24, 2026
Ekonomi

Deretan Saham Milik Haji Isam di BEI, dari Jhonlin Agro hingga Bayan Resources

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2025/03/16/67d652b470531-haji-isam-resmi-jadi-anggota-dewan-penasihat-kadin-indonesia-2024-2029_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Judul: Deretan Saham Milik Haji Isam di BEI, dari Jhonlin Agro hingga Bayan Resources Nama Haji Isam, atau Andi Syamsuddin Arsyad, kembali menjadi perbincangan publik setelah dirinya resmi menjadi anggota Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia periode 2024–2029. Bagi kalangan pasar modal, sosok Haji Isam bukan nama yang sepenuhnya asing. Melalui Jhonlin Group, ia dikenal sebagai pengusaha asal Kalimantan Selatan yang bergerak di sektor energi, perkebunan kelapa sawit, logistik, hingga konstruksi. Jejak bisnisnya itu membuat sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) sering dikaitkan dengan namanya. Dalam pemberitaan publik, setidaknya ada dua emiten yang paling sering disebut sebagai bagian dari deretan saham yang dikaitkan dengan Haji Isam, yaitu PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Keduanya berada di sektor yang berbeda, tetapi masih memiliki benang merah dengan lini usaha Jhonlin Group. JARR lekat dengan bisnis perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, sedangkan BYAN merupakan produsen batu bara besar yang selama ini identik dengan pengusaha Low Tuck Kwong. Yang pertama adalah PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR). Emiten ini merupakan bagian dari ekosistem Jhonlin Group dan bergerak di bidang industri kelapa sawit, mulai dari perkebunan hingga produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). JARR mencatatkan sahamnya di BEI pada 2022. Bagi Haji Isam, keberadaan JARR di pasar modal menjadi salah satu pintu bagi Jhonlin Group untuk masuk lebih jauh ke industri hilirisasi sawit yang memiliki rantai nilai panjang. Saham JARR sering menjadi perhatian investor karena keterkaitannya dengan ekspansi bisnis Jhonlin di sektor pangan dan energi terbarukan berbasis biomassa. Kedua adalah PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Berbeda dari JARR, Bayan Resources adalah emiten tambang batu bara yang sudah lama tercatat di BEI dan dikenal sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia. Perusahaan ini memiliki portofolio tambang di Kalimantan serta fasilitas logistik dan pelabuhan yang mendukung kegiatan ekspor. Dalam beberapa waktu terakhir, nama Haji Isam disebut-sebut masuk ke struktur pemegang saham BYAN. Meski demikian, penting untuk dicatat bahwa Bayan Resources tetap identik dengan Low Tuck Kwong sebagai tokoh utama di balik perusahaan tersebut. Keterkaitan Haji Isam dengan BYAN lebih tepat dipahami sebagai kepemilikan saham atau kepentingan investasi, bukan berarti seluruh saham BYAN dimiliki oleh Haji Isam. Keterkaitan Haji Isam dengan sektor batu bara sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Jhonlin Group memiliki pengalaman panjang di bidang pertambangan, jasa logistik, dan transportasi batu bara. Karena itu, masuknya nama Haji Isam ke lingkaran pemegang saham BYAN dapat dibaca sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi di rantai pasok energi, terutama batu bara yang masih menjadi komoditas penting bagi Indonesia. Sinergi antara bisnis tambang, pelabuhan, dan pengangkutan menjadi salah satu alasan mengapa emiten seperti BYAN menarik bagi pengusaha yang memiliki infrastruktur logistik sendiri. Selain JARR dan BYAN, sejumlah entitas lain dalam Jhonlin Group memang sering disebut dalam pemberitaan, tetapi tidak semuanya tercatat di BEI. Ada perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran, jasa pertambangan, konstruksi, dan perdagangan yang masih berstatus perusahaan tertutup. Oleh karena itu, jika pertanyaannya adalah “apa saja saham Haji Isam di BEI”, jawaban yang paling sering muncul dalam literatur publik adalah JARR dan BYAN. Dua emiten ini menjadi representasi bagaimana bisnis Haji Isam menyentuh pasar modal Indonesia, dari sawit hingga batu bara. Bagi investor, deretan saham yang dikaitkan dengan tokoh besar seperti Haji Isam memang menarik untuk dicermati. Namun, kepemilikan saham di BEI bersifat dinamis. Komposisi pemegang saham bisa berubah seiring aksi korporasi, transaksi pasar, atau perubahan strategi bisnis. Karena itu, informasi mengenai kepemilikan saham sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya dasar pengambilan keputusan investasi. Investor tetap perlu melihat fundamental perusahaan, prospek industri, kinerja keuangan, serta risiko masing-masing emiten. Dengan posisi Jhonlin Group yang cukup besar di Kalimantan, wajar jika Haji Isam terus menjadi figur yang diperhatikan di dunia usaha dan pasar modal. JARR memberinya pijakan di sektor sawit yang berorientasi pada kebutuhan pangan dan energi, sementara BYAN memberinya keterkaitan dengan sektor batu bara yang padat modal dan sarat infrastruktur. Kombinasi ini menunjukkan bahwa kekuatan bisnis Haji Isam tidak hanya dibangun dari satu sektor, tetapi dari jaringan usaha yang saling melengkapi. Pada akhirnya, deretan saham milik Haji Isam di BEI—dari Jhonlin Agro Raya hingga Bayan Resources—mencerminkan wajah konglomerasi lokal yang terus bergerak mengikuti peluang. Bagi publik, nama Haji Isam adalah pengingat bahwa pasar modal Indonesia tidak hanya diisi oleh kelompok usaha besar dari Jakarta, tetapi juga oleh pengusaha daerah yang mampu membangun kerajaan bisnis dari sektor-sektor strategis. Artikel ini bukan rekomendasi investasi, melainkan gambaran mengenai keterkaitan nama Haji Isam dengan sejumlah emiten yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter