30, 2026
Ekonomi

Demi Cuan, Manchester United Jual Potongan Rumput Old Trafford Harganya Rp2,9 Juta

Dewi Lestari
Dewi Lestari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Manchester United Jual Potongan Rumput Old Trafford Seharga Rp2,9 Juta

Manchester United kembali membuat langkah bisnis yang menarik perhatian publik sepak bola dunia. Klub raksasa Liga Premier Inggris itu resmi menjual potongan rumput Stadion Old Trafford dengan harga 150 poundsterling atau setara Rp2,9 juta per potong. Langkah ini dilakukan klub sebagai bagian dari strategi komersial menjelang renovasi besar-besaran yang akan dilakukan terhadap stadion bersejarah tersebut.

Penjualan potongan rumput ini bukan sekadar transaksi biasa. Bagi para penggemar setia Setan Merah, potongan rumput Old Trafford memiliki nilai sentimental yang tinggi. Stadion yang telah berdiri sejak 1910 itu menjadi saksi berbagai momen bersejarah, termasuk era kejayaan Sir Alex Ferguson, gelar juara Liga Champions 1999 dan 2008, serta berbagai laga legendaris lainnya.

Detail Produk dan Kemasan Eksklusif

Potongan rumput yang dijual dikemas secara khusus dalam kotak akrilik transparan berukuran sekitar 10x10 sentimeter. Setiap kotak dilengkapi sertifikat keaslian yang menyatakan bahwa rumput tersebut benar-benar berasal dari lapangan Old Trafford. Klub juga menyertakan informasi mengenai lokasi persis di lapangan tempat rumput tersebut diambil, misalnya area gawang, lingkaran tengah, atau area bench pemain.

Pihak Manchester United menyatakan bahwa penjualan ini merupakan bagian dari program "Old Trafford Heritage Collection" yang bertujuan memberi kesempatan kepada penggemar untuk memiliki memorabilia autentik dari stadion kebanggaan mereka. Program ini juga mencakup penjualan kursi stadion, potongan kayu dari bangunan lama, dan berbagai artefak lain yang akan diganti selama proses renovasi.

Respons Penggemar dan Pasar Global

Antusiasme penggemar terhadap produk ini terbilang tinggi. Dalam beberapa jam setelah pengumuman resmi, stok yang tersedia dikabarkan habis terjual. Penggemar dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat, berlomba-lomba mendapatkan potongan rumput tersebut. Fenomena ini menunjukkan kekuatan brand Manchester United sebagai salah satu klub dengan basis penggemar terbesar di dunia.

Di pasar sekunder, harga potongan rumput Old Trafford dilaporkan melonjak hingga dua hingga tiga kali lipat dari harga resmi. Sejumlah penjual di platform e-commerce global menawarkan produk serupa dengan harga mencapai 400 hingga 500 poundsterling. Kondisi ini memicu diskusi mengenai nilai investasi memorabilia olahraga yang semakin diminati kolektor internasional.

Latar Belakang Renovasi Old Trafford

Penjualan rumput ini tidak terlepas dari rencana besar renovasi Stadion Old Trafford. Pemilik baru Manchester United, Sir Jim Ratcliffe melalui INEOS, telah mengumumkan komitmen investasi besar untuk memperbarui fasilitas stadion yang berkapasitas sekitar 74.000 penonton tersebut. Renovasi mencakup peningkatan kapasitas, modernisasi tribun, perbaikan atap yang bocor, serta pembangunan fasilitas pendukung yang lebih modern.

Lapangan rumput Old Trafford akan diganti sepenuhnya sebagai bagian dari proyek tersebut. Alih-alih membuang rumput lama, manajemen klub memilih menjualnya sebagai memorabilia. Strategi ini dinilai cerdas karena selain menghasilkan pendapatan tambahan, juga memperkuat hubungan emosional antara klub dan penggemar.

Strategi Komersial Klub Sepak Bola Modern

Langkah Manchester United ini mencerminkan tren yang berkembang di dunia sepak bola modern. Klub-klub besar Eropa semakin agresif mengeksplorasi sumber pendapatan non-tradisional, mulai dari penjualan merchandise eksklusif, pengalaman VIP, hingga memorabilia bersejarah. Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munich dilaporkan juga memiliki program serupa dengan berbagai artefak stadion mereka.

Analis olahraga menilai bahwa penjualan potongan rumput ini dapat menghasilkan pendapatan signifikan bagi Manchester United. Jika diasumsikan ribuan potong tersedia, total pendapatan dari program ini berpotensi mencapai ratusan ribu hingga jutaan poundsterling. Angka ini memang tidak sebesar pendapatan dari hak siar atau sponsor utama, namun tetap berkontribusi terhadap neraca keuangan klub.

Lebih dari itu, program semacam ini memperkuat loyalitas penggemar. Memiliki potongan rumput Old Trafford memberi penggemar rasa kepemilikan terhadap bagian dari sejarah klub yang mereka cintai. Dalam industri sepak bola yang semakin komersial, sentimen semacam ini menjadi aset tak ternilai bagi klub.

Dampak bagi Penggemar Indonesia

Bagi penggemar Manchester United di Indonesia, penjualan ini menawarkan kesempatan langka untuk memiliki memorabilia langsung dari Old Trafford. Meski harga Rp2,9 juta terbilang tinggi, banyak penggemar yang menganggapnya sebagai investasi emosional. Komunitas penggemar Manchester United di Indonesia, yang tersebar di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan, aktif membahas produk ini di media sosial.

Beberapa penggemar menyatakan keinginan untuk mengoleksi potongan rumput tersebut sebagai bagian dari koleksi pribadi. Namun, tantangan logistik dan biaya pengiriman internasional menjadi pertimbangan tersendiri. Pihak klub belum memberikan keterangan resmi mengenai ketersediaan pengiriman ke Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Prospek ke Depan

Dengan kesuksesan penjualan tahap pertama, tidak menutup kemungkinan Manchester United akan melanjutkan program serupa dengan berbagai artefak lain dari Old Trafford. Kursi stadion, papan skor lama, dan potongan struktur bangunan berpotensi menjadi produk berikutnya. Klub juga dapat mengembangkan edisi terbatas dengan sertifikat bertanda tangan pemain legendaris.

Bagi industri sepak bola secara keseluruhan, langkah Manchester United ini menjadi contoh bagaimana klub dapat memonetisasi aset bersejarah tanpa mengorbankan nilai tradisi. Selama dikelola dengan baik dan transparan, program memorabilia semacam ini dapat menjadi sumber pendapatan berkelanjutan sekaligus mempererat ikatan antara klub dan penggemar di seluruh dunia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dewi Lestari

Penulis kesehatan & nutrisi. Fokus pada topik gizi keluarga dan pola hidup sehat alami.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter