04, 2026
Olahraga

Chanathip Songkrasin tentang Timnas Indonesia Dulu dan Sekarang: Banyak Pemain Keturunan, Main di Level yang Sangat Tinggi

Hesti Nasution
Hesti Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Chanathip Songkrasin Soroti Transformasi Timnas Indonesia

Gelandang timnas Thailand, Chanathip Songkrasin, memberikan pandangannya mengenai perkembangan timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Pemain yang akrab disapa Messi Jay itu menilai skuad Garuda saat ini telah mengalami perubahan signifikan, terutama dengan kehadiran sejumlah pemain keturunan yang berkarier di kompetisi Eropa.

Chanathip mengungkapkan bahwa perbedaan antara timnas Indonesia yang ia hadapi di masa lalu dengan tim yang ada saat ini terlihat jelas. Menurutnya, kualitas individu pemain Indonesia kini berada di level yang jauh lebih tinggi, didukung oleh pengalaman bermain di liga-liga top Eropa.

Dominasi Pemain Keturunan di Skuad Garuda

Salah satu aspek yang menjadi perhatian Chanathip adalah banyaknya pemain keturunan yang memperkuat timnas Indonesia. Sejumlah nama seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, Mees Hilgers, dan Shayne Pattynama merupakan pemain berdarah Indonesia yang lahir dan berkembang di Belanda serta negara Eropa lainnya.

Kehadiran para pemain ini memberikan dimensi baru bagi permainan timnas Indonesia. Mereka membawa pengalaman bermain di kompetisi Eropa yang menuntut standar tinggi, baik dari segi fisik, taktik, maupun mentalitas bertanding.

Chanathip menilai fenomena ini sebagai bagian dari strategi naturalisasi yang dijalankan PSSI untuk meningkatkan daya saing tim di level internasional. Menurutnya, langkah tersebut merupakan pilihan yang sah dan telah diatur dalam regulasi FIFA.

Dampak terhadap Persaingan Asia Tenggara

Perubahan komposisi timnas Indonesia turut mempengaruhi peta kekuatan sepak bola Asia Tenggara. Chanathip menyadari bahwa persaingan di kawasan ini semakin ketat, terutama menjelang berbagai turnamen bergengsi seperti Piala AFF dan kualifikasi Piala Dunia.

Pemain berusia 31 tahun itu mengakui bahwa timnas Thailand juga harus terus berkembang untuk menghadapi tantangan baru. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pemain lokal sembari tetap membuka peluang bagi pemain keturunan yang memenuhi syarat.

Dalam beberapa pertemuan terakhir, timnas Indonesia memang menunjukkan grafik positif. Kemenangan atas Vietnam di kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi salah satu bukti peningkatan performa skuad asuhan Shin Tae-yong tersebut.

Kualitas Liga dan Pembinaan Usia Muda

Meski mengakui kemajuan signifikan, Chanathip juga menyoroti pentingnya pembinaan usia muda di Indonesia. Menurutnya, keberadaan pemain keturunan tidak boleh mengesampingkan pengembangan pemain lokal yang menjadi fondasi jangka panjang sepak bola nasional.

Ia membandingkan dengan pengalaman Thailand yang selama ini mengandalkan akademi dan kompetisi domestik sebagai tulang punggung timnas. Chanathip berpendapat bahwa kombinasi antara pemain lokal berkualitas dan pemain keturunan berpengalaman merupakan formula ideal.

Liga 1 Indonesia yang terus berkembang juga dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter pemain. Kompetisi yang kompetitif akan mendorong pemain lokal untuk meningkatkan kemampuan dan bersaing dengan pemain impor maupun pemain keturunan.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Chanathip menegaskan bahwa persaingan antara Thailand dan Indonesia akan terus berlanjut di berbagai ajang. Kedua negara memiliki tradisi kuat dalam sepak bola Asia Tenggara dan selalu menjadi favorit dalam turnamen regional.

Bagi Chanathip, kehadiran pemain-pemain berkualitas di timnas Indonesia justru menjadi motivasi tersendiri. Ia ingin membuktikan bahwa Thailand tetap mampu bersaing meski menghadapi lawan dengan komposisi pemain yang lebih beragam.

Pemain yang pernah memperkuat Consadole Sapporo dan Kawasaki Frontale itu juga menyampaikan harapan agar sepak bola Asia Tenggara semakin diperhitungkan di level Asia. Menurutnya, peningkatan kualitas tim-tim di kawasan ini akan mengangkat martabat sepak bola ASEAN secara keseluruhan.

Persaingan yang sehat antara Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Malaysia diyakini akan mendorong setiap negara untuk terus berbenah. Hal ini pada akhirnya akan menguntungkan perkembangan sepak bola di Asia Tenggara, baik dari segi kualitas permainan maupun prestasi di kancah internasional.

Refleksi Perjalanan Timnas Indonesia

Perubahan wajah timnas Indonesia dari masa ke masa mencerminkan dinamika sepak bola nasional yang terus mencari format terbaik. Strategi naturalisasi menjadi salah satu jalan yang dipilih untuk mempercepat peningkatan prestasi di level global.

Chanathip sebagai pemain yang telah lama bersaing di level internasional memiliki perspektif objektif mengenai hal ini. Ia menghargai upaya Indonesia dalam membangun tim yang kompetitif, sekaligus mengingatkan bahwa pembinaan jangka panjang tetap tidak boleh diabaikan.

Ke depan, tantangan bagi timnas Indonesia adalah memadukan pemain keturunan dan pemain lokal menjadi satu kesatuan yang solid. Kesuksesan tidak hanya diukur dari hasil pertandingan, tetapi juga dari kemampuan membangun identitas permainan yang khas dan berkelanjutan.

Statemen Chanathip Songkrasin menjadi cerminan bagaimana sepak bola Asia Tenggara terus berkembang. Persaingan yang semakin ketat menuntut setiap negara untuk berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, tanpa melupakan akar pembinaan yang menjadi fondasi utama.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Nasution

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter