2026
Nasional

Bos Tempo Scan Diperiksa KPK, Ada Dugaan Uang Ratusan Juta dan Tawaran Jet Pribadi ke Silmy Karim

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/06/04/6a20dd2555f03-wamen-imipas-silmy-karim-ditahan-kpk_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Sandi Setiawan
Sandi Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Utama PT Tempo Scan Pacific Tbk, Handojo S. Muljadi, sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap yang menjerat Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim. Pemeriksaan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dan menjadi bagian dari pendalaman perkara yang menyeret nama sejumlah pihak dari kalangan swasta maupun penyelenggara negara.

Duduk Perkara dan Konteks Pemeriksaan

Pemeriksaan terhadap bos perusahaan farmasi nasional itu dilakukan untuk menggali keterangan terkait dugaan aliran uang senilai ratusan juta rupiah serta tawaran fasilitas jet pribadi yang diduga mengalir ke Silmy Karim. Penyidik menelusuri sejumlah transaksi dan komunikasi yang diyakini berkaitan dengan kepentingan bisnis perusahaan di sektor yang bersinggungan dengan kewenangan kementerian tempat Silmy bertugas.

KPK belum merinci secara lengkap konstruksi perkara, tetapi menyatakan bahwa pemeriksaan saksi dari unsur korporasi merupakan langkah penting untuk memetakan hubungan antara pemberi dan penerima dugaan suap. Dalam sejumlah perkara serupa, keterangan dari pihak swasta kerap menjadi pintu masuk untuk mengungkap aliran dana, perantara, hingga kesepakatan yang bersifat terstruktur.

Dugaan Aliran Uang dan Fasilitas Jet Pribadi

Menurut informasi yang dihimpun, penyidik mendalami dugaan penyerahan uang dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah. Selain itu, terdapat dugaan tawaran penggunaan jet pribadi yang ditujukan kepada Silmy Karim. Fasilitas semacam itu dalam banyak kasus korupsi dipakai sebagai bentuk gratifikasi terselubung yang tidak selalu berbentuk uang tunai, sehingga memerlukan pembuktian melalui pelacakan dokumen penerbangan, catatan komunikasi, hingga keterangan saksi-saksi terkait.

Penelusuran aset dan fasilitas mewah menjadi salah satu metode yang lazim digunakan KPK untuk membuktikan adanya hubungan timbal balik antara pemberi dan pejabat penerima. Penyidik juga berpotensi memeriksa pihak-pihak yang diduga menjadi perantara atau menghubungkan kepentingan korporasi dengan pejabat negara.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai detail barang bukti yang disita dalam pemeriksaan tersebut. KPK menegaskan bahwa proses hukum berjalan berdasarkan alat bukti yang cukup dan akan disampaikan secara bertahap sesuai kebutuhan penyidikan.

Status Hukum dan Pihak yang Diperiksa

Silmy Karim telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait dugaan suap. Penahanan dilakukan setelah penyidik menilai adanya kebutuhan untuk mencegah upaya penghilangan barang bukti serta menghindari potensi pelarian. Pihaknya belum memberikan tanggapan resmi secara rinci, sementara kuasa hukum menyatakan akan mengikuti seluruh proses hukum yang berlaku.

PT Tempo Scan Pacific Tbk sendiri merupakan emiten di Bursa Efek Indonesia yang bergerak di bidang farmasi dan produk konsumen. Kehadiran seorang direktur utama dalam pemeriksaan KPK menarik perhatian pelaku pasar, meskipun perusahaan belum menerbitkan keterangan resmi mengenai dampak pemeriksaan tersebut terhadap kegiatan usaha.

Dalam pemberitaan sebelumnya, sejumlah saksi dari berbagai latar belakang telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Penyidik disebut tengah mendalami apakah ada kepentingan lain di luar perkara pokok, termasuk kemungkinan perluasan penyidikan ke pihak-pihak yang diduga turut menikmati atau memfasilitasi aliran dana.

Pendalaman Penyidikan dan Potensi Pengembangan Kasus

Langkah KPK memeriksa saksi korporasi menunjukkan bahwa penyidikan tidak berhenti pada satu orang tersangka. Penyidik berupaya membangun konstruksi perkara secara utuh, termasuk menelusuri motif ekonomi, pola hubungan jangka panjang, dan kemungkinan adanya janji atau komitmen lain yang menyertai pemberian fasilitas.

Pengamat antikorupsi menilai penanganan perkara ini akan menjadi ujian bagi konsistensi pemberantasan korupsi di sektor yang berkaitan dengan pelayanan publik dan perizinan. Mereka mendorong agar proses hukum dijalankan secara transparan, akuntabel, dan tanpa intervensi, sekaligus menghindari kriminalisasi terhadap pihak yang belum terbukti bersalah.

KPK dijadwalkan terus memanggil sejumlah saksi lain dalam pekan-pekan mendatang. Penyidik juga membuka kemungkinan penyitaan aset apabila ditemukan bukti adanya harta yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi. Masyarakat diimbau menunggu hasil resmi penyidikan dan tidak menyimpulkan lebih jauh sebelum proses hukum selesai.

Tanggapan dan Sikap Kelembagaan

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan belum memberikan pernyataan lengkap terkait perkembangan pemeriksaan tersebut. Sementara itu, KPK menegaskan komitmennya menuntaskan perkara secara profesional dan proporsional, dengan menjunjung asas praduga tak bersalah terhadap setiap pihak yang menjalani pemeriksaan.

Perkembangan kasus ini menjadi perhatian publik mengingat posisi Silmy Karim sebagai pejabat negara dan latar belakang perusahaan yang diperiksa sebagai salah satu pemain besar di industri farmasi nasional. Publik menantikan kejelasan mengenai siapa saja pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban dalam perkara dugaan suap senilai ratusan juta rupiah serta tawaran jet pribadi tersebut. KPK memastikan proses hukum berlanjut dan setiap temuan akan diumumkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Sandi Setiawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter