Bus TransJ Arah Pulo Gadung Keluarkan Asap Putih Tebal, Penumpang Dievakuasi
Sebuah bus TransJ jurusan Pulo Gadung mengeluarkan asap putih tebal di tengah perjalanan, menyebabkan panik di antara para penumpang. Insiden yang terjadi pada Rabu (15/3) siang ini memaksa seluruh penumpang untuk dievakuasi secara darurat.
Saksi mata mengatakan bahwa bus bernomor polisi B 1234 XYZ sedang melaju di Jalan Raya Bekasi KM 15, Jakarta Timur, ketika tiba-tiba asap putih tebal mulai keluar dari bagian mesin. Asap yang semakin pekat tersebut langsung menimbulkan kepanikan di antara para penumpang yang berjumlah sekitar 40 orang.
"Tiba-tiba ada asap tebal keluar dari bawah bus. Bau harumnya menusuk hidung, beberapa orang langsung panik dan berteriak," ujar salah satu penumpang bernama Ahmad (32) yang berhasil selamat dari insiden tersebut.
Ketika asap semakin menggumpal, sopir bus langsung menghentikan kendaraan di sepanjang jalan dan membuka semua pintu untuk memudahkan evakuasi. Beberapa penumpang yang merasa sesak napas langsung melompat keluar dari bus dalam keadaan panik.
Respon Cepat Petugas Pemadam Kebakaran
Setelah menerima laporan warga, petugas dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta Timur tiba di lokasi dalam waktu kurang dari 10 menit. Tim Damkar segera melakukan penanganan awal dengan menggunakan alat pemadam api ringan untuk memadamkan api yang diduga berasal dari mesin bus.
"Ketika tiba di lokasi, kita langsung melakukan evakuasi dan pemadaman api. Api sudah berhasil kita redam sebelum menyebar ke bagian lain bus," jelas Kepala Satuan Damkar Jakarta Timur, Budi Santoso dalam keterangannya.
Setelah api berhasil dipadamkan, tim Damkar melakukan pendinginan pada mesin bus untuk mencegah kembali terjadi kebakaran. Bus tersebut kemudian ditarik oleh truk derek ke bengkel terdekat untuk diperiksa lebih lanjut.
Tidak Ada Korban Jiwa, Dua Penumpang Dirawat
Menurut informasi dari petugas medis yang datang ke lokasi, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, dua penumpang mengalami luka ringan akibat kepanikan dan terjatuh saat keluar dari bus.
"Dua penumpang mengalami lecet dan luka memar saat keluar dari bus dalam kondisi panik. Keduanya sudah kita periksa dan diberikan perawatan dasar di tempat," jelas petugas medis dari Puskesmas Kecamatan Jatinegara, dr. Ratna Dewi.
Penumpang yang mengalami luka tersebut adalah seorang wanita berusia 45 tahun dan seorang pria berusia 28 tahun. Keduanya dirawat di Puskesmas Jatinegara untuk observasi lebih lanjut sebelum dilepas ke rumah masing-masing.
Pihak TransJ Minta Maaf dan Janji Investigasi
Manajer Operasional TransJ, Hendra Wijaya, mengaku menyesali kejadian yang menimpen penumpangnya. Ia meminta maaf kepada seluruh penumpang yang menjadi korban kepanikan akibat insiden ini.
"Kami meminta maaf atas kejadian yang tidak diinginkan ini. Tim teknis kami segera akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab kebakaran di mesin bus tersebut," ujar Hendra dalam konferensi pers singkat di kantor TransJ.
Menurutnya, bus yang terlibat dalam insiden ini sudah menjalani rutinitas perawatan sesuai jadwal. Namun, ia mengakui bahwa ada kemungkinan ada komponen yang tidak terdeteksi selama proses perawatan.
TransJ juga menyatakan akan memberikan kompensasi kepada para penumpang yang terkena dampak kejadian ini. Selain itu, mereka akan melakukan pengecekan khusus pada seluruh armada bus yang serupa untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Menurut Ahli, Kebakaran Mesin Bus Bisa Disebabkan Beberapa Faktor
Menurut ahli keselamatan transportasi, Dr. Ir. Budi Santoso, M.T., kebakaran pada mesin bus bisa disebabkan oleh beberapa faktor. "Kebakaran mesin bus umumnya disebabkan oleh kebocoran oli atau bahan bakar, hubungan pendek listrik, atau overheat akibat pendinginan yang tidak optimal," jelas Budi.
Ia menambahkan bahwa pihak transportasi perlu melakukan perawatan yang lebih ketat terutama pada sistem listrik dan sistem pendinginan mesin. "Pemeriksaan visual tidak cukup, perlu dilakukan pemeriksaan mendalam secara berkala untuk memastikan semua komponen dalam kondisi baik," tambahnya.
Dengan insiden ini, pihak berwenang diharapkan dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh operator bus umum untuk memastikan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama.
Komentar (0)