06, 2026
Teknologi

Menkes Ungkap Trik Hemat Odol, Satu Tube Bisa Dipakai 1,5 Tahun

Menkes Budi Gunadi Sadikin berbagi tips hemat pasta gigi. Cukup gunakan seukuran biji polong, satu tube bisa bertahan hingga 1,5 tahun.]]>

Sandi Setiawan
Sandi Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Menkes Ungkap Trik Hemat Odol, Satu Tube Bisa Dipakai 1,5 Tahun

Menkes Ungkap Trik Hemat Odol, Satu Tube Bisa Dipakai 1,5 Tahun

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan sebuah kebiasaan sederhana yang dinilainya mampu menghemat pengeluaran rumah tangga secara signifikan, yakni penggunaan pasta gigi atau odol. Menurutnya, dengan takaran yang tepat, satu tube pasta gigi berukuran standar dapat digunakan hingga 1,5 tahun. Hal ini disampaikannya dalam sebuah forum diskusi kesehatan yang membahas pentingnya pola hidup bersih dan hemat di tengah masyarakat.

Dalam paparannya, Menkes menjelaskan bahwa kebanyakan orang menggunakan pasta gigi secara berlebihan. Ia mencontohkan dirinya sendiri yang hanya menggunakan pasta gigi sebesar biji jagung atau bahkan lebih kecil saat menyikat gigi. "Saya itu satu tube odol bisa tahan satu setengah tahun. Bayangkan kalau semua orang seperti itu, berapa banyak penghematan yang bisa dilakukan," ujar Budi Gunadi Sadikin. Ia menambahkan, produsen pasta gigi umumnya menyarankan penggunaan sebesar kacang polong, namun dalam praktiknya, jumlah tersebut masih terlalu banyak untuk kebutuhan membersihkan gigi secara efektif.

Efektivitas Pasta Gigi Tidak Ditentukan oleh Banyaknya Busa

Menkes menekankan bahwa efektivitas menyikat gigi tidak ditentukan oleh banyaknya busa yang dihasilkan. Selama ini, banyak masyarakat yang mengasosiasikan busa melimpah dengan kebersihan maksimal, padahal fungsi utama pasta gigi adalah membantu mengangkat plak dan memberikan rasa segar, sementara pembersihan mekanis justru dilakukan oleh sikat gigi. Dengan demikian, penggunaan pasta gigi dalam jumlah kecil tetap efektif asalkan teknik menyikat gigi dilakukan dengan benar, yakni selama minimal dua menit dan menjangkau seluruh permukaan gigi.

Ia juga mengingatkan bahwa menyikat gigi yang benar adalah dua kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Kebiasaan ini jauh lebih penting dibandingkan jumlah pasta gigi yang digunakan. Menurut data Kementerian Kesehatan, masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi salah satu keluhan kesehatan masyarakat yang cukup tinggi. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan bahwa proporsi penduduk Indonesia yang memiliki masalah gigi dan mulut berada di angka yang signifikan, namun kesadaran untuk memeriksakan diri ke dokter gigi masih rendah.

Dampak Penghematan bagi Rumah Tangga

Jika dihitung secara matematis, kebiasaan hemat pasta gigi ini dapat memberikan dampak nyata bagi pengeluaran rumah tangga. Harga satu tube pasta gigi ukuran 190 gram berkisar antara Rp15.000 hingga Rp30.000 tergantung merek. Jika satu keluarga terdiri dari empat orang dan masing-masing menggunakan satu tube per bulan, maka pengeluaran bulanan bisa mencapai Rp60.000 hingga Rp120.000. Namun, dengan metode yang dianjurkan Menkes, pengeluaran tersebut bisa ditekan hingga lebih dari setengahnya. Uang yang dihemat, kata Budi, bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih penting seperti membeli makanan bergizi atau menabung.

Di sisi lain, imbauan ini juga sejalan dengan gerakan hidup hemat dan cermat yang tengah digalakkan pemerintah di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menkes berharap masyarakat mulai mengubah paradigma bahwa konsumsi berlebihan identik dengan hasil yang lebih baik. "Kesehatan itu bukan soal seberapa banyak produk yang kita pakai, tapi seberapa konsisten kita menjalankan perilaku hidup sehat," tegasnya.

Tanggapan dan Konteks Kebijakan Kesehatan

Pernyataan Menkes ini mendapat beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian menilai tips tersebut masuk akal dan layak dicoba, terutama bagi keluarga muda yang sedang mengatur anggaran. Namun, sebagian lain menganggap anjuran itu terlalu ekstrem dan sulit diterapkan, terutama bagi mereka yang sudah terbiasa menggunakan pasta gigi dalam jumlah banyak. Terlepas dari pro dan kontra, pesan utama yang ingin disampaikan adalah pentingnya efisiensi dan tidak boros dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks kebijakan kesehatan nasional, Kementerian Kesehatan terus mendorong program Indonesia Sehat dengan pendekatan promotif dan preventif. Salah satu fokusnya adalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terabaikan. Menkes mengingatkan bahwa perawatan gigi yang buruk dapat memicu berbagai penyakit lain, termasuk infeksi yang berpotensi memengaruhi kesehatan jantung dan organ lainnya. Oleh karena itu, kebiasaan menyikat gigi dengan benar dan teratur jauh lebih penting daripada sekadar menggunakan banyak pasta gigi.

Dengan gaya penyampaiannya yang santai namun sarat pesan, Menkes Budi Gunadi Sadikin kembali menegaskan bahwa perubahan besar dalam kesehatan dan keuangan keluarga bisa dimulai dari langkah kecil. Menggunakan pasta gigi secukupnya, kata dia, adalah salah satu contoh nyata bagaimana kebiasaan sederhana dapat berdampak luas, baik bagi kesehatan pribadi maupun bagi ketahanan ekonomi rumah tangga. Masyarakat diimbau untuk tidak terjebak pada pola konsumtif dan lebih bijak dalam memanfaatkan setiap produk yang digunakan sehari-hari.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Sandi Setiawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter