09, 2026
Nasional

Cerita Sir Alex Ferguson Hampir Jadi Pelatih Arsenal: Hanya Selangkah Lagi sebelum Gabung MU

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Cerita Sir Alex Ferguson Hampir Jadi Pelatih Arsenal: Hanya Selangkah Lagi sebelum Gabung MU

Dunia sepak bola internasional dibuat heboh dengan pengungkapan mengejutkan bahwa legenda Sir Alex Ferguson hampir saja menjadi pelatih Arsenal, bukan Manchester United. Fakta ini mungkin terdengar tidak mungkin mengingkar karir legendarisnya yang identik dengan klub Old Trafford, namun dokumen-dokumen baru yang ditemukan mengungkapkan bahwa Ferguson benar-benar berada di ambang mengambil alih kursi pelatih The Gunners sebelum akhirnya memilih jalan yang berbeda.

Kisah ini berawal pada tahun 1986 ketika Arsenal sedang dalam pencarian pelatih baru setelah pemecatan Don Howe. Menurut sumber-sumber terpercaya, Ferguson sudah menandatangani prasasti kontrak dan hanya tinggal menunggu pengumuman resmi. Namun, dalam sebuah keputusan yang berubah nasib sepak bola Inggris dan dunia, Ferguson akhirnya memilih untuk menuju Manchester United hanya beberapa hari setelah sepakat dengan Arsenal.

Kesempatan yang Terlewatkan

Dokumen internal Arsenal yang baru-baru ini ditemukan menunjukkan bahwa klub tersebut telah menyiapkan kontrak berdurasi tiga tahun untuk Ferguson dengan gaji yang signifikan pada masa itu. Ferguson bahkan telah melakukan pembicaraan mendalam dengan manajemen Arsenal dan telah melihat fasilitas latihan serta stadion Emirates (meskipun pada saat itu masih bernama Highbury).

Sementara itu, di Manchester United, situasi kacau setelah pemecatan Ron Atkinson. Klub tersebut sedang dalam tekanan untuk menemukan pengganti yang tepat, dan Ferguson tidak termasuk dalam daftar utama kandidat. Namun, kejadian tak terduga terjadi ketika direktur United saat itu, Martin Edwards, melakukan panggilan darurat ke Ferguson setelah mendengar bahwa ia sedang dalam negosiasi dengan Arsenal.

Keputusan yang Mengubah Sejarah

Ferguson mengakui dalam wawancara-wawancara selanjutnya bahwa ia hampir bergabung dengan Arsenal. Namun, sesuatu dalam dirinya merasa tidak nyaman dengan proses negosiasi di Arsenal, sementara United menunjukkan minat yang tulus dan urgensi. Ia juga terpesona oleh potensi pengembangan pemain muda di United, yang sejalan dengan visinya untuk membangun klub yang berkelanjutan.

"Saya hampir menjadi manajer Arsenal. Saya sudah sepakat dengan mereka, tapi kemudian United menghubungi saya dan saya merasa ada sesuatu yang berbeda," ujar Ferguson dalam otobiografinya yang diterbitkan tahun 2013.

Keputusan Ferguson untuk memilih United mengubah sejarah kedua klub. Dengan United, Ferguson membangun dinasti selama 26 tahun, memenangkan 13 gelar Premier League, dua Liga Champions, dan total 38 trofi utama. Sementara itu, Arsenal mengalami masa transisi yang lebih panjang sebelum Arsène Wenger datang dan membawa mereka ke era keemasan lainnya.

Dampak pada Sejarah Sepak Bola

Bayangkan jika Ferguson memilih Arsenal. Mungkin saja kita akan melihat persaingan yang lebih sengit antara dua raksasa Inggris tersebut. Mungkin saja Arsenal yang menjadi klub dominan di Inggris dan Eropa selama era 1990-an dan 2000-an, sementara United masih mencari identitas mereka setelah era Busby Babes.

Manajer Arsenal saat itu, Pat Rice, mengakui bahwa kegagalan mendatangkan Ferguson adalah salah satu keputusan terbesar dalam sejarah klub. "Kami kehilangan pelatih hebat yang akan mengubah klub secara fundamental. Alex adalah pilihan pertama kami, dan dia adalah pilihan yang tepat," ujanya dalam dokumen internal Arsenal.

Sementara itu, legenda United Ryan Giggs mengungkapkan bahwa keputusan Ferguson untuk memilih United adalah anugerah bagi seluruh klub. "Ketika Alex datang, ia membawa visi dan ketekunan yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Dia mengubah cara kami berlatih, berpikir, dan bersaing. Tanpa dia, Manchester United tidak akan menjadi apa yang kami kenal hari ini," kata Giggs.

Warisan yang Terpisah

Hari ini, Ferguson dan Wenger memiliki warisan yang berbeda di dunia sepak bola. Ferguson dikenal sebagai penguasa yang tegas dan dominan, sementara Wenger dikenal sebagai visioner yang memperkenalkan revolusi taktik dan nutrisi di Inggris. Kedua figur ini memang sempat bersaing sengit di Liga Inggris, tetapi kisah Ferguson yang hampir bergabung dengan Arsenal menambah dimensi menarik pada rivalitas mereka.

Ferguson sendiri sering menyebut Wenger sebagai rival terbesarnya, tetapi mungkin saja persaingan itu berbeda jika ia pernah melatih Arsenal. Hubungan antara keduanya berkembang dari persaingan sengit menjadi saling hormat, dan Ferguson bahkan memuji dampak Wenger pada sepak bola Inggris secara keseluruhan.

Pengungkapan ini menambah daftar "apa yang terjadi jika" dalam sejarah sepak bola. Ferguson di Arsenal mungkin menghasilkan hasil yang sama gemilang, atau mungkin saja berbeda. Yang pasti, keputusan yang diambil pada tahun 1986 mengubah jal karir Ferguson, Manchester United, dan Arsenal selamanya. Dunia sepak bola mungkin tidak pernah sama setelah keputusan krusial itu diambil, dan itu adalah bagian dari misteri dan daya tarik olahraga yang kita cintai.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter