29, 2026
Nasional

BRI Super League: Kena Sanksi Tambahan Komdis PSSI, Ze Valente Lewatkan Dua Laga Kandang PSIM

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

BRI Super League: Kena Sanksi Tambahan Komdis PSSI, Ze Valente Lewatkan Dua Laga Kandang PSIM

PSIM Yogyakarta harus kehilangan jasa Ze Valente dalam dua laga kandang mendatang di kompetisi BRI Super League. Komisi Disiplin PSSI telah mengumumkan sanksi tambahan bagi pelatih asal Brasil tersebut karena aksi tidak sportif yang ditunjukkannya saat laga kontra Persikabo 1978 pekan lalu.

Ze Valente dikenakan larangan mengikuti dua laga dan denda sebesar 25 juta rupiah. Sanksi tersebut diberikan setelah Komdis PSSI meninjau ulang video kejadian di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (15/7/2023). Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 2-2 tersebut, pelatih berusia 44 tahun ini terlihat menghina wasit dan menunjukkan sikap tidak sportif.

Keputusan Komisi Disiplin PSSI

Dalam rilis resminya, Komisi Disiplin PSSI menjelaskan bahwa Ze Valente telah melanggar Pasal 58 ayat (1) dan Pasal 58 ayat (2) serta Pasal 58 ayat (3) Anggota dan/atau Pihak Terkait sepak bola dalam satu pertandingan. Pasal-pasal tersebut mengatur tentang perilaku tidak sportif terhadap wasit dan ofisial pertandingan.

"Pelatih PSIM Yogyakarta, Ze Valente, dinilai telah melanggar etik dan sportsmanship dengan menunjukkan sikap tidak hormat terhadap wasit dan ofisial pertandingan selama laga berlangsung," demikian pernyataan Komisi Disiplin PSSI yang diterima redaksi, Jumat (21/7/2023).

Sanksi tersebut akan membuat Ze Valente harus menonton dari tribun saat PSIM menjamu Persis Solo pada pekan ke-23 dan Persita Tangerang pada pekan ke-24. Dua laga tersebut akan digelar di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.

Reaksi PSIM Yogyakarta

Ketua Umum PSIM Yogyakarta, Budi Waseso, mengaku kecewa dengan keputusan Komisi Disiplin PSSI. Namun, ia mengaku akan mematuhi putusan tersebut.

"Kami menghormati keputusan Komisi Disiplin PSSI. Meski kecewa, kami akan menerima sanksi yang diberikan. Pelatih kami adalah orang yang passion dan emosional, tapi kami harus belajar mengendalikan emosi demi citra klub dan sepak bola Indonesia," ujar Budi saat dihubungi, Jumat (21/7/2023).

Budi menambahkan bahwa PSIM sudah menginstruksikan staf pelatih untuk menyiapkan strategi alternatif selama Ze Valente tidak bisa memimpin langsung dari pinggir lapangan.

"Kami sudah meminta asisten pelatih untuk lebih fokus dalam menyusun strategi. Kami juga akan meminta pelatih muda untuk mendampingi Pak Ze di tribun agar komunikasi tetap terjaga," jelasnya.

Dampak bagi Performa PSIM

Kehilangan Ze Valente tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi PSIM yang tengah berjuang untuk keluar dari zona degradasi. Sebelum sanksi ini, PSIM berada di posisi ke-18 klasemen sementara dengan raihan 19 poin dari 22 laga.

"Ini adalah ujian bagi kami. Kami harus tetap fokus dan konsisten meski tidak ada Pak Ze di pinggir lapangan. Semua pemain dan staf harus lebih berkomitmen untuk membawa hasil positif," ujar kapten PSIM, Maman Abdurrahman.

Ze Valente sendiri sebelumnya pernah menerima sanksi serupa pada Mei 2023 lalu saat PSIM dikalahkan oleh Persikabo 1978. Saat itu, ia dikenakan larangan mengikuti satu laga dan denda 10 juta rupiah karena aksi serupa.

Dengan keputusan Komisi Disiplin PSSI ini, PSIM harus mempersiapkan diri menghadapi dua laga krusial tanpa kehadiran pelatih utamanya. Performa tim di dua laga mendatang akan menjadi penentu apakah PSIM bisa bangkit atau terus tenggelam di zona merah klasemen BRI Super League.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter