30, 2026
Nasional

Cegah DBD Tak Cukup 3M, Kebiasaan Ini Juga Tak Boleh Diabaikan

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/02/03/69818e80b8ea9-ilustrasi-nyamuk-demam-berdarah_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Cegah DBD Tak Cukup 3M, Kebiasaan Ini Juga Tak Boleh Diabaikan

Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi masalah kesehatan yang mengkhawatirkan di Indonesia meskipun upaya pencegahan dengan gerakan 3M (Menguras, Menutup, Mengubur) telah dilakukan secara masif. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada kebiasaan lain yang sering diabaikan namun memiliki pengaruh signifikan dalam penyebaran penyakit ini. Kebiasaan tersebut terkait dengan aktivitas manusia di luar rumah yang menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.

Peran Lingkungan Eksternal dalam Penyebaran DBD

Peneliti dari Universitas Indonesia menemukan bahwa sekitar 40% kasus DBD berasal dari gigitan nyamuk yang berasal dari area di luar lingkungan rumah tangga. "Meski kita telah bersungguh-sungguh melakukan 3M di rumah, nyamuk masih bisa menemukan tempat berkembang biak di area sekitar seperti taman, pekarangan, atau tempat pembuangan sampah yang kurang terawat," jelas dr. Siti Nurhaliza, M.Pd.Kes, peneliti bidang entomologi medis.

Nyamuk Aedes aegypti, vektor utama virus dengue, sebenarnya memiliki jarak terbang yang tidak terlalu jauh, sekitar 100-200 meter dari tempat berkembang biaknya. Namun, kebiasaan manusia yang sering beraktivitas di luar rumah tanpa perlindungan yang memadai membuat rentan terkena gigitan nyamuk.

Kegiatan Luar Ruangan yang Berisiko Tinggi

Beberapa kegiatan di luar ruangan menjadi faktor risiko tinggi terjangkit DBD. Aktivitas seperti berkebun di pagi hari, berolahraga di taman umum, atau bahkan bermain anak-anak di halaman sekolah menjadi momen krusial karena nyamuk aktif pada siang hari.

"Kita sering melihat orang-orang beraktivitas di luar rumah tanpa menggunakan obat nyamuk (repellent) atau pakaian yang cukup menutupi. Padahal, pada siang hari nyamuk Aedes aegypti sangat aktif mencari mangsa," tambah dr. Siti.

Di beberapa daerah, tradisi berkebun atau bertani di pekarangan rumah menjadi faktor penyebaran DBD. Wadah tanaman seperti pot bunga yang menampung air hujan menjadi tempat subur bagi nyamuk bertelur. "Banyak orang tidak menyadari bahwa tanaman hias di halaman atau depan rumah bisa menjadi sarang nyamuk jika diperhatikan," ujar dr. Ahmad Rizki, spesiklin penyakit dalam RS Pelni Jakarta.

Upaya Pencegahan Holistik

Dengan mempertimbangkan temuan ini, pihak kesehatan menekankan perlunya pendekatan holistik dalam pencegahan DBD. Selain 3M, masyarakat juga diimbau untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan berikut:

Pertama, gunakan repellen atau obat nyamuk saat beraktivitas di luar rumah, terutama pada pagi dan sore hari. Kedua, kenakan pakaian yang menutupi tubuh, lengan panjang dan celana panjang jika memungkinkan. Ketiga, perhatikan kondisi area sekitar rumah, termasuk taman dan pekarangan tetangga.

Pemerintah daerah juga diminta untuk memperhatikan sanitasi di area umum seperti taman, sekolah, dan tempat ibadah. "Kami akan meningkatkan penyemprotan disinfektan di area-area rawan nyamuk, terutama sekolah dan taman umum yang sering dikunjungi masyarakat," kata Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Budi Santoso.

Pentingnya Edukasi Masyarakat

Kementerian Kesehatan mengakui bahwa masih banyak masyarakat yang kurang memahami faktor-faktor risiko DBD di luar lingkungan rumah. "Kami akan intensifkan kampanye edukasi tentang pentingnya perlindungan diri dari nyamuk tidak hanya di dalam rumah tetapi juga di luar," jelas dr. Tjandra Yoga Aditama, mantan Dirjen P2P dan Konsultan Kesehatan.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sejak awal tahun 2023, sudah ada 72.000 kasus DBD dengan 532 kematian di seluruh Indonesia. Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur menjadi provinsi dengan kasus terbanyak.

Dengan memperluas pemahaman tentang pencegahan DBD, diharapkan angka kasus dan kematian dapat diturunkan. "DBD bisa dicegah dengan cara sederhana jika kita sadar dan disiplin," tutup dr. Siti.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter