30, 2026
Ekonomi

Resmi! Harga BBM di SPBU Pertamina, BP-Shell per 10 September 2026

Daftar harga BBM di SPBU Pertamina, Shell, BP hingga VIVO]]>

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Resmi! Harga BBM di SPBU Pertamina, BP-Shell per 10 September 2026

Resmi! Harga BBM di SPBU Pertamina, BP-Shell per 10 September 2026

PT Pertamina (Persero) dan PT BP Indonesia resmi menetapkan perubahan harga jual eceran (HJE) untuk berbagai jenis bahan bakar minyak (BBM) yang akan berlaku mulai 10 September 2026. Keputusan ini diambil setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasar global dan domestik, serta pertimbangan berbagai faktor ekonomi yang memengaruhi sektor energi di Indonesia.

Dalam keterangannya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini merupakan langkah strategis untuk menjaga kestabilan pasokan BBM di Indonesia. "Kami terus memantau perkembangan harga minyak mentah dunia yang mengalami fluktuasi signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, kita juga mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebagai penentu harga BBM di Indonesia," ujar Nicke dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Rabu (9/9/2026).

Perubahan Harga untuk BBM Jenis Premium

Untuk jenis bensin Premium, Pertamina menetapkan kenaikan harga sebesar Rp500 per liter. Dengan demikian, harga eceran Premium di SPBU Pertamina menjadi Rp12.500 per liter. Sementara itu, di SPBU milik BP-Shell, harga Premium naik menjadi Rp12.700 per liter. Kenaikan ini menjadi yang tertinggi sejak awal tahun 2026 dan sejalan dengan tren kenaikan harga minyak mentah global yang mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Menurut Kepala Divisi RBBM Pertamina, Ahmad Fauzi, penyesuaian harga Premium dilakukan untuk mempertahankan kualitas produk dan memastikan kelancaran distribusi. "Kualitas Premium kami terus ditingkatkan dengan aditif-aditif tertentu untuk memenuhi standar emisi Euro 5. Selain itu, biaya logistik juga meningkat akibita kenaikan harga bahan bakar untuk angkutan darat," jelas Fauzi.

Perubahan Harga untuk Solar dan Dexlite

Untuk jenis Solar, harga di SPBU Pertamina mengalami penurunan sebesar Rp200 per liter, menjadi Rp10.800 per liter. Sementara itu, di SPBU BP-Shell, harga Solar turun menjadi Rp11.000 per liter. Penurunan harga ini sejalan dengan penurunan harga minyak mentah jenis Brent crude yang turun di bawah level USD 80 per barel.

"Meskipun harga minyak mentah turun, kami tetap mempertimbangkan berbagai faktor termasuk biaya operasional dan standar kualitas Solar yang semakin ketat," tambah Ahmad Fauzi. Ia menjelaskan bahwa Solar tetap menjadi produk BBM subsidi yang menjadi prioritas pemerintah dalam mendukung sektor pertanian dan transportasi barang.

Untuk Dexlite, Pertamina mempertahankan harga di Rp13.500 per liter, sementara BP-Shell menetapkan harga Rp13.800 per liter. Produk ini merupakan bensin dengan oktan tinggi yang ditujukan untuk kendaraan berperforma tinggi.

Reaksi dari Berbagai Pihak

Penyesuaian harga BBM ini mendapatkan berbagai respons dari kalangan masyarakat dan pelaku industri. Anggota DPR Komisi VII yang membidangi energi dan sumber daya mineral, Budi Santoso, mengapresiasi transparansi Pertamina dalam menetapkan harga BBM. "Namun, pemerintah perlu memastikan dampak dari kenaikan harga ini terhadap inflasi tidak terlalu besar terutama bagi masyarakat menengah ke bawah," ujar Budi.

Di sisi lain, Ketua Asosiasi Pengusaha SPBU Indonesia (Hiswana) Mulyadi mengatakan bahwa kenaikan harga BBM akan berdampak langsung pada operasional SPBU. "Kenaikan harga BBM akan meningkatkan omzet SPBU, namun biaya operasional seperti listrik, gaji karyawan, dan biaya perawatan mesin juga terus meningkat. Kami berharap kenaikan harga ini sejalan dengan kenaikan biaya operasional yang sesungguhnya," jelas Mulyadi.

Persiapan Pemerintah dalam Menghadapi Dampak

Pemerintah telah menyatakan siap mengantisipasi dampak dari penyesuaian harga BBM ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah akan memastikan stabilitas harga barang dan jasa pasca penyesuaian harga BBM. "Kami akan memantau pasar secara ketat dan mengambil langkah-langkah preemptif jika diperlukan. Selain itu, kami juga akan memastikan program bantuan sosial tepat sasaran terus berjalan untuk menopang kelompok rentan," ujar Airlangga.

Untuk mengurangi beban masyarakat, pemerintah juga akan terus mengoptimalkan program subsidi BBM melalui mekanisme Kartu Prakerja dan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan kendaraan listrik dan energi terbarukan sebagai alternatif BBM jangka panjang.

Proyeksi Harga BBM di Masa Depan

Menurut analis energi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Muhammad Reza, harga BBM di Indonesia akan terus mengalami fluktuasi seiring dengan perkembangan pasar global. "Harga minyak mentah dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk geopolitik, permintaan global, dan kebijakan OPEC+. Indonesia sebagai negara pengimpor minyak mentah akan terus terdampak oleh dinamika pasar global," ujar Reza.

Ia menambahkan bahwa pemerintah perlu memiliki strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada BBM fosil. "Investasi dalam energi terbarukan dan pengembangan teknologi kendaraan listrik menjadi krusial untuk mengurangi dampak fluktuasi harga BBM di masa depan," pungkasnya.

Dengan penyesuaian harga BBM ini, pemerintah dan Pertamina berharap dapat menjaga stabilitas pasokan BBM sekaligus memastikan kualitas produk tetap terjaga. Masyarakat diminta untuk bijak dalam mengonsumsi BBM dan mempertimbangkan alternatif energi yang lebih ramah lingkungan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter