04, 2026
Teknologi

Dilantik Jadi Kabaharkam, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Komjen Herry Heryawan dilantik sebagai Kabaharkam Polri. Ia berkomitmen menjaga keamanan dan melanjutkan pengabdian untuk masyarakat.]]>

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Dilantik Jadi Kabaharkam, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Komjen Herry Heryawan Dilantik sebagai Kabaharkam Polri

Komisaris Jenderal Polisi Herry Heryawan resmi dilantik sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri. Pelantikan tersebut menandai tonggak baru dalam karier perwira tinggi Polri yang selama ini dikenal memiliki rekam jejak panjang di berbagai satuan operasional maupun struktural. Jabatan Kabaharkam merupakan posisi strategis yang bertanggung jawab dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, khususnya pada aspek preemtif dan preventif, serta memastikan kesiapan satuan kewilayahan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan.

Dalam kesempatan tersebut, Herry Heryawan menyampaikan bahwa jabatan yang diembannya bukan semata soal wewenang, melainkan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan komitmennya untuk mengabdi kepada institusi, bangsa, dan negara dengan mengedepankan integritas serta profesionalisme.

Amanah dan Pengabdian sebagai Fondasi Kepemimpinan

Komjen Herry Heryawan secara khusus menekankan pentingnya makna amanah dalam pelaksanaan tugas sebagai Kabaharkam. Menurutnya, setiap jabatan di institusi kepolisian pada hakikatnya adalah kepercayaan yang diberikan negara dan masyarakat. Karena itu, orientasi utama seorang pemimpin adalah memastikan bahwa kepercayaan tersebut dijawab melalui kerja nyata yang berdampak langsung pada keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia menyebut bahwa pengabdian bukanlah retorika. Pengabdian menuntut kesediaan untuk hadir di tengah dinamika persoalan keamanan, baik yang bersifat rutin maupun yang muncul secara mendadak. Sebagai Kabaharkam, Herry Heryawan akan bersinggungan dengan berbagai fungsi, mulai dari pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penanggulangan bencana, hingga pengamanan kegiatan strategis nasional.

Dalam pandangannya, keamanan tidak bisa dibangun hanya dengan pendekatan represif. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, kedekatan dengan masyarakat, serta kemampuan membaca perubahan sosial dan teknologi yang memengaruhi pola gangguan keamanan. Ia menilai bahwa pendekatan humanis dan preemtif menjadi kata kunci dalam menjaga stabilitas jangka panjang.

Peran Strategis Baharkam dalam Arsitektur Keamanan Nasional

Baharkam Polri memiliki mandat yang luas. Lembaga ini membawahi beberapa fungsi utama, termasuk Korps Lalu Lintas, Korps Polisi Perairan dan Udara, serta fungsi pembinaan masyarakat dan keamanan swakarsa. Selain itu, Baharkam juga berperan dalam koordinasi penanggulangan bencana bersama instansi terkait, serta pengamanan wilayah perbatasan dan objek vital nasional.

Dengan cakupan tugas yang sedemikian besar, posisi Kabaharkam menuntut kemampuan manajerial yang kuat, pemahaman operasional yang mendalam, serta kepekaan terhadap perkembangan situasi nasional. Herry Heryawan diharapkan mampu menyelaraskan seluruh satuan kerja di bawah Baharkam agar bergerak dalam satu arah kebijakan yang terukur dan akuntabel.

Sejumlah pengamat kepolisian menilai bahwa latar belakang Herry Heryawan yang berpengalaman di berbagai wilayah dan satuan operasional menjadi modal penting. Pengalaman tersebut dianggap relevan untuk memimpin Baharkam yang pekerjaannya bersentuhan langsung dengan kondisi riil di lapangan, bukan hanya persoalan administratif di tingkat markas besar.

Menjawab Tantangan Keamanan Kontemporer

Tantangan keamanan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak lagi bersifat tunggal. Selain persoalan konvensional seperti kriminalitas dan gangguan ketertiban, muncul pula ancaman yang lebih kompleks, termasuk kejahatan siber, penyalahgunaan teknologi digital, dinamika konflik sosial, serta potensi bencana alam yang memerlukan respons cepat dan terkoordinasi.

Dalam konteks inilah pernyataan Herry Heryawan mengenai amanah dan pengabdian menjadi relevan. Ia menekankan bahwa institusi kepolisian harus adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Adaptasi tersebut mencakup pemanfaatan teknologi, peningkatan kapasitas personel, serta penguatan sistem pengawasan internal.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dan lembaga lain. Menurutnya, stabilitas keamanan tidak dapat dicapai secara sektoral. Diperlukan kerja sama yang berkelanjutan, berbagi informasi yang cepat, serta kesamaan persepsi dalam menghadapi setiap potensi gangguan.

Harapan dan Akuntabilitas Publik

Pelantikan Komjen Herry Heryawan sebagai Kabaharkam membawa ekspektasi besar dari berbagai pihak. Masyarakat menanti gebrakan yang memastikan keamanan lingkungan tetap terjaga, arus lalu lintas tertib, dan penanganan bencana berjalan efektif. Di sisi lain, publik juga menuntut transparansi serta akuntabilitas dalam setiap kebijakan yang diambil.

Herry Heryawan menyatakan kesiapannya untuk bekerja dengan standar tinggi. Ia mengingatkan jajarannya bahwa kepercayaan publik adalah aset yang harus dirawat melalui kinerja dan keteladanan. Sebagai pemimpin, ia menekankan pentingnya memberi contoh langsung, bukan sekadar instruksi.

Dengan pengalaman dan komitmen yang dinyatakan, kepemimpinan Herry Heryawan di Baharkam akan menjadi salah satu penentu arah kebijakan keamanan Polri dalam periode mendatang. Publik akan menilai bukan dari besarnya jabatan, melainkan dari konsistensi pengabdian yang ditunjukkan dalam tindakan nyata di lapangan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter