06, 2026
Teknologi

Cara Pakai Google Maps Offline saat Susah Sinyal, Tapi Ada Batas Waktunya!

Kirana Utami
Kirana Utami Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jakarta – Google Maps menjadi salah satu aplikasi navigasi paling andalan bagi pengguna smartphone, terutama ketika melakukan perjalanan ke daerah yang belum familiar. Namun, tidak semua wilayah di Indonesia memiliki koneksi internet yang stabil. Saat sinyal melemah atau bahkan hilang sama sekali, aplikasi peta digital ini bisa menjadi tidak berfungsi. Untungnya, Google Maps menyediakan fitur peta offline yang memungkinkan pengguna tetap bernavigasi meski tanpa koneksi internet. Fitur ini sangat berguna bagi mereka yang sering bepergian ke pelosok, daerah pegunungan, atau kawasan dengan jaringan seluler terbatas.

Fitur peta offline sebenarnya sudah lama tersedia dan dapat diakses secara gratis oleh semua pengguna Google Maps, baik di perangkat Android maupun iOS. Meski demikian, masih banyak pengguna yang belum memanfaatkannya secara optimal. Padahal, cara mengaktifkannya cukup sederhana dan bisa dilakukan dalam beberapa langkah. Hal yang perlu diingat, peta yang diunduh memiliki batas waktu berlaku dan kapasitas penyimpanan tertentu, sehingga pengguna perlu memperbaruinya secara berkala agar tetap akurat.

Cara Mengunduh Peta Offline di Google Maps

Untuk menggunakan fitur ini, pengguna harus mengunduh area peta terlebih dahulu saat masih terhubung ke internet. Prosesnya bisa dilakukan melalui aplikasi Google Maps di ponsel. Pertama, buka aplikasi Google Maps dan pastikan pengguna sudah masuk ke akun Google. Setelah itu, ketuk foto profil di pojok kanan atas layar, lalu pilih menu "Peta offline" atau "Offline maps". Pada halaman tersebut, akan muncul daftar peta offline yang sudah pernah diunduh, jika ada.

Selanjutnya, ketuk tombol "Pilih peta sendiri" atau "Select your own map". Pengguna akan diarahkan ke tampilan peta dunia. Geser dan atur area yang ingin diunduh, misalnya kota tujuan wisata atau rute perjalanan tertentu. Setelah kotak area muncul, pengguna dapat memperbesar atau memperkecil cakupan wilayah yang akan diunduh sesuai kebutuhan. Jika sudah sesuai, ketuk tombol "Unduh" atau "Download".

Proses pengunduhan memerlukan waktu beberapa detik hingga menit, tergantung ukuran area dan kecepatan koneksi internet. Setelah selesai, peta tersebut akan tersimpan di perangkat dan bisa diakses kapan saja tanpa jaringan seluler. Pengguna juga dapat mengunduh beberapa area sekaligus, misalnya untuk perjalanan lintas provinsi.

Batas Waktu dan Kapasitas Penyimpanan

Meski terbilang praktis, peta offline Google Maps tidak bisa digunakan selamanya. Google menerapkan kebijakan masa berlaku, yaitu sekitar 15 hari hingga 1 tahun tergantung pada jenis akun dan kebijakan yang berlaku. Untuk peta offline yang diunduh melalui akun Google biasa, masa berlakunya umumnya 30 hari. Setelah periode tersebut, peta akan kedaluwarsa dan tidak bisa lagi digunakan untuk navigasi. Pengguna harus memperbarui atau mengunduh ulang peta tersebut saat kembali terhubung ke internet.

Selain batas waktu, ada juga batasan kapasitas penyimpanan. Setiap area peta yang diunduh memakan ruang penyimpanan di perangkat. Ukurannya bervariasi, mulai dari puluhan megabyte untuk area kecil hingga ratusan megabyte untuk wilayah yang luas. Google Maps membatasi jumlah peta offline yang bisa disimpan, umumnya hingga 10 hingga 20 area, tergantung pada perangkat dan versi aplikasi. Jika penyimpanan ponsel penuh, pengguna perlu menghapus peta lama sebelum mengunduh yang baru.

Fitur yang Tetap Berfungsi Tanpa Internet

Saat menggunakan peta offline, tidak semua fitur Google Maps bisa diakses. Navigasi belok demi belok atau turn-by-turn navigation tetap berfungsi asalkan rute sudah dihitung sebelumnya saat masih online. Pengguna juga bisa melihat lokasi saat ini menggunakan GPS ponsel, meski tanpa koneksi internet. Namun, informasi lalu lintas secara real-time, harga bahan bakar, ulasan tempat, dan fitur pencarian tempat baru tidak akan tersedia. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk merencanakan rute dan menyimpan lokasi penting sebelum berangkat.

Google Maps juga memungkinkan pengguna mengunduh peta melalui koneksi Wi-Fi untuk menghemat kuota data. Setelah peta tersimpan, pengguna bisa mengaktifkan mode pesawat atau mematikan data seluler untuk menguji apakah peta tetap bisa dibuka. Jika peta berhasil dimuat, artinya unduhan sudah benar dan siap digunakan.

Tips agar Peta Offline Tetap Akurat

Ada beberapa tips agar penggunaan peta offline lebih optimal. Pertama, perbarui peta secara rutin sebelum masa berlakunya habis. Google biasanya mengirimkan notifikasi pengingat beberapa hari sebelum peta kedaluwarsa. Kedua, unduh peta pada malam hari atau saat terhubung ke Wi-Fi agar tidak mengganggu aktivitas dan menghemat kuota. Ketiga, pilih area yang benar-benar dibutuhkan, misalnya sekitar 50 hingga 100 kilometer dari rute perjalanan, untuk mengantisipasi jalan alternatif.

Keempat, pastikan GPS ponsel dalam kondisi aktif dan akurat. Peta offline tetap memerlukan sinyal GPS untuk menentukan posisi pengguna. Kelima, simpan peta di penyimpanan internal jika memungkinkan, karena beberapa perangkat tidak dapat mengakses peta offline yang tersimpan di kartu SD. Terakhir, periksa kembali rute sebelum berangkat dan catat titik-titik penting seperti SPBU, rumah sakit, atau restoran yang mungkin tidak muncul di peta offline.

Dengan memahami cara pakai dan batasannya, fitur peta offline Google Maps dapat menjadi penyelamat saat sinyal menghilang. Meski tidak sempurna, fitur ini cukup membantu mengurangi risiko tersesat di daerah tanpa jaringan. Pengguna hanya perlu disiplin memperbarui peta dan merencanakan perjalanan dengan matang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Utami

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter