02, 2026
Nasional

Cegah Kecelakaan saat Nataru, 2.140 Kapal Diperiksa Kelaikan Melaut

Kemenhub akan periksa 2.140 kapal menjelang Angkutan Laut Nataru 2026/2027 untuk memastikan keselamatan.]]>

Hesti Nasution
Hesti Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Cegah Kecelakaan saat Nataru, 2.140 Kapal Diperiksa Kelaikan Melaut

Cegah Kecelakaan saat Nataru, 2.140 Kapal Diperiksa Kelaikan Melaut

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait telah melakukan pemeriksaan kelaikan 2.140 kapal dalam rangka antisipasi kecelakaan laut saat musim mudik dan libur Natal-Tahun Baru (Nataru). Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan semua kapal yang akan membawa penumpang dalam periode padat arus lalu lintas ini memenuhi standar keselamatan.

Pemeriksaan Ketat Dilakukan Sebelum Musim Mudik

Kepala BPBD Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari langkah preventif guna mengantisipasi potensi kecelakaan laut. "Kami melakukan pemeriksaan ketat terhadap kapal-kapal yang akan beroperasi selama musim mudik dan libur Nataru. Tujuannya adalah untuk memastikan keselamatan para penumpang," ujar Sigit dalam keterangannya, Kamis (14/12).

Pemeriksaan dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, Dinas Perhubungan, Basarnas, Kementerian Perhubungan, serta unsur TNI dan Polri. Tim tersebut memeriksa berbagai aspek mulai dari kondisi fisik kapal, kelengkapan alat keselamatan, hingga kompetensi nakhoda dan awak kapal.

Aspek yang Diperiksa

Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syahrul, aspek utama yang diperiksa adalah kelengkapan alat keselamatan di atas kapal. "Kami pastikan setiap kapal memiliki alat pelindung diri (APD), pelampung, alat pemadam kebakaran, dan radio komunikasi yang berfungsi dengan baik. Kapal juga harus memiliki sertifikat kelaikan yang masih berlaku," terang Syahrul.

Selain itu, tim juga memeriksa kondisi mesin, sistem listrik, dan stabilitas kapal. Kapal yang ditemukan memiliki kerusakan atau tidak memenuhi standar keselamatan akan dilarang beroperasi hingga diperbaiki secara memadai. "Kami tidak akan mengizinkan satupun kapal yang tidak layak melaut untuk membawa penumpang. Keselamatan adalah prioritas utama," tegas Syahrul.

Tingkat Kelaikan Kapal yang Ditemukan

Dari total 2.140 kapal yang diperiksa, sebagian besar dinyatakan layak melaut dengan persentase kelaikan mencapai 85 persen. "Sebanyak 1.818 kapal dinyatakan layak melaut. Sementara itu, 322 kapal masih ditemukan ada beberapa ketidaklayakan yang perlu diperbaiki," jelas Sigit.

Kapal yang dinyatakan tidak layak akan diberikan waktu untuk melakukan perbaikan. Setelah diperbaiki, kapal akan diperiksa kembali untuk memastikan semua kerusakan telah diperbaiki dengan benar. "Kami akan melakukan monitoring hingga semua perbaikan tuntas. Kapal baru akan diizinkan beroperasi setelah melewati pemeriksaan ulang," tambah Sigit.

Upaya Pencegahan Kecelakaan Lainnya

Selain pemeriksaan kelaikan kapal, pihak berwenang juga melakukan berbagai upaya pencegahan lainnya. Pemerintah telah menetapkan rute lintas penyeberangan yang aman dan akan diawasi secara ketat oleh aparat keamanan.

"Kami juga akan meningkatkan patroli di sekitar pelabuhan dan perairan yang dilalui kapal-kapal penumpang. Selain itu, kami akan menyediakan posko darurat di beberapa titik strategis untuk membantu penanganan jika ada kejadian darurat," ujar Kepala Basarnas Jakarta, Muhammad Syaugi.

Peningkatan Kesadaran Keselamatan Laut

Selain penindakan, pihak berwenang juga berupaya meningkatkan kesadaran para nakhoda, awak kapal, dan penumpang tentang pentingnya keselamatan laut. "Kami melakukan sosialisasi kepada para pemilik kapal, nakhoda, dan awak kapal tentang standar keselamatan yang harus dipatuhi. Untuk penumpang, kami menyampaikan pesan untuk menggunakan alat keselamatan dengan benar saat berada di atas kapal," jelas Syahrul.

Pemerintah juga mendorong agar semua pihak, termasuk masyarakat, melaporkan jika menemukan kapal yang dianggap tidak layak beroperasi. "Kami menyediakan layanan pengaduan yang bisa diakses oleh masyarakat. Setiap laporan akan kami tindaklanjuti dengan segera," tambah Sigit.

Target: Nol Kecelakaan Laut Selama Nataru

Dengan berbagai upaya preventif ini, pemerintah berharap dapat mewujudkan target nol kecelakaan laut selama musim Nataru. "Kami bersyukur tahun ini tidak ada laporan kecelakaan laut yang melibatkan kapal penumpang. Semoga kondisi ini terus berlanjut hingga akhir libur Nataru," ujar Syaugi.

Para penumpang juga diminta untuk selalu waspada dan mematuhi petunjuk awak kapal saat berada di atas kapal. "Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kesadawan dan kerjasama semua pihak, kami yakin libur Nataru tahun ini berjalan aman dan lancar," pungkas Syahrul.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Nasution

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter