03, 2026
Nasional

Daftar 10 Jurusan Kuliah Paling Disesali Mahasiswa Setelah Lulus

Survei ZipRecruiter mengungkap jurusan kuliah yang paling disesali lulusan, seperti Jurnalisme dan Sosiologi, terkait realitas gaji dan peluang kerja.]]>

Mira Permata
Mira Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Daftar 10 Jurusan Kuliah Paling Disesali Mahasiswa Setelah Lulus

Pilihan jurusan kuliah sering dianggap sebagai penentu masa depan karier seseorang. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan tidak semua lulusan merasa puas dengan jurusan yang mereka ambil. Sebuah survei yang melibatkan ribuan lulusan perguruan tinggi mengungkap sejumlah jurusan yang paling banyak disesali oleh para alumni setelah mereka menyelesaikan studi dan masuk ke dunia kerja.

Penyesalan ini umumnya muncul karena prospek karier yang dianggap tidak sesuai ekspektasi, tingkat persaingan kerja yang ketat, hingga ketidaksesuaian antara ilmu yang dipelajari dan kebutuhan industri. Berikut daftar sepuluh jurusan kuliah yang paling banyak disesali oleh para lulusannya berdasarkan berbagai survei dan laporan ketenagakerjaan.

1. Jurnalisme

Jurusan jurnalisme menempati posisi teratas dalam daftar jurusan yang paling disesali. Banyak lulusan merasa industri media mengalami perubahan besar akibat digitalisasi, yang berujung pada pemutusan hubungan kerja massal dan penurunan pendapatan. Meski keterampilan menulis dan komunikasi tetap dibutuhkan, banyak alumni menilai gaji yang ditawarkan tidak sebanding dengan beban kerja dan tekanan yang dihadapi.

2. Sosiologi

Sosiologi sering dikritik karena dianggap terlalu teoretis dan kurang memberikan keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan di dunia kerja. Lulusan jurusan ini kerap kesulitan menemukan pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan bidang studi mereka, sehingga banyak yang beralih ke sektor lain yang tidak berhubungan.

3. Seni Rupa

Jurusan seni rupa menghadapi tantangan serupa. Meskipun memberikan ruang kreativitas yang luas, banyak lulusan mengeluh soal ketidakstabilan penghasilan dan sulitnya mendapatkan pekerjaan tetap. Persaingan di industri kreatif sangat ketat, sementara apresiasi terhadap karya seni di pasar domestik dinilai belum optimal.

4. Sastra

Lulusan sastra sering menghadapi kenyataan pahit di pasar kerja. Keterampilan analisis teks dan penulisan yang diasah selama kuliah tidak selalu diterjemahkan menjadi peluang karier yang menjanjikan. Banyak alumni akhirnya bekerja di bidang yang jauh dari disiplin ilmu mereka, seperti administrasi atau penjualan.

5. Psikologi

Psikologi termasuk jurusan yang banyak diminati, tetapi juga banyak disesali. Penyebab utamanya adalah untuk menjadi psikolog klinis atau praktisi profesional, lulusan harus melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan mengambil sertifikasi tambahan. Tanpa itu, peluang kerja dinilai terbatas dan gaji yang diperoleh tidak sesuai harapan.

6. Ilmu Politik

Ilmu politik sering dianggap sebagai jalur menuju karier di pemerintahan atau lembaga legislatif. Namun, kenyataannya tidak semua lulusan dapat masuk ke lingkaran tersebut. Banyak yang akhirnya bekerja di sektor yang tidak berhubungan, sementara persaingan untuk posisi di lembaga publik sangat ketat dan sering kali dipengaruhi faktor lain di luar kemampuan akademik.

7. Biologi

Jurusan biologi menghadapi tantangan berupa keterbatasan lapangan kerja di tingkat sarjana. Banyak lulusan yang ingin berkarier di bidang penelitian atau akademisi harus melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Tanpa gelar lanjutan, pilihan pekerjaan yang tersedia cenderung terbatas pada sektor pendidikan atau laboratorium dengan kompensasi yang tidak selalu memadai.

8. Antropologi

Antropologi termasuk jurusan yang jarang disebut dalam bursa kerja formal. Lulusannya sering dianggap memiliki keahlian yang terlalu spesifik dan sulit dipetakan ke kebutuhan industri. Akibatnya, banyak alumni memilih jalur karier yang sama sekali berbeda dari latar belakang pendidikan mereka.

9. Sejarah

Jurusan sejarah menghadapi stigma sebagai bidang studi yang prospek kerjanya sempit. Padahal, keterampilan riset dan analisis yang dipelajari sebenarnya relevan di berbagai sektor. Namun, minimnya informasi soal peluang karier membuat banyak lulusan menyesali pilihan mereka, terutama ketika harus bersaing di pasar kerja yang lebih menyukai keterampilan teknis.

10. Komunikasi

Ilmu komunikasi termasuk jurusan favorit banyak mahasiswa, tetapi juga masuk daftar penyesalan. Penyebabnya adalah jumlah lulusan yang sangat banyak setiap tahun, sehingga persaingan di industri media, hubungan masyarakat, dan periklanan menjadi sangat ketat. Banyak alumni merasa harus bekerja di luar bidang studi karena sulitnya mendapatkan posisi yang sesuai.

Faktor di Balik Penyesalan

Penyesalan terhadap pilihan jurusan tidak bisa dilepaskan dari beberapa faktor utama. Pertama, ekspektasi yang tidak realistis saat memilih jurusan. Banyak mahasiswa memilih berdasarkan tren atau tekanan lingkungan, bukan berdasarkan minat dan pemahaman yang mendalam soal prospek karier. Kedua, perubahan cepat di dunia industri membuat sebagian keterampilan yang diajarkan di kampus menjadi kurang relevan. Ketiga, keterbatasan akses informasi soal realitas dunia kerja di masing-masing bidang.

Meski demikian, penyesalan ini tidak selalu bersifat permanen. Sejumlah lulusan berhasil membangun karier di bidang lain dengan memanfaatkan keterampilan transferable yang mereka peroleh selama kuliah, seperti kemampuan analisis, komunikasi, dan berpikir kritis. Selain itu, banyak juga yang memilih untuk melanjutkan pendidikan atau mengikuti pelatihan tambahan guna meningkatkan daya saing di pasar kerja.

Daftar ini sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya acuan dalam memilih jurusan. Minat, bakat, dan tujuan karier jangka panjang tetap menjadi pertimbangan utama. Namun, memahami realitas yang dihadapi lulusan dari berbagai jurusan dapat membantu calon mahasiswa mengambil keputusan yang lebih matang dan terinformasi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Mira Permata

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter