30, 2026
Nasional

BRI Super League: Larangan Suporter Bertandang Dicabut, Ini Permintaan Ferry Paulus dan Ratu Tisha

Eko Wibowo
Eko Wibowo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

BRI Super League: Larangan Suporter Bertandang Dicabut

Manajemen BRI Super League mengumumkan pencabutan larangan suporter bertandang untuk pertandingan selanjutnya. Keputusan ini diambil setelah adanya permintaan dari Ferry Paulus dan Ratu Tisha, dua tokoh penting dalam dunia sepak bola Indonesia. Pencabutan larangan ini diharapkan dapat kembali menghidupkan atmosfer pertandingan yang meriah dan memberikan dukungan penuh bagi tim-tim yang bertanding.

Permintaan dari Ferry Paulus

Ferry Paulus, mantan pemain dan juga analis sepak bola ternama, menyampaikan pendapatnya mengenai pentingnya kehadiran suporter di stadion. Menurutnya, atmosfer yang diciptakan oleh suporter merupakan bagian tak terpisahkan dari dunia sepak bola. "Suporter adalah jantung dari sepak bola. Tanpa mereka, pertandingan terasa hampa dan kehilangan semangat," ujar Ferry Paulus melalui pernyataan resminya.

Ferry juga menambahkan bahwa keamanan dan ketertiban tetap menjadi prioritas utama. Ia menyoroti bahwa dengan adanya suporter bertandang, manajemen liga dan panitia pertandingan perlu meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan semua berjalan aman dan tertib. "Kita perlu membuktikan bahwa kita bisa mengelola keamanan dengan baik. Ini adalah tantangan yang bisa kita hadapi jika ada komitmen bersama," tegasnya.

Posisi Ratu Tisha

Ratu Tisha, yang dikenal sebagai suporter setia dan juga aktivis suporter, menyambut baik pencabutan larangan ini. Ia menyatakan bahwa suporter telah menunjukkan kematangan dalam mendukung tim kesayangannya. "Kami suporter siap mendukung dengan baik dan tidak akan mengulangi kesalahan di masa lalu. Kami hanya ingin memberikan dukungan penuh untuk tim kesayangan," ucap Ratu Tisha.

Ratu juga menyoroti pentingnya komunikasi antara pihak manajemen liga, klub, dan kelompok suporter. Menurutnya, dengan adanya komunikasi yang baik, banyak masalah yang bisa dicegah sebelum terjadi. "Kami siap berdialog dan bekerja sama untuk menciptakan atmosfer sepak bola yang positif dan menyenangkan bagi semua pihak," tambahnya.

Respon Manajemen BRI Super League

Manajemen BRI Super League menyatakan bahwa mereka telah mempertimbangkan berbagai aspek seputar pencabutan larangan ini. Menurut Ketua Umum BRI Super League, keamanan tetap menjadi prioritas utama. "Kami telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pemerintah daerah untuk memastikan keamanan dan ketertiban terjaga dengan baik selama pertandingan berlangsung," jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan menerapkan sejumlah aturan ketat bagi suporter yang akan bertandang. Antara lain, pembatasan jumlah tiket untuk suporter tim tamu, pemeriksaan ketat di gerbang stadion, serta penempatan khusus untuk suporter tim tamu. "Semua ini dilakukan untuk memastikan pertandingan berjalan aman dan meriah tanpa ada gangguan," tambahnya.

Reaksi dari Klub-klung BRI Super League

Beberapa klub di BRI Super League menyambut baik keputusan pencabutan larangan suporter bertandang. Manajer Persib Bandung, Yaya Sunarya, menyatakan bahwa kehadiran suporter sangat penting untuk motivasi para pemain. "Kami sangat senang dengan keputusan ini. Suporter adalah bagian tak terpisahkan dari tim, dan kehadiran mereka akan memberikan motivasi ekstra bagi pemain," ujarnya.

Sementara itu, manajer Arema FC, Gilang Bhaskara, menyatakan bahwa klubnya sudah siap menyambut suporter dari tim-tim lain. "Kami sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut suporter tamu. Kami percaya bahwa dengan dukungan penuh dari suporter, pertandingan akan semakin seru dan kompetitif," katanya.

Rencana Implementasi

Pencabutan larangan suporter bertandang akan mulai diterapkan pada pekan kelima BRI Super League yang akan datang. Manajemen liga telah memetakan beberapa stadion yang dianggap aman dan mampu menampung suporter dari kedua tim. Beberapa stadion yang dipilih antara lain Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Stadion Si Jalak Harupat Bandung, dan Stadion Kanjuruhan Malang.

Untuk memastikan implementasi berjalan lancar, manajemen liga akan mengadakan rapat koordinasi dengan pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan perwakilan klub sebelum pertandingan dimulai. "Kami akan melakukan monitoring ketat selama pertandingan berlangsung. Jika ada yang tidak sesuai dengan aturan, kami akan segera mengambil tindakan," tegas Ketua Umum BRI Super League.

Harapan untuk Liga yang Lebih Meriah

Dengan dicabutkannya larangan suporter bertandang, diharapkan BRI Super League akan kembali memunculkan atmosfer sepak bola yang meriah dan penuh semangat. Keberadaan suporter diharapkan dapat memberikan dukungan penuh bagi tim-tim yang bertanding, sekaligus menciptakan persaingan yang sehat dan kompetitif.

Ferry Paulus dan Ratu Tisha menyatakan keyakinan bahwa dengan adanya dukungan penuh dari suporter, kualitas permainan di BRI Super League akan semakin meningkat. "Sepak bola adalah tentang passion, dan suporter adalah sumber passion terbesarnya. Dengan mereka di stadion, pertandingan akan semakin hidup dan menarik," pungkas Ferry Paulus.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eko Wibowo

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter