29, 2026
Teknologi

Bukan Satukan Semua Aplikasi, Komdigi Siapkan 'Jalan Tol' Data Pemerintah

Teguh Syahputra
Teguh Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Komdigi Siapkan 'Jalan Tol' Data Pemerintah untuk Akses Cepat dan Terintegrasi

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Direktorat Jenderal Percepatan Transformasi Digital (Komdigi) tengah mempersiapkan infrastruktur data berstandar nasional yang dijuluki sebagai "jalan tol" data pemerintah. Inisiatif ini bertujuan untuk memudahkan akses data antarinstansi pemerintah secara cepat dan terintegrasi, tanpa harus menggabungkan semua aplikasi yang ada.

Kepala Komdigi, Semuel Abrijani Pangerapan, menjelaskan bahwa konsep "jalan tol" data ini berbeda dengan pendekatan satukan semua aplikasi yang seringkali memakan waktu dan biaya besar. Menurutnya, pendekatan yang akan diimplementasikan lebih fokus pada pembangunan infrastruktur data yang standar dan interoperabel.

"Kita tidak perlu menggabungkan semua aplikasi. Kita hanya perlu membuat jalur data yang standar sehingga setiap aplikasi bisa saling berkomunikasi," ujar Semuel dalam keterangannya, Rabu (15/11).

Konsep dan Implementasi

Konsep "jalan tol" data ini akan memanfaatkan teknologi API (Application Programming Interface) yang telah dikembangkan oleh Kominfo. API ini akan menjadi jembatan penghubung antar sistem aplikasi pemerintah, memungkinkan pertukaran data secara real-time dan aman.

Implementasi infrastruktur ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari tingkat nasional hingga daerah. Komdigi telah mempersiapkan standar data nasional yang menjadi acuan dalam pengembangan infrastruktur ini. Standar ini mencakup format data, protokol komunikasi, serta mekanisme keamanan data.

"Kita sudah memiliki standar data nasional yang komprehensif. Sekarang tinggal bagaimana kita memastikan setiap aplikasi pemerintah mengadopsi standar ini," tambah Semuel.

Manfaat bagi Transformasi Digital

Pembangunan "jalan tol" data ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital di pemerintahan. Dengan infrastruktur data yang terintegrasi, proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan berbasis data.

Salah satu manfaat nyata yang akan dirasakan adalah percepatan layanan publik. Misalnya, dalam proses pelayanan perizinan, data dari berbagai instansi dapat diakses secara real-time tanpa harus melakukan input data berulang kali.

"Dengan infrastruktur ini, warga tidak perlu lagi datang ke berbagai kantor untuk mengurus dokumen yang saling terkait. Semua bisa diakses secara online dan terintegrasi," jelas Semuel.

Tantangan yang Dihadapi

Meski konsepnya terdengar sederhana, implementasi "jalan tol" data ini tidak tanpa tantangan. Salah satu hambatan utama adalah perbedaan sistem yang sudah ada di setiap instansi pemerintah.

"Banyak instansi masih menggunakan sistem legacy yang sulit diintegrasikan. Karena itu, kita perlu pendekatan bertahap dan memastikan semua pihak siap untuk bertransisi," ungkap Semuel.

Selain itu, isu keamanan data juga menjadi perhatian serius. Dengan semakin banyaknya pertukaran data antarinstansi, potensi risiko kebocoran data juga meningkat. Untuk itu, Komdigi tengah mengembangkan mekanisme keamanan yang lebih ketat.

Langkah Selanjutnya

Sebagai langkah awal, Komdigi akan melakukan asesmen terhadap kondisi infrastruktur data di setiap kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Hasil asesmen ini akan menjadi acuan dalam perencanaan implementasi "jalan tol" data.

"Kita akan memulai dari beberapa kementerian yang siap dan memiliki sistem yang relatif modern. Setelah berhasil, baru kita perluas ke instansi lainnya," tambah Semuel.

Selain itu, Komdigi juga akan melakukan sosialisasi intensif kepada seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pemahaman yang sama mengenai pentingnya infrastruktur data terintegrasi.

Dengan implementasi "jalan tol" data ini, pemerintah berharap dapat mewujudkan pemerintahan yang lebih efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang perubahan cara bekerja dan berpikir dalam birokrasi.

"Infrastruktur data ini adalah fondasi penting untuk Indonesia maju. Dengan data yang terintegrasi, kita bisa membuat kebijakan yang lebih tepat sasar dan layanan publik yang lebih baik," tutup Semuel.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Syahputra

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter