30, 2026
Teknologi

Danantara Ungkap Sektor Ini Bakal Jadi Motor Investasi Baru

BPI Danantara fokus pada investasi di sektor energi dan ekonomi digital, termasuk energi terbarukan dan data center, untuk mendukung ketahanan energi Indonesia.]]>

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Danantara Ungkap Sektor Ini Bakal Jadi Motor Investasi Baru

Danantara Ungkap Sektor Ini Bakal Jadi Motor Investasi Baru

Para investor dan pelaku pasar di Indonesia saat ini sedang mencari sektor-sektor baru yang memiliki potensi besar untuk memberikan return investasi yang menjanjikan. Dalam berbagai diskusi dan forum investasi terkini, sektor teknologi digital terus menjadi sorotan utama. Salah satu tokoh kunci di bidang ini, Danantara, mengungkapkan bahwa sektor teknologi digital tidak hanya akan menjadi motor penggerak ekonomi, tetapi juga menjadi motor investasi baru yang menarik bagi para pelaku pasar.

Potensi Besar Sektor Teknologi Digital

Danantara, yang dikenal sebagai salah satu visioner di bidang teknologi Indonesia, menekankan bahwa sektor teknologi digital telah membuktikan ketahanannya bahkan di tengah tantangan ekonomi global. Pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak awal 2020 justru menjadi pemicu percepatan transformasi digital di berbagai sektor. Dari perbankan, perdagangan, hingga layanan kesehatan, semua terpaksa beralih ke platform digital untuk mempertahankan operasionalnya.

"Transformasi digital bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan mutlak," ujar Danantara dalam sebuah forum investasi virtual yang diadakan beberapa waktu lalu. Menurutnya, Indonesia dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa dan tingkat penetrasi internet yang terus meningkat memiliki potensi luar biasa bagi pertumbuhan sektor teknologi digital.

Tren yang Mendorong Pertumbuhan

Beberapa tren utama menjadi pendorong pertumbuhan sektor teknologi digital di Indonesia. Pertama, adopsi fintech yang terus meningkat. Sejak diresmikannya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2013, industri fintech di Indonesia berkembang pesat. Dari awal berfokus pada pembiayaan peer-to-peer (P2P) lending, kini fintech telah meluas ke berbagai layanan termasuk pembayaran digital, investasi digital, dan asuransi digital.

Kedua, pertumbuhan e-commerce yang signifikan. Pandemi telah mengubah perilaku konsumen di Indonesia yang semakin beralih ke belanja online. Platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak terus melihat lonjakan transaksi bahkan setelah pandemi berakhir. Menurut data Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA), transaksi e-commerce di Indonesia pada tahun 2022 mencapai Rp 729 triliun, meningkat 25% dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketiga, pengembangan startup teknologi yang semakin matang. Ekosistem startup di Indonesia terus berkembang dengan baik. Banyak startup yang berhasil mengumpulkan funding dari investor dalam dan luar negeri. Beberapa di antaranya bahkan berhasil menjadi unicorn atau perusahaan dengan valuasi di atas US$1 miliar.

Opportunitas Investasi Menjanjikan

Danantara menyoroti bahwa ada beberapa sub-sektor dalam teknologi digital yang menawarkan potensi investasi menjanjikan. Pertama, fintech terus menjadi favorit bagi investor. Meskipun telah ada banyak pemain, masih ada ruang bagi inovasi baru terutama di bidang insurtech (asuransi teknologi) dan wealthtech (manajemen kekayaan berbasis teknologi).

Kedua, edutech atau pendidikan berbasis teknologi. Pandemi telah mengubah cara pembelajaran secara drastis. Meskipun sudah mulai normal, banyak sekolah dan lembaga pendidikan yang mempertahankan model pembelajaran hybrid (campuran offline dan online). Potensi eduteck masih sangat besar mengingat Indonesia memiliki jumlah penduduk muda yang signifikan.

Ketiga, healthtech atau teknologi kesehatan. Kesehatan menjadi prioritas utama bagi masyarakat pasca-pandemi. Teknologi kesehatan mulai dari telemedicine, monitoring kesehatan digital, hingga teknologi diagnostik menjanjikan untuk dikembangkan dan diinvestasikan.

Tantangan dan Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meskipun menjanjikan, Danantara juga mengingatkan bahwa investasi di sektor teknologi digital tidak tanpa risiko. Regulasi yang terus berkembang menjadi salah satu tantangan utama. Pemerintah terus memperketat aturan di sektor teknologi untuk melindungi konsumen dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Selain itu, persaingan yang semakin sengit juga menjadi risiko. Banyak perusahaan teknologi yang masuk ke pasar Indonesia sehingga membutuhkan modal yang besar untuk mempertahankan posisi. Inovasi yang cepat juga menjadi keharusan agar tidak tertinggal oleh pesaing.

"Investasi di sektor teknologi digital membutuhkan pemahaman mendalam tentang bisnis, teknologi, dan pasar. Tapi jika dilakukan dengan benar, potensi return-nya sangat besar," tutup Danantara.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter