06, 2026
Olahraga

Cerita John Herdman Persiapkan Timnas Indonesia untuk Adu Penalti di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Sudah Tentukan Eksekutor sebelum Vs Thailand

Galih Nasution
Galih Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan bahwa persiapan menghadapi adu penalti telah dilakukan jauh sebelum laga final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand. Bahkan, daftar eksekutor penalti sudah ditentukan sejak awal, bukan saat pertandingan berjalan menuju perpanjangan waktu atau babak tos-tosan.

Keputusan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Indonesia tampil lebih tenang ketika pertandingan harus diselesaikan melalui drama 12 pas. Herdman menegaskan bahwa adu penalti bukan sesuatu yang bisa disiapkan secara mendadak. Menurutnya, penentuan eksekutor harus didasarkan pada data, kondisi psikologis pemain, serta rekam jejak mereka dalam latihan maupun pertandingan sebelumnya.

Persiapan Matang Sejak Fase Grup

Herdman menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun skenario adu penalti sejak Timnas Indonesia masih berada di fase grup. Ia bersama tim pelatih mengumpulkan data mengenai pemain-pemain yang memiliki tingkat keberhasilan tinggi saat mengeksekusi penalti. Data itu kemudian dipadukan dengan hasil observasi harian di sesi latihan, termasuk bagaimana reaksi pemain ketika berada di bawah tekanan.

Menurut Herdman, penalti bukan sekadar soal teknik menendang bola. Ada aspek mental yang jauh lebih menentukan, terutama dalam pertandingan final yang disaksikan jutaan orang. Ia menyebut bahwa seorang eksekutor harus mampu mengendalikan detak jantung, mengatur napas, dan tetap fokus pada target meski sorakan penonton bisa mengganggu konsentrasi.

Karena itu, ia tidak ingin menentukan eksekutor hanya berdasarkan nama besar atau status pemain. Herdman lebih memilih pemain yang secara konsisten menunjukkan ketenangan dalam latihan khusus penalti yang digelar beberapa hari sebelum laga final. Ia bahkan meminta setiap kandidat eksekutor untuk menjalani simulasi dengan tekanan buatan, termasuk kerumunan suara dan situasi seolah-olah tendangan penentu kemenangan.

Menghadapi Thailand dan Tekanan Suporter

Menghadapi Thailand di partai puncak, Herdman menyadari bahwa lawan memiliki kualitas yang merata di semua lini. Thailand dikenal sebagai tim yang disiplin dan berpengalaman dalam pertandingan besar. Namun, ia menilai bahwa keunggulan Indonesia justru terletak pada persiapan detail yang dilakukan secara sistematis, termasuk dalam mengantisipasi kemungkinan adu penalti.

Ia mengaku sudah mempelajari kebiasaan kiper Thailand dalam menghadapi penalti. Tim analisis Indonesia menganalisis arah tendangan, kecenderungan gerakan kiper, serta momen ketika kiper sering bergerak terlalu cepat. Informasi itu disampaikan kepada para eksekutor agar mereka bisa mengambil keputusan dengan lebih percaya diri.

Selain itu, Herdman juga menyiapkan kiper Indonesia dengan latihan khusus. Kiper diberikan rekaman pertandingan Thailand, terutama saat mereka terlibat adu penalti di kompetisi sebelumnya. Dengan begitu, kiper memiliki gambaran tentang arah tendangan para pemain Thailand dan bisa mengambil posisi yang lebih menguntungkan.

Urutan Eksekutor dan Peran Pemain Muda

Herdman mengungkapkan bahwa urutan eksekutor tidak ditentukan secara acak. Ia menempatkan pemain yang memiliki karakter kuat di slot pertama dan terakhir. Slot pertama dianggap penting karena akan menentukan momentum, sementara slot terakhir sering menjadi penentu kemenangan atau kekalahan. Pemain muda yang memiliki keberanian juga mendapat tempat dalam daftar tersebut, sepanjang mereka menunjukkan performa meyakinkan di latihan.

Keputusan memasukkan pemain muda dalam daftar eksekutor sempat menimbulkan pertanyaan. Namun, Herdman menegaskan bahwa usia bukan penghalang selama pemain tersebut siap secara mental dan teknis. Ia menilai bahwa pemain muda justru sering tampil tanpa beban dan berani mengambil risiko. Hal ini menjadi nilai tambah dalam situasi penalti yang penuh tekanan.

Herdman juga menekankan pentingnya peran pemain senior dalam menjaga suasana ruang ganti. Menurutnya, pemain senior bertugas menenangkan rekan-rekan yang lebih muda, memberi dukungan, dan memastikan tidak ada rasa takut berlebihan menjelang adu penalti. Ia menyebut bahwa kekompakan tim menjadi kunci utama dalam menghadapi babak tos-tosan.

Filosofi Herdman dalam Adu Penalti

Dalam beberapa kesempatan, Herdman menyampaikan filosofinya bahwa adu penalti bukanlah lotere. Ia menolak anggapan bahwa keberhasilan adu penalti hanya ditentukan oleh keberuntungan. Menurutnya, penalti adalah keterampilan yang bisa dilatih, mulai dari teknik menendang, pemilihan sudut, hingga kemampuan membaca gerakan kiper lawan.

Ia juga menekankan pentingnya rutinitas sebelum menendang. Setiap eksekutor diberi kebebasan untuk menentukan ritual masing-masing, seperti mengatur posisi bola, menarik napas, atau menentukan arah pandangan. Ritual itu dianggap membantu pemain tetap fokus dan mengurangi rasa gugup.

Herdman menyadari bahwa hasil akhir tidak selalu sesuai rencana. Namun, ia memastikan bahwa Timnas Indonesia sudah berusaha semaksimal mungkin dalam mempersiapkan segala kemungkinan. Ia berharap persiapan yang matang ini bisa menjadi warisan bagi sepak bola Indonesia, bukan hanya untuk laga melawan Thailand, tetapi juga untuk turnamen-turnamen berikutnya.

Dampak bagi Sepak Bola Indonesia

Pendekatan yang diterapkan Herdman menunjukkan perubahan cara pandang dalam menangani pertandingan besar. Persiapan adu penalti yang dilakukan secara terencana menjadi contoh bahwa detail kecil bisa menentukan hasil akhir. Jika Indonesia berhasil melewati Thailand, metode ini berpotensi menjadi standar baru dalam pembinaan tim nasional.

Yang terpenting, Herdman ingin para pemain memahami bahwa adu penalti adalah bagian dari permainan yang bisa dikendalikan melalui kerja keras dan disiplin. Dengan persiapan yang sudah dilakukan sejak jauh hari, Timnas Indonesia melangkah ke final bukan hanya dengan modal teknik, tetapi juga dengan kesiapan mental yang teruji.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Nasution

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter