30, 2026
Teknologi

Cerita Rafki, Menembus Sungai hingga Pegunungan Demi Bantu Korban Gempa NTT

Sandi Setiawan
Sandi Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Cerita Rafki, Menembus Sungai hingga Pegunungan Demi Bantu Korban Gempa NTT

Di tengah derasnya hujan dan terjalnya medan di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, seorang pria bernama Rafki terus berjuang menyelamatkan nyawa korban gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut pada Rabu (6/12/2023). Gempa berkekuatan 6,1 magnitude itu mengakibatkan puluhan korban jiwa, ratusan luka-luka, dan ribuan rumah rusak sehingga warga terpaksa mengungsi di tenda-tenda darurat.

Rafki, warga setempat yang juga seorang relawan, tidak segan-segan menembus sungai yang meluap dan menyeberangi jalan terjal yang longsor demi membantu evakuasi korban. Dengan perahu kayu kecil yang dibawanya, ia berlayar di tengah arus deras untuk mengangkut warga terdampak ke lokasi yang lebih aman.

Misi Kemanusiaan di Tengah Krisis

"Saya tidak bisa melihat tetangga saya mengalami kesulitan tanpa melakukan apa-apa. Ini adalah kewajiban kita sebagai manusia untuk membantu sesama dalam keadaan sulit," ujar Rafki saat istirahat sejenak di posko darurat.

Kegigihan Rafki tidak berhenti di evakuasi semata. Ia turut membantu distribusi bantuan kemanusiaan seperti makanan, minum, obat-obatan, dan tenda kepada warga yang terdampak gempa. Dengan menggunakan sepeda motor yang dimodifikasi agar bisa menembus jalan rusak, ia mengangkut bantuan dari satu desa ke desa lain yang terpencil.

Wilayah Sumba Barat Daya memang dikenal dengan medan yang sulit. Sebagian besar wilayahnya terdiri dari perbukitan dan lembah dengan sungai-sungai yang deras. Kondisi ini semakin diperparah dengan hujan yang sering turun setelah gempa, membuat akses ke beberapa wilaya terpencil menjadi terputus.

Tantangan yang Dihadapi

Rafki mengaku menghadapi berbagai tantangan selama membantu korban gempa. Medan yang terjal dan berbahaya menjadi salah satu hambatan utama. Beberapa kali, ia hampir terseret arus sungai saat membawa korban dan bantuan.

"Sudah beberapa kali perahu hampol terbalik karena arus deras. Tapi saya terus berusaha karena korban menunggu bantuan kita," tuturnya penuh tekad.

Selain medan yang sulit, supply bantuan yang masih terbatas juga menjadi masalah. Banyak warga yang membutuhkan bantuan namun terkendala akses. Rafki pun berinisiatif menggalang dukungan dari masyarakat setempat dan luar daerah melalui media sosial.

Dukungan Masyarakat dan Pemerintah

Kegiatan kemanusiaan Rafki tidak berjalan sendiri. Banyak warga setempat yang ikut membantu menyediakan transportasi, menyediakan makanan, dan menjadi relawan di posko darurat. Mereka tergerak oleh dedikasi Rafki yang rela mengorbankan waktu dan tenaga demi sesama.

Pemerintah daerah juga telah merespons gempa dengan membuka posko darurat di beberapa lokasi. Tim SAR gabungan dari TNI/Polri, Basarnas, dan relawan lainnya turut turun tangan dalam pencarian dan evakuasi korban serta distribusi bantuan.

Kepala BPBD NTT, Bambang Riyanto, mengapresiasi upaya Rafki dan seluruh relawan yang membantu korban gempa. "Kita bersyukur masih ada banyak orang yang peduli seperti Pak Rafki. Dengan semangat gotong royong ini, kita yakin dapat memulihkan kondisi di NTT," ujarnya.

Harapan untuk Masa Depan

Rafki berharap agar bantuan dapat terus mengalir ke korban gempa di NTT. Ia juga menginginkkan infrastruktur di daerah terpencil diperbaiki agar akses menjadi lebih mudah saat terjadi bencana.

"Kita tidak tahu kapan bencana akan datang lagi. Yang pasti, kita harus siap dan saling membantu," kata pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini.

Hingga kini, proses evakuasi dan penanganan darurat masih berlangsung. Ribuan warga masih membutuhkan bantuan dalam bentuk makanan, air bersih, tempat tinggal sementara, serta perawatan medis. Dengan semangat dan dedikasi seperti yang dimiliki Rafki, harapan untuk pulihnya kondisi di NTT semakin terasa nyata.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Sandi Setiawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter