30, 2026
Nasional

Erdogan Telepon Prabowo, Bahas Perdagangan dan Industri Pertahanan

Mereka sepakat untuk memperluas kerja sama di perdagangan dan industri pertahanan.]]>

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Erdogan Telepon Prabowo, Bahas Perdagangan dan Industri Pertahanan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan panggilan telepon dengan Presiden RI Prabowo Subianto pada Selasa, 10 Maret 2026. Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama bilateral, khususnya di sektor perdagangan dan industri pertahanan.

Menurut keterangan resmi Istana Kepresidenan, pembicaraan berlangsung sekitar 45 menit pada pukul 15.30 WIB. Erdogan menyampaikan keinginan Turki untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulannya di Indonesia, sementara Prabowo menekankan pentingnya kerja sama yang saling menguntungkan dan berkeadilan.

Juru bicara Kepresidenan Turki menyebut pertemuan virtual itu sebagai bagian dari upaya berkelanjutan mempererat hubungan strategis antara kedua negara. Hubungan diplomatik Indonesia-Turki telah berlangsung sejak 1950 dan dalam satu dekade terakhir mengalami peningkatan signifikan, terutama setelah penandatanganan perjanjian kemitraan strategis pada 2011.

Fokus Perdagangan dan Target Nilai Tukar

Kedua pemimpin membahas target peningkatan nilai perdagangan bilateral. Data Kementerian Perdagangan RI mencatat nilai perdagangan Indonesia-Turki pada 2025 mencapai sekitar 2,4 miliar dolar AS, dengan surplus di pihak Indonesia. Kedua negara menargetkan kenaikan menjadi 5 miliar dolar AS dalam lima tahun ke depan.

Erdogan menyoroti sejumlah komoditas yang berpotensi ditingkatkan, termasuk minyak sawit, karet, tekstil, dan produk elektronik. Turki juga berminat meningkatkan impor produk pertanian tropis Indonesia, seperti kopi, kakao, dan rempah-rempah. Sementara itu, Indonesia mendorong ekspor kendaraan bermotor, alas kaki, dan produk perikanan ke pasar Turki.

Prabowo dalam percakapan itu menegaskan pentingnya penghapusan hambatan tarif dan non-tarif yang selama ini menjadi kendala. Ia juga mengajak Turki untuk menjajaki perjanjian perdagangan preferensial yang dapat mempercepat arus barang antar kedua negara. Kedua pemimpin sepakat membentuk tim teknis gabungan yang akan bertemu pada April 2026 di Ankara untuk menyusun peta jalan perdagangan.

Kerja Sama Industri Pertahanan

Selain perdagangan, isu industri pertahanan menjadi salah satu topik utama dalam panggilan telepon tersebut. Erdogan menawarkan kerja sama produksi bersama di bidang alutsista, termasuk kendaraan taktis, drone, dan sistem komunikasi militer. Turki dikenal sebagai produsen drone tempur Bayraktar TB2 yang telah dipakai di berbagai negara, termasuk beberapa negara Asia.

Prabowo menyambut baik tawaran tersebut dan menyatakan Indonesia sedang memperkuat kemandirian industri pertahanan dalam negeri. Kerja sama dengan Turki dinilai dapat mempercepat alih teknologi dan peningkatan kapasitas PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia. Kedua pihak membahas kemungkinan investasi Turki dalam pembangunan fasilitas perakitan drone di Indonesia.

Menurut sumber di Kementerian Pertahanan, Turki juga tertarik bekerja sama dalam pengembangan kapal perang jenis frigat dan korvet. Indonesia sebelumnya telah menandatangani kontrak pengadaan kapal perang dengan galangan Turki pada 2024, dan proyek tersebut masih berjalan. Pertemuan telepon ini disebut sebagai kelanjutan dari kesepakatan tersebut.

Kontekst Regional dan Global

Panggilan telepon itu berlangsung di tengah dinamika geopolitik yang berubah. Turki berupaya memperkuat pengaruhnya di Asia Tenggara melalui hubungan dagang dan pertahanan. Sementara Indonesia, sebagai ketua ASEAN 2026, ingin memperluas kemitraan dengan negara-negara di luar kawasan untuk mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Andi Widjajanto, menilai pertemuan ini sebagai langkah strategis kedua negara. Menurutnya, Turki dapat menjadi pintu masuk produk Indonesia ke pasar Eropa dan Asia Tengah, sementara Indonesia menjadi mitra penting Turki di kawasan ASEAN.

Andi juga menyoroti aspek pertahanan. Kerja sama drone dan kapal perang, katanya, akan memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga kedaulatan wilayah maritim. Namun ia mengingatkan perlunya transfer teknologi yang nyata, bukan sekadar pembelian produk jadi.

Rencana Tindak Lanjut

Kedua pemimpin sepakat untuk bertemu kembali dalam pertemuan tingkat tinggi yang akan digelar di Jakarta pada Juli 2026. Pertemuan itu diharapkan menghasilkan sejumlah nota kesepahaman, termasuk di bidang perdagangan, pertahanan, dan pendidikan. Erdogan juga mengundang Prabowo untuk menghadiri forum bisnis Indonesia-Turki di Istanbul pada akhir tahun.

Menteri Luar Negeri RI menyatakan persiapan kunjungan balasan telah dimulai. Delegasi Indonesia akan membawa misi dagang yang terdiri dari perwakilan Kamar Dagang dan Industri, pengusaha, serta pejabat kementerian terkait. Fokus utama misi tersebut adalah membuka akses pasar dan mencari mitra investasi di sektor pertahanan dan manufaktur.

Panggilan telepon ini menandai babak baru hubungan Indonesia-Turki yang semakin erat dalam beberapa tahun terakhir. Kedua negara memiliki kepentingan bersama untuk memperkuat kerja sama Selatan-Selatan dan mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional. Dengan target perdagangan yang ambisius dan kerja sama pertahanan yang konkret, hasil pertemuan ini akan diuji dalam implementasi di lapangan.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Turki terkait rincian pembicaraan. Namun sumber di Ankara menyebut kedua pemimpin sepakat untuk menjaga komunikasi intensif melalui saluran diplomatik dan kunjungan tim teknis dalam waktu dekat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter