28, 2026
Nasional

Cak Imin: MBG Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja

Teguh Syahputra
Teguh Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Cak Imin: MBG Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah atau akrab disapa Cak Imin menyatakan bahwa program Bantuan Tenaga Kerja (MBG) telah berhasil menyerap 1,3 juta tenaga kerja sejak pelaksanaannya. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi tantangan ketenagakerjaan pasca pandemi COVID-19 dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Program MBG sebagai Solusi Ketenagakerjaan

Program MBG merupakan inovasi pemerintah dalam memberikan dukungan bagi para pencari kerja dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Cak Imin, program ini dirancang untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia sekaligus membuka lapangan kerja baru yang berkualitas.

"MBG bukan sekadar program jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang untuk mengembekan kapasitas dan kompetensi tenaga kerja Indonesia," ujar Cak Imin dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (15/3).

Program ini berfokus pada tiga pilar utama, yaitu penyediaan pelatihan vokasi, pemberdayaan UMKM, dan fasilitasi pencocokan antara pelamar kerja dengan lowongan pekerjaan yang tersedia. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat terjadi sinergi antara kebutuhan industri dengan kualitas tenaga kerja yang tersedia.

Pelaksanaan dan Dampak Program

Sejak diluncurkan pada tahun 2021, MBG telah melaksanakan berbagai kegiatan pelatihan di seluruh Indonesia. Pelatihan ini mencakup berbagai bidang, mulai dari teknologi informasi, pariwisata, hingga industri kreatif. Para peserta pelatihan berasal dari berbagai kalangan, termasuk lulusan baru, pengusaha pemula, dan tenaga kerja yang terdampak pandemi.

Data resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa hingga Februari 2023, sebanyak 1,3 juta orang telah terlibat dalam program MBG. Dari jumlah tersebut, 850 ribu di antaranya telah berhasil mendapatkan pekerjaan, baik sebagai karyawan maupun pengusaha mandiri.

"Kami senang melihat respons positif dari masyarakat terhadap program ini. Banyak peserta yang setelah mengikuti pelatihan kemudian mendapatkan pekerjaan sesuai minat dan bakatnya," tambah Cak Imin.

Kolaborasi dengan Pihak Terkait

Keberhasilan MBG tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan asosiasi industri. Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan lebih dari 500 lembaga pelatihan terakreditasi serta 1.000 perusahaan untuk menyelenggarakan program ini.

"Kami terus mengembangkan jaringan kerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan program ini dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Kualitas peserta lulusan program juga menjadi perhatian utama kami," jelas Cak Imin.

Beberapa perusahaan besar yang turut serta dalam program ini antara lain adalah perusahaan teknologi, perkebunan, manufaktur, dan pariwisata. Mereka menyediakan peluang magang, pelatihan, dan lowongan kerja langsung bagi peserta MBG yang telah lulus.

Tantangan dan Masa Depan

Meski telah meraih kesuksesan signifikan, program MBG masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah masalah distribusi peserta yang tidak merata di beberapa daerah. Selain itu, adanya kesenjangan antara kebutuhan industri dengan kurikulum pelatihan masih menjadi permasalahan yang perlu diatasi.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah berencana melakukan evaluasi berkala terhadap program MBG. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan relevansi materi pelatihan dengan perkembangan industri dan kebutuhan pasar kerja yang terus berubah.

"Kami akan terus meningkatkan kualitas program MBG. Di tahun 2023, kami fokus pada pengembangan program pelatihan berbasis digital dan green jobs untuk mengikuti tren global," ujar Cak Imin.

Dengan terus berlanjutnya program ini, pemerintah berharap dapat mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. MBG diharapkan menjadi model program ketenagakerjaan yang dapat dikembangkan di negara lain.

Seiring dengan perkembangan zaman, program MBG juga akan terus berinovasi untuk menghadapi tantangan baru di dunia kerja. Digitalisasi, transformasi energi, dan ekonomi circular menjadi beberapa bidang yang akan menjadi fokus pengembangan program di masa depan.

"Investasi pada sumber daya manusia adalah investasi terpenting untuk masa depan bangsa. Melalui MBG, kami berkomitmen untuk mencetak tenaga kerja Indonesia yang unggul dan siap bersaing di kancah global," tutup Cak Imin.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Syahputra

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter