10, 2026
Nasional

Fakta di Balik Mahasiswa Tertabrak KRL di Ciputat

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Fakta di Balik Mahasiswa Tertabrak KRL di Ciputat

Tragedi yang menewaskan seorang mahasiswa di Stasiun Ciputat pada Rabu (15/3) lalu masih menjadi perbincangan hangat. Korban bernama Rizki Pratama (21), mahasiswa semester enam di salah satu universitas di Jakarta Selatan, tewas setelah tertabrak kereta rel listrik (KRL) saat hendak menyeberangi rel kereta api. Kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan dan menarik perhatian masyarakat luas.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, Rizki tertabrak KRL jurusan Bogor-Serpong saat mencoba menyeberangi rel di sekitar Stasiun Ciputat. Saksi mata yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa Rizki terburu-buru karena hendak mengejar KRL yang sedang berangkat. Korban diyakini merasa terlambat tiba di peron sehingga memilih untuk menyeberangi rel daripada menunggu KRL berikutnya.

Kronologi Lengkap Kejadian

Kronologi kejadian bermula ketika Rizki datang ke Stasiun Ciputat sekitar pukul 07.30 WIB. Menurut rekan-rekannya, Rizki terlambat tiba di stasiun karena terjebak macet di jalan menuju stasiun. Saat tiba di stasiun, KRL jurusan Bogor-Serpong sedang akan berangkat. Rizki terlihat terburu-buru dan memutuskan untuk menyeberangi rel kereta api untuk bisa naik KRL tersebut.

Saksi mata, Ahmad (45), seorang penjual makanan di dekat stasiun, melihat Rizki sedang berlari menuju rel. "Saat itu saya lihat dia berlari dari arah peron dan mencoba menyeberangi rel. Saya sudah berteriak tapi dia tidak mendengar," kata Ahmad saat ditemui di lokasi kejadian.

Tepat ketika Rizki tengah menyeberangi rel, KRL yang sedang melaju dengan kecepatan sekitar 80 km/jam tiba di lokasi. Kereta tidak bisa berhak secara mendadak dan menabrak korban yang berada di rel. Korban tewas di tempat kejadian dan jenasannya hancur akibat tertabrak kereta.

Reaksi Pihak Terkait

Kepala Humara PT KAI Commuter Line, Joni Martin, mengatakan bahwa pihaknya menyayangi kejadian yang menimpa Rizki. "Kami menyayangi kejadian yang menimpa korban. Namun, kami juga perlu mengingatkan kembali kepada penumpang untuk tidak melanggar aturan berlalu lintas di stasiun," ujarnya.

Joni menambahkan bahwa area rel kereta api merupakan area terlarang bagi penumpang. "Seluruh area rel kereta api, termasuk jembatan penyeberangan di atas rel, sudah dilengkapi dengan pagar pembatas dan peringatan bahaya. Kami harap penumpang dapat mematuhi aturan demi keselamatan bersama," jelasnya.

Kepala Polsek Metro Ciputat, Kompol Budi Santoso, mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian (OLTC) dan telah memeriksa beberapa saksi. "Kami masih melakukan pemeriksaan untuk menyelidiki secara lengkap kejadian ini. Namun berdasarkan keterangan saksi, korban memang melanggar aturan dengan menyeberangi rel kereta api," kata Budi.

Dampak dan Tindakan Pencegahan

Tragedi ini kembali mengingatkan bahaya melanggar aturan berlalu lintas di stasiun. Banyak korban kecelakaan serupa yang terjadi akibat penumpang yang tidak mematuhi aturan. Kecelakaan kereta api sering terjadi karena adanya penyebrangan liar yang dilakukan penumpang.

Pihak PT KAI Commuter Line berencana untuk meningkatkan patroli dan penegakan aturan di stasiun. "Kami akan menambah petugas keamanan di stasiun yang rawan kecelakaan. Kami juga akan meningkatkan sosialisasi bahaya melintasi rel kereta api kepada penumpang," ujar Joni.

Sementara itu, keluarga korban masih berduka atas kepergian Rizki. Ayah korban, Bapak Surya (52), mengaku masih belum bisa menerima kepergian anaknya. "Rizki anak yang baik dan cerdas. Kami masih bingung bagaimana bisa kejadian seperti ini menimpanya," ucapnya dengan suara hampa.

Tragedi ini menjadi pelajaran bagi semua penumpang transportasi umum untuk selalu mematuhi aturan dan memprioritaskan keselamatan. Menyeberangi rel kereta api bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga sangat berbahaya dan dapat merenggut nyawa.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter