Bus Tunggal Dara Terbakar di Tol Semarang, Api Dalam Sekejap Menghabuskannya Menjadi Rangka
Tragedi kebakaran mengguncang ruas Tol Semarang-Solo, tepatnya di KM 517 arah Semarang, pada Rabu (15/11) siang. Sebuah bus penumpang Tunggal Dara jurusan Jakarta-Surabaya terbakar hebat dan ludes dalam waktu singkat. Insiden ini menyebabkan panik di antara penumpang yang berhasil selamat, serta mengakibatkan kemacetan parah di jalur tol tersebut.
Kronologi Kecelakaan
Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Menurut keterangan saksi mata, api pertama kali muncul dari bagian mesin bus. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian bus. Penumpang yang sedang dalam perjalanan pun langsung panik dan berusaha menyelamatkan diri.
"Saya sedang duduk di depan. Tiba-tiba ada asap tebal dari bagian mesin. Kemudian api langsung membesar. Saya langsung membuka jendela dan melompat keluar," kata salah satu penumpang yang selamat, Ahmad (32).
Ditambahkan Ahmad, saat kejadian ia hampir tidak bisa menyelamatkan diri karena pintu utama bus terhambapi api. "Saya melompat dari jendela samping. Ada beberapa penumpang lain yang juga melompat kelari. Beberapa bahkan terluka karena terjatuh dari ketinggian," ujarnya.
Evakuasi dan Penanganan
Tim pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PK) Kota Semarang tiba di lokasi sekitar 20 menit setelah mendapat laporan. Namun, api sudah sangat besar dan sulit dikendalikan. Pemadam kebakaran membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk bisa membakar api secara menyeluruh.
Kepala Dinas PK Kota Semarang, Budi Santoso, mengatakan bahwa api sudah begitu besar ketika tim tiba di lokasi. "Kami mendapat laporan pukul 13.35 WIB. Tim langsung dikerahkan ke lokasi. Saat tiba, bus sudah terbakar hingga ke bagian penumpang. Api diduga berasal dari short listrik di mesin," jelas Budi.
Seluruh penumpang dan awak bus berhasil dievakuasi. Dari 40 penumpang yang ada, 32 orang mengalami luka ringan hingga sedang, termasuk luka bakar, memar, dan gegar otak. Mereka langsung dibawa ke beberapa rumah sakit terdekat, RSUD Dr. Kariadi, RS Islam Sultan Agung, dan RS Hermina Semarang untuk mendapat perawatan.
Korban dan Dampak
Kepala Satlantas Polrestabes Semarang, Kompol Rudi, mengatakan bahwa insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian material sangat besar. Bus Tunggal Dara bernomor polisi B 1234 UU itu hampir seluruhnya hangus dan hanya menyisakan rangka.
Salah satu korban, Siti (45), mengungkapkan kekagetannya saat api mulai membesar. "Saya sedang tidur. Tiba-tiba ada yang berteriak 'api! api!'. Saya langsung terbangun dan melihat api sudah menjalar cepat. Saya berlari ke depan dan melompat dari jendela depan. Terasa sangat panas dan sesak," kisahnya sambil menangis.
Investigasi dan Penyebab
Tim penyidik dari Polrestabes Semarang langsung melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk sopir dan kondektur bus yang selamat.
Dampak Lalu Lintas
Kebakaran bus ini menyebabkan kemacetan parah di ruas Tol Semarang-Solo, terutama di jalur arah Semarang. Lalu lintas sempat macet total selama lebih dari dua jam hingga bus yang terbakar dapat diangkang.
Respons Perusahaan
PT Tunggal Dara Transport, selaku operator bus, menyatakan akan membantu seluruh korban yang terkena dampak kebakaran ini. "Kami akan menanggung semua biaya perawatan medis bagi korban. Selain itu, kami juga akan melakukan investigasi internal untuk mengetahui penyebab kebakaran," kata Direktur PT Tunggal Dara Transport, Budi Santoso.
Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. "Kami mohon maaf atas kejadian yang tidak diinginkan ini. Kami akan memastikan tidak ada hal serupa terjadi di masa depan dengan melakukan pengecekan rutin terhadap armada kami," tambahnya.
Tanggapan Publik
Insiden ini menuai berbagai respons dari publik. Banyak netizen mengungkapkan kekhwatiran terkait standar keamanan angkutan umum di Indonesia. "Sering terjadi kebakaran bus. Harus ada audit ketat untuk armada bus," komentar seorang netizen.
Di sisi lain, ada pula yang memuji cepatnya respons petugas pemadam kebakaran dan penanganan korban. "Semoga semua korban bisa segera sembuh. Terima kasih kepada petugas yang sudah cepat turun tangan," tulis warganet lainnya.
Pemerintah pusat dan daerah sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini. Namun, diharapkan insiden ini menjadi pelajaran bagi seluruh pihak, terutama operator angkutan umum, untuk meningkatkan standar keamanan demi mencegah kejadian serupa di masa depan.
Komentar (0)