19, 2026
Internasional

China Menua dengan Cepat, Beijing Terancam Jadi Kota Penuh Lansia

Beijing diprediksi jadi "super tua" pada 2035, dengan sepertiga populasinya berusia 60 tahun ke atas.]]>

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

China Menua dengan Cepat, Beijing Terancam Jadi Kota Penuh Lansia

China memasuki fase penuaan populasi yang berlangsung cepat, dan Beijing berada di garis depan tantangan itu. Data resmi menunjukkan penduduk berusia 60 tahun ke atas di China mencapai 310,31 juta orang pada akhir 2024, atau 22 persen dari total populasi. Penduduk berusia 65 tahun ke atas mencapai 220,23 juta orang, setara 15,6 persen. Pada periode yang sama, total populasi China tercatat 1,408 miliar, turun 1,39 juta dari tahun sebelumnya, menandai penurunan tahun ketiga berturut-turut.

Angka kelahiran pada 2024 mencapai 9,54 juta, sementara kematian mencapai 10,93 juta. Kombinasi kelahiran yang rendah dan harapan hidup yang meningkat membuat struktur usia China berubah dengan cepat. Beijing, sebagai pusat politik, ekonomi, dan layanan kesehatan, menghadapi tekanan yang tampak lebih awal dibanding banyak wilayah lain.

Beijing dan Konsentrasi Penduduk Lansia

Data Pemerintah Kota Beijing pada akhir 2023 menunjukkan penduduk berusia 60 tahun ke atas telah melampaui 4,9 juta orang, atau sekitar 22,6 persen dari total penduduk. Penduduk berusia 65 tahun ke atas diperkirakan sekitar 3,5 juta orang, atau sekitar 15,9 persen. Proporsi itu menempatkan Beijing sebagai salah satu kota besar China dengan konsentrasi lansia yang tinggi.

Gambaran “kota penuh lansia” tidak berarti seluruh penduduk Beijing akan berusia lanjut. Namun, arah trennya jelas: proporsi penduduk usia kerja menyusut, sementara jumlah warga lanjut usia terus bertambah. Jika tidak diimbangi dengan masuknya penduduk muda dan kebijakan sosial yang memadai, beban layanan publik, pasar kerja, dan sistem pensiun akan semakin berat.

Migran Muda dan Lansia yang Bertahan

Beijing memiliki daya tarik besar bagi pekerja muda dari berbagai provinsi. Namun, biaya perumahan yang tinggi, persaingan kerja, serta pembatasan kependudukan melalui sistem hukou membuat banyak migran muda tidak menetap dalam jangka panjang. Sebagian memilih kembali ke kampung halaman atau pindah ke kota lain ketika memasuki usia berkeluarga.

Di sisi lain, warga lanjut usia di Beijing cenderung bertahan karena akses layanan kesehatan relatif lebih baik. Banyak di antara mereka hidup sebagai pasangan lansia atau tinggal sendiri karena anak-anak mereka bekerja di kota lain atau luar negeri. Pola “empty nest” atau rumah tanpa anak dewasa menjadi fenomena yang semakin umum.

Penyebab Penuaan yang Cepat

Penuaan China bukan peristiwa tiba-tiba. Prosesnya berakar pada penurunan angka kelahiran sejak beberapa dekade lalu, termasuk dampak kebijakan satu anak yang berlaku dari 1979 hingga 2015. Kebijakan itu membatasi jumlah anak pada banyak keluarga dan mempercepat penurunan fertilitas. Setelah kebijakan dilonggarkan menjadi dua anak pada 2016 dan tiga anak pada 2021, angka kelahiran tidak langsung melonjak.

Biaya membesarkan anak, tekanan pekerjaan, harga rumah, serta perubahan preferensi keluarga menjadi faktor yang menahan kenaikan angka kelahiran. Pada saat yang sama, harapan hidup meningkat karena perbaikan gizi, sanitasi, dan layanan kesehatan. Penduduk hidup lebih lama, tetapi jumlah kelahiran baru tidak cukup untuk menyeimbangkan struktur usia.

Dampak pada Ekonomi dan Layanan Publik

Penuaan populasi memengaruhi pertumbuhan ekonomi melalui penyusutan angkatan kerja dan kenaikan rasio ketergantungan lansia. Jumlah pekerja yang menopang pensiunan semakin kecil, sementara pengeluaran untuk kesehatan dan perawatan jangka panjang meningkat. Pemerintah daerah, termasuk Beijing, menghadapi tekanan fiskal untuk membiayai pensiun, fasilitas kesehatan, dan layanan sosial.

Di sektor kesehatan, kebutuhan tidak hanya berpusat pada pengobatan penyakit, tetapi juga perawatan jangka panjang bagi lansia dengan keterbatasan fisik atau demensia. Kebutuhan tenaga perawat terlatih, fasilitas rehabilitasi, dan layanan home care meningkat. Banyak keluarga juga menghadapi beban merawat orang tua di tengah tuntutan pekerjaan.

Dari sisi urban, kota perlu menyesuaikan transportasi publik, trotoar, perumahan, dan ruang publik agar lebih ramah lansia. Layanan kesehatan berbasis komunitas menjadi semakin penting karena tidak semua lansia mampu atau ingin tinggal di panti jompo.

Respons Kebijakan

Pemerintah China telah mengambil sejumlah langkah. Mulai 1 Januari 2025, usia pensiun dinaikkan secara bertahap selama 15 tahun. Usia pensiun pekerja laki-laki naik dari 60 menjadi 63 tahun, pekerja perempuan di sektor kerah putih dari 55 menjadi 58 tahun, dan pekerja perempuan di sektor kerah biru dari 50 menjadi 55 tahun. Kebijakan ini dimaksudkan untuk memperpanjang masa kerja dan mengurangi tekanan pada sistem pensiun.

Pemerintah juga memperluas insentif kelahiran, termasuk subsidi anak, cuti orang tua, dan pengembangan fasilitas penitipan anak. Di Beijing, layanan perawatan lansia berbasis komunitas terus dikembangkan, termasuk pusat layanan lingkungan, renovasi rumah ramah lansia, dan penyediaan makan bagi warga usia lanjut. Program “silver economy” juga didorong untuk mengembangkan barang dan jasa bagi pasar lansia.

Tantangan yang Belum Selesai

Meski demikian, tantangan tetap besar. Kualitas layanan lansia belum merata, terutama antara kota besar dan wilayah pedesaan. Tenaga perawat profesional masih terbatas, sementara biaya perawatan jangka panjang dapat memberatkan keluarga berpenghasilan menengah ke bawah. Kesenjangan gender dalam beban merawat juga masih terlihat karena perempuan sering menanggung tanggung jawab domestik lebih besar.

Bagi Beijing, masa depan bergantung pada kemampuan kota menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, kebutuhan penduduk muda, dan perlindungan bagi lansia. Tanpa aliran pekerja muda yang cukup, perluasan layanan sosial, dan reformasi sistem pensiun yang berkelanjutan, tekanan demografis akan semakin terasa. Penuaan cepat bukan hanya persoalan jumlah lansia, tetapi juga ujian bagi kapasitas negara dan kota dalam menjaga kesejahteraan seluruh kelompok usia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter