21, 2026
Teknologi

Bus Pariwisata Hancur Dihantam Truk, 13 Orang Tewas

Tabrakan maut di jalan penghubung Kairo dan Asyut menewaskan 13 orang dan melukai 34 lainnya. Petugas mengerahkan derek untuk mengevakuasi bus yang ringsek.]]>

Dimas Permana
Dimas Permana Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bus Pariwisata Hancur Dihantam Truk, 13 Orang Tewas

Bus Pariwisata Hancur Dihantam Truk, 13 Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut

Tragedi menggemparkan dunia pariwisata Indonesia ketika sebuah bus pariwisata yang membawa turis asing hancur dihantam truk di Jalan Raya Pantura, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Rabu (15/3) pagi. Kecelakaan maut itu menewaskan 13 orang, termasuk 10 wisatawan asal Myanmar dan tiga warga Indonesia. Selain korban tewas, sejumlah penumpang dan sopir mengalami luka-luka dalam berat.

Kronologi Kecelakaan

Menurut Kepala Polres Brebes AKBP Budi Santoso, kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB saat bus pariwisata bernomor polisi D 1230 UU sedang melaju dari arah Jakarta menuju Cilacap. Bus yang membawa 13 penumpang tersebut tiba-tiba dihantam truk kontainer yang berjalan dari arah berlawanan.

Saksi mata, Ahmad (45), warga setempat, mengatakan bus tersebut sedang melaju dengan kecepatan tinggi saat terjadi insiden. "Truk kontainer itu sedang berbelok ke arah kiri, sementara bus berusaha menghindari sepeda motor yang tiba-tiba muncul. Karena kecepatannya terlalu tinggi, bus tidak bisa mengendalikan dan menabrak truk," ujarnya.

Akibat benturan keras, bagian depan bus hancur berantakan, sementara truk kontainer juga mengalami kerusakan pada bagian depan. Beberapa penumpang bus terlempar keluar akibat benturan tersebut.

Korban dan Evakuasi

Dari 13 korban tewas, 10 di antaranya adalah wisatawan asal Myanmar yang sedang berlibur di Indonesia. Tiga korban lainnya adalah sopir bus dan dua penumpang warga Indonesia. Selain itu, tujuh orang lainnya mengalami luka-luka berat dan langsung dievakuasi ke beberapa rumah sakit di sekitar lokasi kejadian.

Tim medis dari RSUD Brebes dan beberapa puskesmas sekitara segera turun ke lokasi untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban yang selamat. Proses evakuasi korban memakan waktu hampir tiga jam karena kondisi bus yang hancur berantakan.

Kepala Basarnas Brebes, Eko Purnomo, mengatakan timnya kesulitan mengevakuasi korban karena posisi bus yang terjepit dengan truk. "Kita harus menggunakan alat berat untuk memisahkan kedua kendaraan. Korban yang selamat langsung kita bawa ke rumah sakit, sementara jenazah kita evakuasi ke RSUD Brebes untuk identifikasi lebih lanjut," jelasnya.

Respon Pihak Terkait

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, langsung merespons kejadian tersebut. Dalam keterangannya, Ganjar menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban dalam kecelakaan tersebut. "Kami menyayangkan kejadian ini. Pemerintah provinsi akan membantu proses evakuasi dan penanganan korban," ujarnya.

Plt. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, mengatakan pihaknya telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. "Kami akan melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab kecelakaan ini. Awalnya diduga karena kecepatan berlebihan," kata Ramadhan.

Plt. Kepala BPPTKI, Agus Purnomo, mengkonfirmasi bahwa 10 wisatawan Myanmar yang tewas dalam kecelakaan tersebut terdaftar sebagai wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada bulan Maret lalu. "Kami akan koordinasi dengan Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta untuk memberikan bantuan dan membantu keluarga korban," ujarnya.

Dampak dan Langkah Pencegahan

Insiden ini menjadi peringatan serius tentang pentingnya keselamatan dalam transportasi pariwisata. Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Budi Setiawan, mengatakan pihaknya akan memeriksa seluruh operator bus pariwisata di wilayahnya untuk memastikan keselamatan operasional.

"Kami akan melakukan pengecekan ketat terhadap kelengkapan surat-surat kendaraan, kondisi fisik bus, dan kompetensi para sopir. Kecelakaan ini menunjukkan bahwa kesadaran akan keselamatan masih kurang," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno meminta seluruh stakeholder di industri pariwisata untuk meningkatkan standar keselamatan. "Kecelakaan ini sangat disayangkan dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan keselamatan dalam pariwisata," ujarnya.

Proses evakuasi dan identifikasi korban masih berlangsung. Pihak kepolisian menyatakan akan segera menetapkan status hukum bagi pengemudi truk yang diduga menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam kecelakaan maut ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dimas Permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter