01, 2026
Nasional

Dari Kopassus hingga Wamentan, Jejak Muhammad Saleh Mustafa

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Muhammad Saleh Mustafa resmi menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) dalam susunan kabinet yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Pria yang lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 11 Mei 1974 ini merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang memiliki rekam jejak panjang di dunia militer, khususnya di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Perjalanan kariernya dari seorang perwira muda hingga dipercaya menduduki posisi strategis di pemerintahan mencerminkan kombinasi pengalaman operasional, pendidikan militer, dan kepemimpinan yang mumpuni.

Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan Awal

Saleh Mustafa lahir dari keluarga yang erat kaitannya dengan dunia militer. Ayahnya, Muhammad Mustafa, merupakan seorang perwira TNI Angkatan Darat. Lingkungan keluarga inilah yang membentuk kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan Saleh sejak dini. Ia menempuh pendidikan dasar dan menengah di kota kelahirannya sebelum akhirnya melanjutkan studi ke Akademi Militer (Akmil) Magelang. Ia lulus dari Akmil pada tahun 1996, sebagai bagian dari generasi perwira yang kemudian banyak mengisi posisi penting di institusi TNI.

Setelah lulus dari Akademi Militer, Saleh Mustafa langsung bergabung dengan Korps Baret Merah, Kopassus. Penugasan pertamanya sebagai perwira di satuan elite ini menjadi fondasi karier militernya. Ia menjalani berbagai pendidikan spesialisasi, termasuk pendidikan dasar Kopassus, pendidikan komando, serta berbagai kursus lanjutan baik di dalam maupun luar negeri.

Karier Militer di Kopassus

Sebagai anggota Kopassus, Saleh Mustafa terlibat dalam sejumlah operasi militer, baik operasi tempur maupun operasi non-tempur. Ia pernah bertugas di daerah rawan konflik seperti Aceh dan Papua. Pengalaman operasional di lapangan ini membentuk kemampuan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam situasi tekanan tinggi. Selain itu, ia juga menjabat berbagai posisi komandan mulai dari tingkat kompi hingga satuan yang lebih besar di lingkungan Kopassus.

Salah satu penugasan pentingnya adalah ketika dipercaya menjadi Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) dalam operasi pembebasan sandera di Papua. Keberhasilannya dalam misi tersebut semakin mengukuhkan reputasinya sebagai perwira yang cakap dan berintegritas. Ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Grup 3 Kopassus, salah satu unit yang memiliki spesialisasi dalam operasi khusus dan pertempuran jarak dekat.

Pendidikan dan Pengembangan Diri

Di tengah kesibukan tugas operasional, Saleh Mustafa tetap melanjutkan pendidikan formal. Ia meraih gelar magister dari Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) dalam bidang studi pertahanan. Pendidikan ini memperluas wawasannya mengenai strategi pertahanan dan kebijakan keamanan nasional. Selain itu, ia juga mengikuti berbagai kursus internasional, termasuk di Amerika Serikat dan Australia, yang memperkaya perspektifnya tentang kerja sama militer antarnegara.

Jabatan Strategis di TNI

Setelah bertahun-tahun bertugas di Kopassus, Saleh Mustafa mulai dipercaya menduduki jabatan strategis di luar lingkungan pasukan khusus. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) di beberapa wilayah, termasuk Danrem 061/Surya Kencana di Bogor, Jawa Barat. Pada periode ini, ia berperan dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah serta mendukung program pembangunan pemerintah daerah.

Kariernya terus menanjak. Ia kemudian diangkat sebagai Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) di beberapa kodam, sebelum akhirnya dipercaya menjadi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam). Jabatan Pangdam merupakan posisi puncak di tingkat teritorial yang menuntut kemampuan manajerial, diplomasi, dan kepemimpinan yang kuat.

Pengangkatan sebagai Wakil Menteri Pertanian

Pada tahun 2024, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian. Penunjukan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar ketahanan pangan nasional. Latar belakang militernya dianggap relevan untuk mendukung program-program strategis Kementerian Pertanian, terutama dalam hal koordinasi lintas sektor, mobilisasi sumber daya, dan penanganan masalah di daerah.

Sebagai Wamentan, Saleh Mustafa bertugas membantu Menteri Pertanian dalam merumuskan kebijakan, mengoordinasikan pelaksanaan program, serta melakukan pengawasan terhadap kinerja satuan kerja di lingkungan kementerian. Fokus utamanya mencakup peningkatan produksi pangan, modernisasi pertanian, dan kesejahteraan petani.

Harapan dan Tantangan ke Depan

Pengangkatan Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian menuai beragam tanggapan. Sebagian pihak menyambut positif karena pengalaman kepemimpinannya dianggap mampu mempercepat reformasi di sektor pertanian. Namun, tidak sedikit pula yang menyoroti perlunya adaptasi cepat terhadap isu-isu teknis pertanian yang kompleks, seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan ketergantungan pada impor pangan.

Dengan latar belakang sebagai perwira Kopassus yang disiplin dan terlatih, Muhammad Saleh Mustafa diharapkan mampu membawa semangat baru dalam pengelolaan sektor pertanian nasional. Perjalanan kariernya dari medan operasi militer hingga meja birokrasi kementerian menjadi cerminan dinamika kepemimpinan di Indonesia, di mana kemampuan adaptasi dan integritas menjadi kunci utama dalam mengemban tugas negara.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter