Bayi 28 Hari di Surabaya Meninggal Usai Diduga Dicekoki Nenek Telur Mentah
Sebuah tragedi memilukan menimpa keluarga di Surabaya, Jawa Timur. Seorang bayi berusia 28 hari meninggal dunia diduga setelah diberi telur mentah oleh neneknya. Kejadian ini menimbulkan kehebohan di masyarakat dan menimbulkan pertanyaan mengenai praktik pengobatan tradisional yang berpotensi berbahaya.
Kepala Kepolisian Resor (Polresta) Surabaya Kombes Pol. Ahmad Yurianto mengatakan bahwa korban, sebayi laki-laki bernilai Rizki Fauzan, meninggal pada Selasa (15/10) lalu. Menurut keterangan ayah korban, Rudi (35), bayinya yang baru lahir 28 hari tersebut tiba-tiba mengalami gejala sesak napas setelah neneknya memberinya telur mentah.
Kronologi Kejadian
Menurut kronologi yang disampaikan pihak kepolisian, pada Selasa (15/10) pagi, korban Rizki Fauzan menunjukkan gejala demam dan rewel. Orang tua korban berencana membawanya ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, nenek korban datang ke rumah dan menawarkan membantu merawat cucunya tersebut. Ia memberikan telur mentah kepada bayi dengan alasan bahwa telur mentah dapat menyembuhkan demam pada bayi. Orang tua korban saat itu sedang berada di luar rumah dan tidak mengetahui bahwa anaknya diberi telur mentah.
Sekitar dua jam setelah diberi telur mentah, kondisi bayi memburuk. Bayi tersebut mengalami sesak napas dan muntah-muntah. Orang tua yang kembali ke rumal pun langsung membawanya ke rumah sakit terdekat.
Upaya penyelamatan pun dilakukan oleh tim medis di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun, usai beberapa jam diperiksa, nyawa Rizki Fauzan tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15.30 WIB.
Hasil Autopsi
Untuk mengetahui penyebab pasti kematian bayi tersebut, pihak rumah sakit melakukan autopsi. Hasil sementara dari autopsi menunjukkan adanya infeksi parah pada saluran pernapasan bayi.
"Tim forensik kami menemukan adanya infeksi bakteri pada paru-paru korban. Namun, kami masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk menentukan apakah telur mentah yang diberikan menjadi pemicu utama kematian," kata Kepala Bagian Forensik RSUD Dr. Soetomo, dr. Siti Aminah.Respons Pihak Terkait
Kejadian ini menuai kritik dari berbagai pihak. Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dr. Budi Santoso, mengatakan bahwa memberikan telur mentah kepada bayi sangat berbahaya.
"Bayi usia di bawah satu tahun memiliki sistem pencernaan yang belum sempurna. Telur mentah mengandung risiko kontaminasi bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan infeksi serius bahkan kematian," jelas dr. Budi.Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. H. Mohamad Yusuf, mengimbau masyarakat untuk tidak lagi melakukan praktik pengobatan tradisional yang berisiko tinggi terutama pada bayi dan anak-anak.
"Kami mendorong masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada. Jika ada gejala penyakit, segera bawa ke puskesmas atau rumah sakit. Jangan mencoba-coba pengobatan tradisional yang belum terbukti keamanannya dan kemanfaatannya," ujarnya.Pihak kepolisian saat ini masih menyelidiki kasus ini dan telah memanggil nenek korban sebagai saksi. "Kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi terkait. Namun, saat ini kami belum bisa menentukan apakah ada unsur pidana dalam kasus ini," kata Yurianto.
Tragedi ini kembali menyoroti pentingnya edukasi kesehatan bagi masyarakat, terutama mengenai praktik pengobatan tradisional yang berpotensi berbahaya. Dalam kesempatan terpisah, Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan bahwa pemerintah akan meningkatkan kampanye kesehatan untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa depan.
Komentar (0)