20, 2026
Nasional

Demo di Tugu Tani Usai, Massa Sempat Bakar Flare

Dimas Permana
Dimas Permana Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Aksi unjuk rasa di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, berakhir setelah massa membubarkan diri secara bertahap pada malam hari. Sebelum benar-benar meninggalkan lokasi, sebagian peserta sempat membakar flare atau suar sebagai bentuk pertahanan simbolis, sehingga menimbulkan kepulan asap dan nyala merah yang terlihat dari jalan di sekitarnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa mulai berkumpul sejak siang dengan membawa poster dan spanduk berisi tuntutan mereka. Konsentrasi peserta terpusat di sekitar patung Tugu Tani dan trotoar di sepanjang Jalan Menteng Raya serta Jalan Prapatan. Petugas kepolisian telah bersiaga sejak awal, antara lain dengan memasang pembatas dan mengatur arus kendaraan yang melintas.

Pembubaran Berlangsung Bertahap

Memasuki petang, koordinator lapangan mengumumkan bahwa rangkaian penyampaian pendapat telah selesai. Massa diminta meninggalkan lokasi secara tertib dan tidak berlama-lama di badan jalan. Pembubaran tidak berlangsung serentak. Sebagian peserta bergerak lebih dulu ke arah utara, sementara sebagian lain memilih bertahan di sekitar patung untuk berfoto dan berdiskusi kecil.

Pada fase inilah sejumlah peserta menyalakan flare. Suar dibakar di tengah kerumunan, menghasilkan asap tebal dan cahaya kemerahan yang sempat menarik perhatian pengguna jalan. Tidak ada laporan mengenai korban luka akibat kejadian tersebut. Petugas di lapangan meminta peserta segera memadamkan suar dan melanjutkan pembubaran.

"Kegiatan sudah selesai, kami minta semuanya kembali dengan tertib," kata seorang petugas kepolisian yang berada di lokasi, tanpa merinci jumlah personel yang dikerahkan.

Suar dan Kepulan Asap

Beberapa saksi menyebutkan bahwa flare dinyalakan sebagai penanda berakhirnya aksi, bukan sebagai bentuk perlawanan. Namun, terdapat perbedaan keterangan mengenai jumlah suar yang dibakar. Sebagian peserta menyebut hanya beberapa unit, sementara pengamatan di lokasi memperkirakan jumlahnya lebih dari itu.

Kepulan asap sempat mengganggu pandangan pengendara yang melintas di Jalan MI Ridwan Rais dan Jalan Medan Merdeka Selatan. Petugas lalu lintas memperlambat arus kendaraan untuk sementara waktu hingga asap berkurang dan kerumunan menyusut.

Rekayasa Lalu Lintas

Selama aksi berlangsung, sejumlah ruas jalan di sekitar Tugu Tani mengalami penyesuaian arus. Kendaraan dari arah Menteng yang hendak menuju kawasan Gambir diarahkan melalui jalur alternatif. Penutupan bersifat situasional dan dibuka kembali setelah massa berkurang.

Menjelang malam, arus lalu lintas di sekitar Tugu Tani kembali normal. Bus kota dan kendaraan pribadi melintas seperti biasa, meski masih terlihat sisa-sisa sampah dan bekas pembatas yang ditinggalkan di tepi jalan. Petugas kebersihan kemudian melakukan pembersihan di lokasi.

Antisipasi Pascademo

Personel kepolisian tetap ditempatkan di beberapa titik hingga massa benar-benar pergi. Pengamanan difokuskan pada area patung dan pintu masuk jalan menuju kawasan pemerintahan. Petugas juga memeriksa barang bawaan peserta yang masih berada di lokasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Tuntutan dan Penilaian Aksi

Dalam orasi yang disampaikan sebelum pembubaran, perwakilan massa menyampaikan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kebijakan publik dan kesejahteraan. Tuntutan tersebut dibacakan bergantian oleh beberapa pembicara dari atas mobil komando. Massa juga menuntut adanya pertemuan dengan pihak berwenang untuk membahas persoalan yang mereka angkat.

Hingga aksi berakhir, belum ada keterangan resmi mengenai respons pemerintah atau lembaga yang menjadi sasaran tuntutan. Sejumlah pengamat menilai penyampaian pendapat berlangsung relatif terkendali, meski penggunaan flare menjadi catatan tersendiri karena berpotensi menimbulkan risiko kebakaran dan mengganggu pengguna jalan.

Catatan Pengamanan

Menurut keterangan petugas, tidak ada penangkapan dalam aksi tersebut. Massa membubarkan diri tanpa insiden berarti setelah koordinasi antara perwakilan peserta dan aparat keamanan. Sejumlah peserta masih terlihat berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan rekan-rekannya meninggalkan area dengan aman.

Kawasan Tugu Tani sendiri selama ini menjadi salah satu titik yang sering digunakan untuk menyampaikan pendapat. Lokasinya yang berada di jantung kota dan dekat dengan sejumlah kantor pemerintahan membuat kawasan ini kerap dipilih sebagai titik kumpul sebelum massa bergerak ke lokasi lain.

Kondisi Akhir Malam

Memasuki malam, suasana di Tugu Tani berangsur sepi. Lampu penerangan jalan menyala normal, sementara beberapa petugas masih berjaga di sisi patung. Tidak terlihat lagi kerumunan massa maupun nyala suar.

Pengguna jalan yang melintas mengaku sempat terhambat selama aksi berlangsung, tetapi tidak mengalami kesulitan berarti setelah arus lalu lintas dibuka kembali. "Tadi sempat macet, tapi sekarang sudah lancar," ujar seorang pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

Rangkaian aksi di Tugu Tani dengan demikian berakhir tanpa eskalasi. Pembakaran flare menjadi peristiwa yang paling menonjol sebelum massa membubarkan diri, dan hingga malam belum ada laporan lanjutan mengenai dampak dari kejadian itu.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dimas Permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter