Nama Karim Rossi kembali mencuat dalam perbincangan sepak bola nasional. Penyerang berkebangsaan Swiss itu secara terbuka menyatakan ambisi besarnya untuk membela Timnas Swiss. Keinginan tersebut disampaikan oleh eks striker Persis Solo dan Dewa United itu sebagai target pribadi yang hingga kini belum pernah ia raih sepanjang perjalanan karier profesionalnya.
Ambisi tersebut bukan tanpa alasan. Rossi lahir dan tumbuh besar di Swiss, menempuh pembinaan sepak bola di negara itu, dan menyerap pola permainan Eropa sejak usia muda. Baginya, berseragam tim nasional negeri kelahirannya merupakan puncak pencapaian yang ingin diraih sebelum karier sebagai pesepak bola profesional berakhir.
Jejak Karier di Eropa
Sebelum dikenal publik Indonesia, Rossi meniti karier melalui jalur pembinaan usia muda di Swiss. Ia sempat menimba ilmu di akademi Grasshopper Zurich, salah satu klub tertua dan paling bergengsi di negara tersebut. Dari sana, ia sempat mencoba peruntungan di Inggris sebelum akhirnya kembali berkiprah di kompetisi domestik Swiss.
Perjalanan di sepak bola Eropa tidak selalu berjalan mulus. Rossi sempat berpindah-pindah klub di sejumlah level kompetisi, mulai dari kasta tertinggi hingga divisi bawah. Pengalaman tersebut membentuknya sebagai penyerang yang adaptif, terbiasa bersaing untuk mendapatkan menit bermain, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi masa sulit.
Karakter itulah yang kemudian membawanya menyeberang ke Asia, termasuk ke Indonesia. Keputusan tersebut diambil sebagai upaya mencari tantangan baru sekaligus kesempatan tampil secara reguler di kompetisi yang kompetitif.
Petualangan di Liga 1 Indonesia
Di Indonesia, Rossi memperkuat Persis Solo pada gelaran Liga 1. Bersama klub berjuluk Laskar Sambernyawa itu, ia menjadi salah satu opsi di lini depan dan sempat menyumbangkan gol bagi tim. Kehadirannya menambah warna persaingan penyerang asing di kompetisi domestik.
Setelah meninggalkan Persis Solo, Rossi melanjutkan karier bersama Dewa United. Bersama klub yang berbasis di Tangerang Selatan tersebut, ia kembali berusaha menunjukkan kualitasnya sebagai pemain depan. Meski tidak selalu menjadi pilihan utama, pengalaman bermain di dua klub Liga 1 itu memperkaya pemahaman taktisnya terhadap sepak bola Asia Tenggara.
Pengalaman di Indonesia dinilai memberi pelajaran berharga. Iklim kompetisi yang ketat, tekanan suporter, serta gaya permainan yang mengandalkan fisik menjadi tantangan tersendiri yang harus ia lewati. Bagi Rossi, periode tersebut menjadi bagian penting dari pendewasaan dirinya sebagai pesepak bola.
Mimpi Membela Timnas Swiss
Meski karier profesionalnya lebih banyak berlangsung di luar negeri, Rossi tetap menyimpan harapan bisa menarik perhatian pelatih Timnas Swiss. Ia menilai konsistensi penampilan di level klub merupakan satu-satunya jalan untuk membuka peluang tersebut.
Ambisi itu bukan hal yang mustahil, meski realistis untuk dikatakan berat. Timnas Swiss memiliki kedalaman skuad yang mapan di lini depan. Nama-nama seperti Breel Embolo, Zeki Amdouni, Noah Okafor, hingga Ruben Vargas menjadi pesaing utama di posisi penyerang. Persaingan tersebut membuat setiap pemain yang ingin masuk skuad harus tampil di kompetisi level tinggi secara berkelanjutan.
Persaingan di Lini Depan
Selain itu, pelatih Timnas Swiss dalam beberapa tahun terakhir cenderung memilih pemain yang berkompetisi di liga-liga top Eropa. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemain yang berkarier di luar zona tersebut, termasuk mereka yang bermain di Asia.
Kendati demikian, Rossi tidak menutup peluang. Ia menilai usia dan pengalaman yang dimilikinya masih memungkinkan untuk setidaknya masuk dalam radar pemantauan pelatih. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah menjaga performa di level klub dan memanfaatkan setiap kesempatan bermain sebaik mungkin.
Fokus pada Performa Klub
Rossi menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah tampil maksimal bersama klub yang dibelanya. Tanpa penampilan yang meyakinkan di level klub, ambisi membela tim nasional hanya akan menjadi angan-angan tanpa dasar.
Ia juga menyadari bahwa perjalanan kariernya di Indonesia telah memberinya perspektif berbeda. Pengalaman bermain di dua klub besar Liga 1 membuatnya lebih menghargai kerja keras, disiplin, dan kemampuan beradaptasi dengan budaya baru.
Bagi publik sepak bola Indonesia, nama Rossi tetap dikenang sebagai salah satu penyerang asing yang pernah meramaikan kompetisi domestik. Sementara bagi Rossi sendiri, harapan membela Timnas Swiss menjadi motivasi tambahan untuk terus menjaga kualitas permainan hingga akhir karier profesionalnya.
Apakah mimpinya terwujud atau tidak, satu hal yang pasti: ambisi tersebut menunjukkan bahwa pemain yang pernah berkiprah di Liga 1 masih memiliki cita-cita besar di level internasional.
Komentar (0)