12, 2026
Teknologi

Dunia Ramai Kutuk Serangan Houthi ke Bandara Riyadh, Ada AS-Malaysia

Houthi membunuh 12 orang dalam serangan ke Bandara Riyadh. Reaksi internasional mengutuk serangan ini.]]>

Lestari Purnama
Lestari Purnama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Dunia Ramai Kutuk Serangan Houthi ke Bandara Riyadh, Ada AS-Malaysia

Dunia Ramai Kutuk Serangan Houthi ke Bandara Riyadh, Ada AS-Malaysia

Organisasi internasional dan negara-negara di seluruh dunia telah mengecam serangan rudal drone yang dilakukan oleh pemberontak Houthi terhadap bandara internasional di Riyadh, Arab Saudi. Serangan yang terjadi pada akhir pekan lalu ini menimbulkan kekhawatiran global tentang stabilitas di kawasan Teluk dan meningkatnya ketegangan antara Iran dan Arab Saudi.

Reaksi Internasional dan Kekhawatiran Global

Amerika Serikat dan Malaysia menjadi negara-negara terbaru yang menyatakan kecaman keras terhadap serangan yang dilakukan oleh kelompok yang didukung Iran tersebut. Dalam sebuah pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri AS mengutuk serangan tersebut sebagai "pelanggaran berat terhadap hukum internasional" dan menyerang infrastruktur sipil yang dilindungi.

"Serangan terhadap bandara sipil adalah tindakan tidak dapat diterima yang membahayakan warga sipil dan melanggar prinsip-prinsip dasar hukum kemanusiaan internasional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price.

Sementara itu, Malaysia juga menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas insiden tersebut. Kementerian Luar Negeri Malaysia mengeluarkan pernyataan yang mengecam serangan sebagai "ancaman terhadap keselamatan penerbangan internasional dan stabilitas regional."

Dampak langsung pada Operasional Penerbangan

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi sasaran serangan yang dilakukan oleh puluhan drone dan rudal balistik. Meskipun sistem pertahanan udara Arab Saudi berhasil menembak sebagian besar ancaman tersebut, beberapa debris jatuh di area bandara, menyebabkan gangguan operasional yang signifikan.

Maskapai penerbangan di seluruh dunia segera merespons dengan mengubah rute penerbangan ke dan dari Arab Saudi. Beberapa penerbangan dialihkan ke bandara alternatif di kota seperti Jeddah dan Dammam, sementara penerbangan internasional langsung ke Riyadh dibatasi atau dibatalkan sementara waktu.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) juga telah meminta penjelasan resmi dari pihak Arab Saudi mengenai insiden tersebut. "Kami mengecam keras serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil dan menyerang agar semua pihak menghormati integritas dan keamanan sistem penerbangan internasional," kata perwakilan ICAO dalam sebuah konferensi pers.

Tanggung Jawab Houthi dan Reaksi Arab Saudi

Pemberontak Houthi, yang telah terlibat dalam konflik berlarut-larut dengan pemerintah Arab Saudi di Yaman, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka menyatakan bahwa serangan itu adalah "respons terhadap agresi Saudi" dan menargetkan "fasilitas militer penting" di dekat bandara.

Namun, pemerintah Arab Saudi menyangkal klaim tersebut, menyatakan bahwa bandara tersebut sepenuhnya bersifat sipil dan tidak memiliki instalasi militer di dalamnya. "Serangan ini menunjukkan kekerasan dan tidak bertanggung jawab kelompok teroris yang didukung Iran," kata Menterer Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.

Arab Saudi telah mengajukan keluhan resmi kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan meminta investigasi internasional mengenai insiden tersebut. Negara Teluk tersebut juga menegaskan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi wilayahnya dan warga sipilnya.

Konsekuensi Jangka Panjang untuk Stabilitas Regional

Analis internasional khawatir serangan ini dapat memperburuk ketegangan yang sudah ada antara Arab Saudi dan Iran, yang telah saling menyalahkan atas berbagai konflik di Timur Tengah. "Serangan terhadap infrastruktur kritis seperti bandara dapat memicu eskalasi yang tidak terduga," kata seorang analis keamanan regional dari Institut Studi Timur Tengah.

Konflik di Yaman, yang telah berlangsung selama tujuh tahun, telah menyebabkan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Serangan terhadap target sipil seperti bandara hanya akan memperdalam penderitaan rakyat Yaman dan mempersulit upaya damai.

Organisasi kemanusiaan seperti Palang Merah Internasional dan UNICEF telah meminta semua pihak untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur kritis selama konflik berlangsung. "Kami mendesak agar semua pihak menghormati hukum kemanusiaan internasional dan menghindari menargetkan fasilitas yang sangat penting bagi kehidupan warga sipil," kata perwakilan UNICEF.

Dengan reaksi keras dari komunitas internasional, tantangan bagi semua pihak adalah mendinginkan ketegangan dan kembali ke meja perundingan untuk mencapai solusi damai yang berkelanjutan di kawasan yang rentan ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Purnama

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter